RiderTua.com – Bro readers RiderTua sekalian, dua skutik bergaya klasik Peugeot Django 150 dan Vespa Primavera 150 yang punya karakter kuat di jalan kalau kamu lagi mencari motor matik retro.
Keduanya tampil dengan desain retro khas Eropa, tetapi mengambil arah dan nilai yang berbeda dalam cara mereka mengeksekusi gaya, fitur, dan pengalaman berkendara. Berikut perbandingan lengkapnya secara gaya blogger otomotif.
▶Daftar Isi
Peugeot Django 150: Matik Retro Modern yang Nyaman dan Stylish

Peugeot Django 150 adalah skutik bergaya klasik perpaduan antara retro dengan sentuhan modern yang cukup kuat. Model ini dibanderol di kisaran 16.800 – 17.800 Yuan atau sekitar Rp 40,4 – 42,8 jutaan, menjadikannya opsi yang relatif lebih terjangkau dibanding Vespa Primavera.
Mesin yang dipakainya adalah Easymotion 1 silinder 150cc SOHC 4-klep EFI pendingin cairan, dipadukan dengan transmisi CVT otomatis jadi mudah dipakai sehari-hari tanpa perlu repot. Mengeluarkan tenaga puncak maksimum 14,4 hp pada 7.500 rpm dan torsi puncak 13,8 Nm pada 6.000 rpm. Ukuran mesin ini memberi keseimbangan tenaga tidak kurang alias cukup untuk pemakaian dalam kota dan perjalanan santai.

Salah satu daya tarik utama Django adalah desainnya yang kaya detail: garis bodi retro yang elegan, jok yang nyaman untuk dua penumpang, serta opsi tampilan klasik yang eye-catching. Posisi berkendara yang santai juga sering disebut sebagai poin kenyamanan utama, cocok untuk kamu yang ingin skuter gaya sekaligus bisa touring ringan dengan nyaman.
Dari sisi fitur, Django 150 sudah membawa perlengkapan modern seperti pengukur bahan bakar digital/analog campuran, rem cakram depan, dan setup kaki-kaki yang stabil untuk harian. Untuk keselamatan, versi tertentu bahkan dilengkapi ABS 2-channel di pasar tertentu, membantu pengereman lebih aman.
Kekurangan Django terkadang dirasakan pada brand awareness dan jaringan servis yang tidak sebesar merek Vespa, serta nilai jual kembali yang bisa kurang tinggi dibanding Vespa. Tapi jika kamu mengejar tampilan estetis dan kenyamanan harian yang kuat dengan harga kompetitif, Django punya daya tarik tersendiri.
Vespa Primavera 150: Ikon Skutik Klasik yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman

Vespa Primavera 150 adalah salah satu skutik retro paling legendaris di dunia. Di Indonesia, harganya berada di kisaran sekitar Rp 54,1 – Rp 56,6 jutaan (OTR Jakarta) tergantung varian (Primavera I-Get 150 ABS atau Primavera S 150).
Mesinnya menggunakan i-Get 1 silinder 154,8cc 3-katup berpendingin udara yang memberikan tenaga 12,5 hp pada 7.750 rpm dan torsi 12,5 Nm pada 6.500 rpm. Karakter mesinnya punya torsi menengah yang cukup responsif untuk penggunaan harian maupun rute luar kota pendek.

Posisi riding Vespa terasa lebih klasik dan premium, dengan bodi seluruhnya dari baja yang memberi kesan solid di jalan. Suspensi depan single arm khas Vespa, ditambah rem cakram depan dengan ABS, membuat berkendara terasa nyaman dan stabil.
Fitur keselamatan modern seperti ABS, desain lampu yang elegan, serta nilai estetikanya menjadikan Primavera tidak hanya motor, tetapi juga statement gaya hidup. Skuter ini dikenal punya karakter klasik yang tak lekang oleh waktu, sehingga sering menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampilan timeless tanpa kompromi.
Namun tentu premiumnya terasa juga pada harga yang lebih tinggi dan biaya servis yang lebih mahal dibanding Django, serta bobot yang sedikit lebih terasa di kecepatan rendah karena bodi baja yang klasik.

Punya 2 Varian Baru! Peugeot Django 150 2026 Classic Gentle dan Caferacer Bergaya Retro Eropa!
Produk ini memiliki pesaing yang menjadi lawan untuk Vespa Primavera 150 karena…
| Aspek | Peugeot Django 150 | Vespa Primavera 150 |
|---|---|---|
| Segmen | Skutik retro Eropa modern | Skutik retro premium klasik |
| Pasar | China | Global (Indonesia resmi) |
| Mesin | 1 silinder 150cc SOHC 4-katup Easymotion EFI berpendingin cairan | 1 silinder 154,8cc SOHC 3-katup i-Get EFI berpendingin udara |
| Tenaga | 14,4 hp @ 7.500 rpm | 12,5 hp @ 7.750 rpm |
| Torsi | 13,8 Nm @ 6.000 rpm | 12,5 Nm @ 6.500 rpm |
| Transmisi | CVT otomatis | CVT otomatis |
| Rangka | Underbone | Monocoque baja (steel body) |
| Suspensi | Teleskopik (depan) & Dual shock (belakang) | Single arm (depan) & Shock tunggal (belakang) |
| Sistem Rem | Cakram depan & belakang, ABS Dual-Channel | Cakram depan ABS & Tromol belakang |
| Velg & Ban | Velg alloy 12 inci, Michelin City Grip Saver | Velg alloy 12 inci |
| Panel Instrumen | Layar TFT color | Analog dengan layar digital kecil |
| Penerangan | Full LED | Full LED |
| Desain | Retro Eropa dengan sentuhan modern dan detail kaya | Klasik ikonik, timeless, bodi baja solid |
| Karakter Berkendara | Santai, nyaman, cocok harian dan touring ringan | Stabil, premium feel, nyaman untuk city cruising |
| Citra Merek | Unik dan stylish, eksklusif | Ikonik, lifestyle, nilai jual kembali tinggi |
| Harga | 16.800 – 17.800 Yuan (sekitar Rp 40,4 – 42,8 jutaan) | Rp 54,1 – 56,6 jutaan (OTR Jakarta) |






