RiderTua.com – Halo pembaca RiderTua, kabar dari lintasan lagi ramai nih, merek mobil ternama di China mencatat penurunan penjualan mobilnya yang cukup signifikan hingga 41 persen. Padahal seharusnya mereka bisa mencetak hasil lebih bagus lagi, tapi sebenarnya ini terjadi karena hari libur disana.
Penjualan Mobilnya Turun Drastis di China
BYD menjadi salah satu merek mobil ternama di seluruh dunia, dan paling dikenal dengan ekspansi pasarnya yang cukup agresif. Bagaimana tidak, dalam beberapa tahun terakhir mereka mampu menghadirkan berbagai macam produk unggulannya di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Model seperti Atto 1, Sealion 7, hingga M6 benar-benar menarik perhatian banyak orang yang tertarik dengan produk elektrifikasinya.

Sementara itu di kampung halamannya, BYD mencatatkan penurunan penjualan hingga 41 persen bulan lalu dibandingkan dengan Februari 2025. Bulan lalu hanya ada 190.190 unit terjual, turun 9,5 persen dari Januari 2026. Kemudian untuk hasil penjualan selama dua bulan pertama tahun ini, mereka hanya menjual 400.241 unit mobil, turun 36 persen dari tahun lalu di periode yang sama.
Untuk penurunan penjualan bulan lalu terjadi karena adanya hari libur Imlek disana, dan biasanya ini membuat konsumen memilih untuk tidak membeli mobil baru. Tapi yang paling parah yaitu akibat insentifnya berkurang untuk mobil ramah lingkungannya, sehingga konsumen menunda membeli mobil karena adanya kenaikan harga tanpa insentif. Termasuk konsumen yang menunggu mobil baru yang dirilis.

Penjualan Masih Bagus
Meski dihadapkan dengan penurunan penjualan di China, BYD masih menjadi salah satu merek mobil dengan catatan penjualan cukup tinggi di pasar global. Bulan Februari lalu, mereka sukses mengirim 100.600 unit mobil ramah lingkungannya ke luar negeri dari kampung halamannya, dengan total 201.082 unit yang diekspor selama awal tahun ini. Model yang dikirim ke pasar global berupa mobil listrik dan plug-in hybrid (PHEV).

Sementara di Indonesia, mereka sudah tidak mendatangkan unit CBU-nya dari China lagi. Dengan pabrik produksinya yang hampir rampung, mereka bisa memulai produksi mobilnya kapan saja di tahun ini.








