RiderTua.com – MotoGP 2027.. Sobat RiderTua semua, yuk kita bahas bareng tentang regulasi baru tahun depan dengan mesin 850cc-nya yang kelihatannya di sunat ngepok….. Bahkan sebelum fix mengaspal di trek untuk kompetisi, banyak yang menduga alias memperkirakan motor MotoGP 2027 akan memiliki power yang setara dengan motor superbike di ajang WSBK… Direktur teknis Aprilia bahkan mengkonfirmasi fakta yang paling mengejutkan pecinta kecepatan ini..
▶Daftar Isi
MotoGP 2027 Lebih Jinak: Aprilia Ungkap Konsekuensi Regulasi Paling Ditakuti
MotoGP era baru tahun depan di 2027 dikatakan mesinnya akan mempunyai tenaga 45 horsepower lebih rendah. Memang terdengar sederhana sih cuma 45Hp…. namun dampaknya yang dapat kita perkirakan untuk musim 2027 sangat besarr…. Selama presentasi tim baru MotoGP Aprilia 2026, Fabiano Sterlacchini, direktur teknis tim yang baru dari Aprilia, memanfaatkan peluncuran di studio Sky di Milan untuk memberi angka pasti pada regulasi 2027, sehubungan dengan pengurangan performa yang akan mengubah wajah Kejuaraan Dunia mulai tahun depan.

Direktur teknis Aprilia itu dengan sangat jelas berbicara tentang apa yang akan terjadi. Motor-motor MotoGP tahun depan akan melaju lebih lambat, jauh lebih pelan…..!! Peraturan teknis baru dengan mengurangi kapasitas mesin menjadi 850cc saja, akan memukul instan terhadap performa inti motor prototipe itu.
Sterlacchini secara blak-blakan berbicara di depan mikrofon dan memberikan angka-angka yang jelas.. “Berganti ke mesin 850cc berarti kehilangan 15-20% tenaga dibandingkan dengan mesin 1000cc saat ini, kita berbicara tentang sekitar 45 horsepower yang lebih rendah,” media Italia GPOne.com mengutip pernyataannya.
Power MotoGP 850cc Mirip WSBK…
Nahh.. agar kita bisa mendapatkan gambaran sberapa besar dampaknya, kita cukup dengan melihat spesifikasi atau data teknisnya. Secara matematis motor Aprilia RS-GP26 yang akan kita lihat di lintasan tahun ini dengan mudah mencapai output tenaga lebih dari 280 hp.
Jika kita mengurangi 45 hp yang diprediksi oleh insinyur Italia tersebut, kita akan mendapatkan tenaga sekitar 245 hp. Angka ini akan sama persis dengan motor-motor di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) saat ini. Kita akan melihat tontonan motor prototipe dengan harga puluhan hingga ratusan miliar rupiah yang menghasilkan tenaga hampir sama dengan motor-motor produksi massal..!

Semua ini berawal dari perubahan fisik pada mesin. Dengan mengurangi diameter silinder dari 81 mm menjadi 75 mm, piston otomatis mengecil dan ruang untuk katup menjadi lebih sempit. Mesin menjadi sulit ‘bernapas’ dan tidak dapat meraung pada RPM (putaran) lebih tinggi.
Namun MotoGP Cukup Kencang…
Meskipun demikian, Sterlacchini menyelipkan nada optimistis.. “Diameter silinder memang lebih kecil, tetapi tingkat performa awal yang dicapai dengan 850 cc akan lebih tinggi dibandingkan dengan awal era 1000cc (2012) dulu…”
Dengan kata lain, motor 2027 akan lebih lambat dibandingkan motor tahun ini (2026), namun lebih cepat daripada motor 1000 cc pertama yang menggantikan motor 800cc di tahun 2012.
Banyak yang bertanya kenapa arah ini yang dipilih untuk menjinakkan monster balap MotoGP daripada yang lain, dimana motor-motor buas itu saat ini sudah melampaui kecepatan 365 km/jam..!! Sterlacchini menjelaskan bahwa mendapatkan persetujuan dari para produsen adalah tugas yang nyaris mustahil…

“Sejujurnya, ini (mengurangi jadi 850cc) tentu bukan satu-satunya cara. Masalahnya kompleks, karena ini seperti meminta warga negara untuk menyusun sebuah undang-undang, dimana setiap orang memiliki kepentingannya sendiri, dan ada risiko tidak pernah mencapai kesepakatan…”
Opsi mesin 850cc pada dasarnya adalah pilihan paling masuk akal agar semua pihak mau menandatangani kesepakatan.. “Langkah menuju 850cc adalah menjadi cara untuk menyenangkan semua pihak, meskipun tidak sepenuhnya objektif,” kata insinyur Aprilia tersebut.
Sebenarnya ada cara lain untuk memangkas performa, seperti membatasi pasokan bahan bakar atau mengubah densitasnya, tetapi itu akan membuat biaya malah membengkakk…. Di WSBK menerapkan pembatasan Laju Aliran Bahan Bakar atau disebut sebagai Fuel Flow Rate (FFR) untuk membatasi performa motor..

Faktor Uang Dibalik Regulasi 850cc…
Uang tetap jadi faktor yang memntukan dalam mengambil keputusan regulasi 850cc ini, dan Sterlacchini memperjelas hal itu dengan memberikan contoh yang sangat jelas tentang biaya pengembangan.
“Jika misalnya regulasi memaksa pengurangan bahan bakar dari sisi densitas dan volume, akan muncul masalah penggunaan material eksotis yang sangat mahal… dan itu otomatis akan meningkatkan biaya pembuatan mesin,” tegasnya..
Pabrikan harus mencari material yang sangat langka dan mahal untuk mengimbangi kekurangan bahan bakar agar tenaga mesin tetap terjaga..
Dulu Uang Bukan Masalah…
Sterlacchini juga mengenang masa lalu saat kerusakan mesin belum menjadi mimpi buruk masalah keuangan…. “Dulu kita bisa menggunakan mesin sebanyak yang di inginkan (sesuka hati), dan piston harganya sekitar seratus euro (sekitar 2 juta rupiah). Sekarang, setiap komponen memiliki dampak biaya yang sangat besar.. signifikan sekali,” kenangnya..
Berdasarkan regulasi saat ini, memodifikasi mesin berarti beban finansial yang menguras dompet tim. Itulah sebabnya, mengurangi kapasitas mesin jadi 850cc adalah solusi paling masuk akal untuk keuangan tim… “Kalau kapasaitas mesin dikurangi, mesin ya tetap seperti apa adanya itu.. tidak ada modifikasi lanjutan lagi… ”
Regulasi Lain yang Berpotensi Menurunkan Kecepatan Motor…

Selain mesin, pada tahun 2027, perangkat pengatur ketinggian atau ride-height device (RHD) akan dihapus secara bertahap dan aerodinamika-pun akan dikurangi. Dengan dikombinasikan pengurangan power, akan membuat akselerasi lebih lemah dan motor terasa lebih liar saat pengereman….
Pembalap harus bekerja lebih keras menjinakkan motor seperti mengendalikan wheelie…Diperkirakan, catatan waktu akan melambat 1 hingga 2,5 detik pada fase awal.
Kita akan melihat motor yang lebih lambat di trek lurus, tetapi kemungkinan besar dengan kecepatan menikung yang sangat tinggi (lebih ganas di tikungan) karena bobotnya yang jauh lebih ringan dan inersia yang berkurang…

Pada akhirnya, tujuan besarnya adalah agar skill atau peran pembalap lebih diutamakan daripada di dominasi oleh elektronik seperti saat ini, dan agar kita bisa melihat lebih banyak aksi saling menyalip, meskipun itu berarti mengorbankan buasnya 300 horsepower yang sudah kita nikmati selama ini…






