RiderTua.com – Halo Sobat RiderTua di mana pun berada. Danilo Petrucci dihukum dua kali long lap penalti setelah melakukan ‘jump start’ pada Race 1 hari Sabtu di Assen. Namun sayangnya, saat menjalani rider BMW itu menabrak gundukan di jalur long lap yang membuatnya melebar lalu masuk ke gravel dan balapannya pun ‘hancur’.
Petrucci bangkit pada Superpole Race Minggu pagi, dimana dia berhasil finis ke-7. Dan di Race 2 Minggu sore rider asal Terni Italia itu finis di posisi ke-9 tertinggal 19 detik dari pemenang Nicolo Bulega (Ducati).
Danilo Petrucci Kecewa: Tahun Lalu Toprak Mengalami Masalah yang Sama, Sementara Motor Lain Sudah Banyak Kemajuan

Namun hasil tersebut tak membuat Danilo Petrucci puas. “Kami tidak senang, kami tahu ini akan menjadi balapan yang sulit. Kami kuat dalam pengereman, tetapi tidak banyak titik hard braking di Assen. Dalam kualifikasi, kami masih cukup bagus ketika memiliki traksi. Tapi itu hanya untuk satu lap dan dengan ban soft tambahan. Begitu cengkeraman ban belakang menurun, motor menjadi sulit dikendalikan,” ujar rider berusia 35 tahun itu kecewa.
Lebih lanjut Petrux menjelaskan, “Di paruh pertama balapan, saya masih cukup dekat dengan para pembalap teratas dan semuanya menggunakan Ducati. Tetapi saya berharap lebih, saya menginginkan lebih. Kami tidak bagus saat akselerasi dan hanya bisa mengejar ketertinggalan saat pengereman. Akibatnya, kami harus menekan ban depan dengan keras sehingga ban depan aus lebih dulu daripada ban belakang.”
“Ini bukan akhir pekan yang saya harapkan. Meskipun seharusnya saya tahu, karena tahun lalu saya bertarung melawan Toprak yang punya masalah yang sama. Motornya sama, sementara motor lain mungkin sudah banyak kemajuan. Kami tidak punya pilihan selain bekerja lebih keras.”

“Mungkin kami bisa sedikit lebih baik. Tapi kami kesulitan dengan elektronik, grip mekanis kurang, dan saya masih tidak paham mengapa saya kehilangan begitu banyak posisi di awal. Akan lebih baik jika saya bisa tetap di depan dua Yamaha, itu akan menjadikan saya pembalap non-Ducati terbaik. Tapi itu tidak mungkin, dan menjelang akhir saya kesulitan untuk tetap berada di atas motor dan mencetak beberapa poin.”
“Semoha di Balaton nanti semuanya akan berjalan lebih baik, karena di sana ada banyak titik pengereman keras yang cocok dengan kekuatan kami. Tapi kami juga harus memperbaiki cara untuk keluar dari tikungan dengan lebih baik. Awalnya ban belakang cuma spin tapi kalau tidak spin justru wheelie.”
“Jadi terus-terusan antara selip dan wheelie. Banyak energi yang hilang dalam proses itu karena elektronik terus-menerus mengurangi tenaga mesin. Penyaluran tenaga mesin kami sebenarnya sangat halus, tetapi tidak semua bisa disalurkan ke aspal, itulah masalahnya. Sejauh menyangkut top speed, kami tidak buruk.”

“Ada banyak pembalap top di depan, tetapi motor mereka mungkin punya banyak kelebihan. Jika 6 Ducati berada di depan, berarti motor tersebut sangat bagus. Tapi saya mengendarai BMW dan kami harus meningkatkan performa. Saya tidak tahu caranya, tetapi jelas ada yang kurang. Ketika saya melihat lap tercepat Bulega, saya benar-benar terkesan. Bahkan dia bisa bersaing di MotoGP dengan motornya,” pungkas Danilo Petrucci yang usai WSBK Assen berada di peringkat 11 dengan 41 poin, sementara rekan setimnya Miguel Oliveira berada di peringkat 4 dengan 69 poin dalam klasemen.
Klasemen Usai RACE 2 WSBK Belanda 2026: Bulega Tetap Memimpin






