RiderTua.com – Setelah berhasil meng-overtake rekan setimnya Marc Marquez, Pecco Bagnaia bertahan di posisi ke-6 hampir sepanjang sprint race 13 lap di Assen. Di last lap, rider Ducati Lenovo itu berusaha menyerang Jorge Martin untuk merebut posisi ke-5 dari pembalap Aprilia itu. Tapi sayangnya, menjelang garis finis bannya tertangkap melintasi sebagaian zona hijau yang terlarang. Akibatnya, Pecco kena hukuman turun satu posisi karena melanggar track limit dan terpaksa menyerahkan posisi ke-6nya kepada Marquez.
Usai balapan, Pecco menjelaskan bahwa dirinya sedikit melebar ke zona hijau karena menghindari senggolan dengan Martin. “Jorge keluar dari chicane terakhir dengan sangat buruk, jadi saya hanya mencoba masuk dari sisi dalam. Tapi racing line-nya salah dan saya nyaris menabraknya, sehingga saya harus sedikit melebar ke zona hijau,” ungkap juara dunia MotoGP 2 kali itu.
Pecco Bagnaia Kena Penalti Turun Satu Posisi: Saya Hanya Menghindari Senggolan dengan Martin

Meski menerima hukuman yang diberikan, namun Francesco Bagnaia hanya ingin memastikan bahwa menuvernya tersebut memang layak dapat penalti. “Jujur, saya ingin menonton ulang rekamannya. Menurutku lebih dari separo ban saya masih berada di kerb, jadi penalti ini agak berlebihan. Tapi memang begitulah aturannya sekarang. Mungkin sensornya terlalu dekat dengan kerb sehingga tidak ada margin untuk kesalahan,” jelas rider asal Turin Italia itu.
Pecco mengaku ingin ketemu Simon Crafar (kepala Stewards FIM) untuk meminta penjelasan. “Saya hanya ingin Crafar sedikit menjelaskan bagaimana aturan zona hijau itu. Saya berada di posisi itu karena saya mengejar dari belakang. Itu merupakan manuver demi keselamatan dan saya tidak sepenuhnya menyentuh zona hijau. Mungkin aturan tersebut perlu dipertimbangkan kembali kalau situasinya menyangkut soal keselamatan,” tegas rider berusia 29 tahun itu.

Tak hanya itu, Pecco juga mengaku nyaris melakukan jump start yang mengharuskannya mengoreksi pelepasan kopling. Akibatnya dia kehilangan akselerasi dan gagal bersaing di barisan depan.
Putra Pietro Bagnaia itu mengatakan, “Jujur, itu kesalahan saya. Saya terlalu bersemangat dan nyaris terkena penalti karena jump start. Saya melepaskan kopling saat lampu merah masih menyala, jadi saya harus menarik kopling lagi. Saat saya benar-benar harus melepaskannya lagi, pelepasannya menjadi sedikit lebih agresif. Itu kesalahan saya.”
Start buruk membuat Pecco kehilangan peluang untuk memperebutkan kemenangan. “Saya terlalu lama terjebak di belakang Marc dan begitu saya bisa menyalipnya, saya langsung memperlebar gap dan berusaha mengejar Martin. Tapi menurutku potensi saya sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari posisi ke-6. Saya mampu bertarung dengan Raul Fernandez dan Ai Ogura hari ini. Tetapi dengan start seperti itu, itu mustahil,” imbuh pemenang 31 balapan MotoGP itu.

Selain masalah start, Pecco juga mengeluh motornya mengalami getaran di dua tikungan kiri tercepat di Assen yakni tikungan 7 dan 15. “Hari ini getarannya sangat parah. Di tikungan 7 dan 14 motor saya bergetar hebat sehingga dalam kondisi itu saya tidak mungkin untuk tetap dekat dengan Martin. Saya tahu Marc juga mengalami masalah yang sama. Sulit memahami penyebabnya karena kemarin kami tidak mengalaminya. Pagi tadi juga tidak ada masalah. Masalah getaran baru muncul hari ini, kita harus mencari penyebabnya,” tegas suami Domizia Castagnini itu.
Terlepas dari berbagai kendala tersebut, Pecco menilai performanya dalam sprint tetap menunjukkan kemajuan. Setelah memenangkan sprint di Ceko, akhirnya dia mulai memahami bagaimana cara membalap yang benar dalam balapan jarak pendek.
“Saya terlambat 2 tahun untuk memahami bagaimana cara menjalani sprint race. Kalau saya merasa bisa menyerang, maka saya akan melakukannya. Tapi kalau saya tidak bisa, lebih baik hanya fokus menyelesaikan balapan saja. Dulu saya tidak seperti ini, mungkin kadang-kadang saya terlalu memaksakan diri. Kalau melihat jumlah poin sprint yang saya kumpulkan hingga saat ini, saya rasa saya akan memenangkan gelar dunia pada 2024. Jadi menurutku ini adalah peningkatan,” pungkas Pecco yang saat ini berada di peringkat 7 dengan perolehan 130 poin dalam klasemen.







