RiderTua.com – Carlo Pernat, seorang agen pembalap sekaligus sosok yang sangat berpengaruh serta paham betul dunia paddock memberi penilaian atas performa para pembalap MotoGP pada musim 2025. Yang mengejutkan adalah penilaiannya atas dua pembalap tim pabrikan Honda, Joan Mir dan Luca Marini yang masing-masing diberi hanya nilai 6 dan 5,5. Menurutnya, performa Mir hanya bagus di paruh kedua musim dengan meraih podium di Jepang namun di paruh pertama penampilannya jauh dari harapan. Begitu juga dengan Marini, yang belum juga meraih podium musim ini..
Raul Fernandez adalah pembalap yang jauh dari sorotan media meskipun dia meraih kemenangan di GP Australia musim ini. Pernat memberinya nilai ‘baik’ untuk rider Tranckhouse Aprilia itu. “Saya memberinya nilai lulus untuk paruh kedua musim, karena paruh pertama nilainya hanya 4. Paruh kedua dia menunjukkan bahwa dia pembalap yang bagus. Dan ketika kita bicara paruh kedua, itu berarti kita telah bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang baik. Tetapi tahun depan dia harus tampil lebih baik, finis di 10 besar saja tidak cukup,” ujarnya.
Carlo Pernat Memberi Nilai Sempurna 10 untuk Marc Marquez, Bagaimana dengan Pembalap Lain?

Untuk Fabio Quartararo, Carlo Pernat memberinya nilai 6. Juara dunia MotoGP 2021 itu sudah memberikan segalanya agar motornya bekerja dengan baik, namun performa Yamaha M1 masih jauh dari harapannya. Yang paling dramatis terjadi di GP Inggris, dimana El Diablo nyaris menang jika motornya tidak rusak. “Dia melakukan pekerjaannya dengan baik, tidak pernah menyerah, dan bahkan terkadang memaksakan diri, berkendara dengan 120% kemampuannya, dan selalu memberikan yang terbaik. Dia bisa saja menang di Silverstone, tanpa masalah teknis itu. Di sana dia bahkan bisa mendapatkan nilai 7,” ujar Pernat.

Pendatang baru dari tim Gresini Ducati, Fermin Aldeguer berhasil menyabet sebagai rookie terbaik musim ini. “Saya memberinya nilai lulus. Pertama karena dia memenangkan penghargaan Rookie of the Year dan juga memenangkan 1 balapan. Saya berekspektasi rendah terhadapnya, setelah musimnya yang agak mengecewakan di Moto2. Memiliki tim seperti Gresini ibarat mendapat tambahan 30% yang tidak kita punya sebelumnya dan tiba-tiba diberikan kepada kita. Tetapi dia sudah membuktikan bahwa dirinya kuat dan bisa menjadi kejutan yang menyenangkan,” imbuh Pernat.
Pernat memberi nilai 5 untuk dua pembalap tim VR46, Franco Morbidelli dan Fabio Di Giannantonio. Menurutnya, mereka berdua jauh di bawah level mereka dan potensi motor mereka, meskipun meraih beberapa podium yang menjadi penyelamat musim mereka.

Pecco Bagnaia yang mengalami musim terburuknya bersama tim pabrikan Ducati Lenovo musim ini, dinilai Pernat gagal dan hanya diberi nilai 4. “Saya tidak memberinya nilai 5 karena dialah yang performanya paling buruk dengan motor itu. Jelas sejak awal dia kesulitan menghadapi Marc Marquez. Semua yang dulunya mudah kini menjadi sulit, dan yang dulunya sulit kini menjadi mustahil. Tidak masuk akal melihat perbedaan performa seperti itu sampai akhir musim, apalagi dengan tim yang sudah kita kenal luar dalam. Saya akan memberinya semua alasan pembenaran yang ada, tetapi dia pantas mendapatkan nilai 4. Dia seorang juara dunia dan dia menderita karena harus melawan seorang ‘super hero’ yang tiba-tiba berada di sisinya,” ujar Pernat.
Terkait performa Pedro Acosta musim ini, Pernat mengatakan, “Saya memberinya nilai lebih tinggi daripada Quartararo, karena dia berhasil membawa KTM hingga garis finis meski memiliki masalah serius hingga akhir beberapa balapan. Dia sering jatuh tetapi lebih sedikit dibanding Fabio, dan itu pun hanya terjadi di beberapa balapan di mana dia pikir dia bisa menang atau naik podium. Di balapan lainnya, dia hanya mampu finis di posisi ke-4 atau ke-5, atau bahkan sempat finis ke-3 meski dengan susah payah.”

Pernat memberi nilai 8 untuk Marco Bezzecchi karena menurutnya pembalap Aprilia itu menjadi saingan kuat bagi Marc Marquez. “Dia tidak memiliki bakat seperti Marc Marquez, Quartararo, atau Acosta, tetapi dia menunjukkan bahwa dia telah membuat lompatan mental yang luar biasa, dia menjadi pemimpin Aprilia, membawa seluruh tim bersamanya. Dia adalah salah satu dari sedikit pembalap yang menunjukkan bahwa dia tidak takut pada Marquez, bahkan ketika dia berada di dekatnya,” tegas mantan manajer Enea Bastianini itu.
Untuk Alex Marquez yang berhasil menjadi runner-up musim ini, Pernat memberinya nilai 8. “Dia sudah memiliki tim yang sangat kuat, yang terbaik di MotoGP, dan dia juga memiliki motor terbaik tahun ini. Selama paruh pertama musim, saya akan memberinya nilai 9. Tetapi setelah crash di Assen di mana jarinya patah, musimnya berubah menjadi lebih buruk. Dalam beberapa balapan yang berlangsung setelah Marc Marquez cedera, dia mengalahkan Marco, tetapi hanya dengan beberapa poin. Dia adalah rival utama kakaknya, sampai dia berhenti menjadi saingan setelah crash itu,” ungkap Pernat.

Carlo Pernat memberikan nilai sempurna 10 untuk Marc Marquez yang memenangkan juara dunia MotoGP musim 2025 atau gelar dunianya yang ke-9 musim ini. “Summa cumlaude seperti di universitas. Apa lagi yang bisa kita katakan kepada seseorang yang datang dari ‘neraka’ seperti itu, yang rela meninggalkan uang dan segalanya, dan pergi ke sana karena dia ingin menjadi penguasa dan berhasil melakukannya?” pungkas Pernat yang juga pernah menjadi manajer Valentino Rossi itu.






