RiderTua.com – Casey Stoner bercerita secara blak-blakan.. Kenapa meraih gelar bersama Ducati butuh perjuangan super berat, motor susah, stres tiap pekan… sementara gelar Honda lebih spesial atau bisa dikatakan sebagai hadiah, sesuatu yang terasa pantas didapat setelah perjuangan panjang.. Di Honda, ia akhirnya dapat pengakuan yang dulu tidak ia dapatkan…
Casey Stoner menilai ulang dua gelar MotoGP-nya dan menjelaskan mengapa gelar dunia yang dicapainya bersama Ducati adalah pertarungan terberat baginya, tapi bukan gelar yang paling penting baginya…
▶Daftar Isi
Casey Stoner Ungkap: Gelar Ducati Paling Berat, Gelar Honda Seperti Hadiah.

Casey Stoner kini punya pandangan yang sangat jelas tentang betapa berbedanya ‘rasa’ dari dua gelar MotoGP-yang pernah ia rebut… Pembalap Australia ini berbicara blak-blakan tentang mengapa kemenangan bersama Ducati terasa sebagai kerja paling melelahkan, dan kenapa gelar berikutnya bersama Honda justru punya makna lebih besar..
Ketika ditanya mana dari dua gelar juara dunianya yang lebih sulit, Stoner menjawab tanpa ragu bahwa gelar Ducati 2007 jelas yang lebih sulit. “Motornya luar biasa sulit dikendarai,” tegasnya.

Setiap akhir pekan balapan penuh dengan perjuangan karena sangat sulit untuk mendapatkan setingan motor bekerja di kondisi ideal… Stoner menggambarkan bagaimana di Ducati mereka “harus kesulitan setiap akhir pekan” untuk mendapatkan setingan motor yang tepat, sesuatu yang membuat seluruh musim jadi penuh tekanan..
Masalah teknis juga menjadi faktor yang memperburuk keadaan.. “Kami mengalami kerusakan mesin dan hal-hal semacam itu. Untungnya, tidak pernah terjadi selama balapan. Semua kerusakan mesin kami terjadi selama latihan dan situasi serupa.” Meski begitu, Stoner merangkum bahwa gelar Ducati adalah yang paling sulit sangat sulit dibandingkan lainnya…

Gelar Honda lebih Spesial
Namun gelar terpenting dalam kariernya adalah Honda… “Mungkin gelar bersama Honda,” kata Stoner. Dia menjelaskan bahwa bersama timnya saat itu harus menanggung banyak kritik selama bertahun-tahun, sementara apa yang mereka lakukan di Ducati sering kali tidak benar-benar dipahami dari luar…
“Baru setelah beberapa orang pindah dan merasakan ganti pabrikan, menjadi jelas apa yang telah kami capai dengan Ducati… (pembalap lain tidak bisa seperti Stoner saat di Ducati saat itu)… Saya dan tim tidak dapat apresiasi yang layak sampai kami pindah ke Hondaa. Di sana semuanya jauh lebih mudah untuk kompetitif….”

Dan pada saat yang sama, akhirnya menjadi jelas level apa yang telah dia capai di Ducati… Itulah alasan Stoner menyebut gelar Honda sebagai pencapaian yang jauh lebih berarti baginya secara pribadi…. “Di musim bersama Honda, semuanya berjalan sesuai keinginan saya,” kenang pria berusia 40 tahun itu tentang musim 2011.
“Saya memang membuat beberapa kesalahan dengan setingan motor, kami mengalami masalah dengan ban yang terlalu panas dan sebagainya. Secara keseluruhan, kami tetap menghadapi berbagai hambatan di Honda. Tapi pada saat yang sama, perebutan gelarnya berjalan sangat mulus…lancarr…” pungkas mantan pembalap yang sempat jadi rival panas Valentino Rossi & Marc Marquez itu..






