RiderTua.com – Halo pembaca RiderTua, kabar dari lintasan lagi ramai nih. Dalam tes Buriram, Toprak Razgatlioglu mencatatkan waktu tercepat 1:30,772 menit. Namun dalam sesi FP1 hari Jumat GP Thailand, rookie tim Pramac Yamaha itu justru lebih lambat 0,3 detik. Kemudian catatan waktunya meningkat menjadi 1:30,365 menit di sesi pra-kualifikasi sore hari…
Tapi torehan waktu itu hanya cukup untuk menempati posisi ke-21 atau kedua dari belakang. El Turco terpaut hampir 0,5 detik dari pembalap Yamaha terbaik Fabio Quartararo yang berada di posisi ke-16. Dia hanya lebih cepat dari tes rider Ducati Michele Pirro yang menggantikan Fermin Aldeguer (cedera).
Toprak Razgatlioglu: Gaya Pengereman Sangat Keras Tidak Berlaku di MotoGP, Saya Harus Mengubahnya dan Berusaha untuk Lebih Halus

Kini Toprak Razgatlioglu menyadari 2 hal penting. Pertama, dia butuh waktu lebih lama dari yang diperkirakan untuk menyesuaikan gaya balapnya dengan motor MotoGP dan ban Michelin. Kedua, Yamaha M1 dengan mesin V4-nya yang masih gres belum cukup kompetitif. Gabungan dari 2 hal ini, membuat juara dunia WSBK 3 kali itu terdampar di posisi buruk yang belum pernah dia dapatkan sepanjang karirnya.
Toprak menjelaskan, “Saya bahkan tidak lagi melihat rival lainnya, hanya fokus pada pembalap Yamaha lainnya. Kami jauh tertinggal dari yang lain. Saya mencoba memperbaiki gaya balap dan mempelajari data dari rekan-rekan pembalap Yamaha lain. Saya mampu meningkatkan performa di sektor pertama dan juga membuat langkah besar di sektor kedua. Setelah itu saya hanya sedikit tertinggal. Satu-satunya hal positif adalah run terakhir saya, di mana saya berhasil mencetak lap terbaik saya. Tapi itu masih belum cukup.”
“Kami telah melakukan beberapa perubahan pada elektronik dan sekarang saya merasa sedikit lebih baik. Tapi tetap saja belum cukup. Saya tidak punya race pace yang kuat untuk balapan, saya tahu itu akan sangat sulit. Dengan set-up elektronik, kita harus beroperasi dalam rentang yang sempit supaya ban belakang bekerja dengan baik.”

“Jika saya membuka gas atau mengerem secara agresif, roda belakang langsung mengunci dan saya hampir tidak bisa mempertahankan racing line saya. Itu membuat segalanya menjadi sangat sulit bagi saya. Saya ingin mengubah engine brake, tetapi kami belum menemukan keseimbangan yang tepat. Gaya balap saya selalu agresif, saya selalu mengerem dengan sangat keras. Sekarang saya mencoba mengubahnya dan berusaha untuk lebih halus. Tapi itu sangat sulit, kita tidak bisa mengubah gaya balap hanya dalam semalam. Saya mencoba, tetapi itu butuh waktu.”
“Semua orang memberi tahu saya apa yang harus dilakukan, terutama Andrea Dovizioso. Dia memberi tahu saya bagaimana saya harus mengerem. Oke, saya mengerti itu. Ketika saya berkendara sendirian, saya dapat mengatasinya dengan relatif mudah. ββTetapi begitu saya berada di belakang pembalap lain, saya secara otomatis menjadi lebih agresif. Dan kemudian motor tidak berfungsi lagi. Soal posisi duduk dan tinggi setang, saya sudah mencoba semuanya. Sekarang justru kembali ke setelan awal seperti saat pertama kali datang,” pungkas rookie asal Turki berusia 29 tahun itu.

BTW, sprint race (Sabtu 28 Februari) dan race utama (Minggu 1 Maret) GP Thailand akan digelar pada pukul 15.00 atau 3 sore WIB.









