RiderTua.com – Sobat RiderTua semua. Seperti yang sudah diduga, Nicolo Bulega tak terkalahkan musim ini. Setelah mencetak hat-trick dalam 2 seri sebelumnya, rider Aruba.it Ducati itu kembali menyapu bersih 3 kemenangan di WSBK Assen. Jika dihitung dari Race 2 di Estoril 2025, ini artinya dia sudah membukukan 13 kemenangan beruntun sekaligus menyamai rekor yang selama ini dipegang mantan rivalnya Toprak Razgatlioglu.
Karena Toprak sudah pindah ke MotoGP dan musim WSBK 2026 masih panjang, ini artinya Bulega punya peluang besar menambah kemenangannya. Apalagi dia belum punya lawan sepadan yang bisa diajak duel di lintasan secara konsisten seperti melawan Toprak dulu.
Nicolo Bulega Cetak Hattrick Menjadi 13 Kemenangan Beruntun: Saya Kangen Toprak!

Nicolo Bulega mengatakan, “Hampir tidak dapat dipercaya. Feel dengan motor ini sungguh luar biasa. Saya tahu harus bereaksi seperti apa dalam situasi tertentu, seperti pada hari Sabtu saat hujan turun di tengah-tengah balapan. Tentu saja, saya selalu bisa melakukan kesalahan. Tetapi saat ini saya sangat senang dengan performa saya, juga dengan kerja tim dan motor saya. Saya harap ini terus berlanjut seperti ini. Saya mengalami banyak momen buruk dalam karier saya, tetapi saat ini sungguh luar biasa.”
Soal race hari Minggu, Bulega mengungkapkan, “Saya kedinginan selama 2 atau 3 lap pertama. Bahkan saya harus mengenakan jaket di grid start karena sangat dingin. Setelah tubuh saya mulai hangat, saya merasa lebih nyaman. Tidak ada masalah dengan ban, Pirelli melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dalam suhu serendah itu, mendapatkan feel yang baik dari ban menjadi semakin penting.”

Ducati sangat mendominasi di Assen. 4 pembalap teratas di Race 1 dan Superpole Race semuanya menggunakan Panigale V4R. Dan dalam Race 2, 6 pembalap Ducati semuanya finis di 6 besar.
BTW, sebelum WSBK Assen, FIM memutuskan untuk mengurangi aliran bahan bakar pada V4R. Namun kelihatannya, pengurangan itu tidak mengurangi performa Ducati.
“Mungkin saat ini kami memiliki motor terbaik, tetapi ada beberapa pembalap yang sangat kuat dengan Ducati. Setiap pembalap dan setiap tim menerima dukungan besar dari pabrikan, yang mungkin merupakan salah satu alasan Ducati berada di puncak. Sejak saya terjun ke Superbike, sudah seperti ini dan sampai sekarang masih sama. Saya tidak peduli dengan omongan bahwa saya menang karena saya memiliki motor terbaik. Bagi saya hanya kemenangan yang penting,” tegas rider Italia berusia 26 tahun itu.

Setelah 3 seri Superbike, muncul pertanyaan, siapa yang bisa mengakhiri rentetan kemenangan Bulega? Bukan hanya penggemar, para pengamat pun berharap Toprak Razgatlioglu kembali.
“Saya kangen Toprak, duel melawannya sangat fantastis. Tahun ini, mungkin saya sedikit lebih unggul tetapi yang lain pasti akan mengejar seperti Iker Lecuona. Penting punya rekan satu tim yang kuat. Ketika kita memenangkan setiap balapan dengan gap yang besar, kita merasa sudah mencapai batas maksimal. Tetapi kalau ada pembalap lain ayng menekan kita, kita mencoba untuk mendorong batas lebih jauh lagi. Saya sangat senang punya Iker sebagai rekan satu tim saya,” pungkas Bulega yang saat ini memimpin klasemen dengan perolehan 186 poin, atau unggul 69 poin atas Iker Lecuona.
Klasemen Usai RACE 2 WSBK Belanda 2026: Bulega Tetap Memimpin






