Home MotoGP Yamaha Menangis.. Yamaha Sedang Krisis: Hanya 1 Motor yang Digunakan Fabio Quartararo...

    Yamaha Menangis.. Yamaha Sedang Krisis: Hanya 1 Motor yang Digunakan Fabio Quartararo dan Rins di Hari Terakhir Tes Buriram, Manajemen Proyek Ambyar?

    Fabio Quartararo
    Fabio Quartararo

    RiderTua.com – Fabio Quartararo Frustrasi… Buat kalian pembaca setia RiderTua, simak yang satu ini. Pada tes Sepang hari kedua Yamaha terpaksa melarang 4 pembalapnya turun ke lintasan. Keputusan ini diambil setelah motor Fabio Quartararo mengalami kerusakan mesin di hari pertama dan para teknisi tidak bisa langsung menemukan penyebabnya, sehingga keselamatan pembalap menjadi prioritas. Baru setelah teknisi mengizinkan, mereka melanjutkan tes pada hari ketiga atau terakhir..

    Apesnya, Yamaha kembali mengalami masalah di tes Buriram meski tak separah tes Sepang. Mereka melakoni tes dengan lancar jaya tanpa insiden di hari pertama, meski 4 pembalapnya berada di posisi ke-17 ke bawah. Tes pun berlanjut di hari kedua atau hari terakhir, namun ada satu yang janggal. Quartararo dan Rins masing-masing hanya memakai satu motor. Ada apa???

    β–ΆDaftar Isi

    Yamaha Sedang Krisis: Hanya 1 Motor yang Digunakan Fabio Quartararo dan Rins di Hari Terakhir Tes Buriram, Manajemen Proyek Ambyar?

    Fabio Quartararo - Yamaha - MotoGP
    Fabio Quartararo – Yamaha – MotoGP

    Ketika Massimo Meregalli ditanya soal itu, manajer tim Yamaha tersebut tanpa tedeng aling-aling mengakui, “Pada hari kedua kami memutuskan hanya menggunakan satu motor untuk masing-maisng pembalap. Alasannya, kami telah mencapai batas maksimal jarak tempuh mesin pada dua motor pabrikan lainnya menjelang akhir tes hari pertama. Semua suku cadang dan mesin baru yang kami siapkan untuk balapan pembuka musim, baru tiba besok.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    “Saat ini, semua motor menggunakan spesifikasi mesin yang sama. Sementara spesifikasi yang akan kami gunakan pada balapan akhir pekan nanti, sama dengan yang digunakan dalam tes Buriram,” imbuh Maio.

    Meski begitu Maio mengonfirmasi adanya pengembangan lanjutan dari mesin baru. “Akan ada tahap pengembangan lebih lanjut dari mesin tersebut. Belum ada jadwal pasti untuk penggunaan pertamanya. Tapi satu hal yang pasti, untuk balapan di luar Eropa di awal musim, kami akan menggunakan apa yang tersedia saat ini. Tidak akan ada perubahan pada spesifikasi mesin sebelum balapan di Eropa,” jelas insinyur asal Italia itu.

    Alex Rins
    Alex Rins

    Yamaha masih bisa melakukan pengembangan mesin lanjutan karena mereka diuntungkan dengan aturan konsesi. Musim ini hanya Yamaha satu-satunya pabrikan di MotoGP yang masih bercokol di peringkat konsesi D, sehingga mereka masih bebas melakukan pembaharuan mesin selama musim berjalan. Di sisi lain Honda yang baru saja naik peringkat, kini harus menetapkan mesin versi final. Sementara Ducati, Aprilia, dan KTM akan memulai musim dengan versi yang sama seperti musim 2025.

    Fabio Quartararo sendiri sudah sering mengeluhkan motornya, bahkan dia blak-blakan mengatakan bahwa proyek Yamaha berada di titik nadir dan krisis pun menyebar ke beberapa area yang lain. Selain motornya kurang handal, top speednya masih loyo.

    Pada tes Buriram, M1 V4 rata-rata lebih lambat 10 km/jam dan mereka juga terbebani dengan masalah sasis yang tak kunjung menemukan solusi. Terlihat jelas betapa frustrasi Quartararo dalam tes Buriram. Di trek, bahkan dia mengacungkan jari tengahnya ke M1 sebagai wujud kekecewaannya.

    Tampaknya ada kendala serius dalam manajemen proyek. Bahkan motor balap terbaik pun butuh manajemen yang profesional. Larangan turun ke lintasan pada dua tes pramusim yang penting jelas memberikan citra buruk bagi Yamaha, yang pernah dianggap sebagai proyek unggulan di paddock selama era MotoGP modern…

    Efek ke Toprak Razgatlioglu

    Situasi ini jelas jadi ujian berat buat Toprak Razgatlioglu. Gabung ke tim satelit seperti Pramac Racing dengan basis motor Monster Energy Yamaha MotoGP yang lagi bermasalah bukan perkara enteng. Kalau tim pabrikan saja masih pusing cari solusi soal top speed dan sasis, apalagi tim satelit yang biasanya dapat update lebih lambat. Artinya, Toprak bukan cuma harus adaptasi dari gaya balap WorldSBK ke MotoGP, tapi juga dipaksa berjuang dengan paket motor yang belum sepenuhnya kompetitif.

    Toprak Razgatlioglu - Jack Miller
    Toprak Razgatlioglu – Jack Miller – Yamaha Pramac

    Buat rider Turki itu, ini seperti menghadapi dua PR sekaligus: adaptasi teknik dan mental di level baru, plus memaksimalkan motor yang masih banyak tanda tanya. Tantangannya dobel, tekanannya juga dobel. Tapi di situlah menariknya cerita Toprak…kalau dia bisa tetap kompetitif di tengah kondisi seperti ini, value-nya bakal makin naik dan pembuktiannya terasa jauh lebih β€œmahal.”

    Keputusan mem’pensiun’kan M1 inline4 untuk beralih ke mesin V4, terbukti justru lebih merugikan. Atau dengan kata lain ‘lebih banyak mudhorotnya ketimbang manfaatnya’. Mungkin baru pada 2027 ketika mesin diubah menjadi 850cc, Yamaha bisa kembali membalikkan keadaan. Dimana dulu mereka adalah pabrikan tersukses ke-2 di MotoGP setelah Honda.

    BTW, seri perdana MotoGP musim 2026 akan dibuka di Sirkuit Chang Buriram (GP Thailand) pada 27 Februari hingga 1 Maret mendatang.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini