RiderTua.com – Marc Marquez punya karakter seperti ‘Madonna’, siapa yang bilang..? Salam gas-pol rem-pol untuk pembaca setia RiderTua. Mantan pembalap asal Italia Marco Lucchinelli juga hadir dalam acara Penghargaan Caschi d’Oro (helm emas) beberapa hari yang lalu. Saat diwawancarai, pria berusia 71 tahun itu mengenang masa-masanya sebagai pembalap dan membandingkannya dengan era MotoGP sekarang.
Sambil tersenyum Lucchinelli mengatakan, “Selalu menyenangkan berada di tempat yang penuh dengan motor, di mana kita bisa merasakan gairahnya. Dan saya masih punya banyak gairah. Momen yang paling saya kenang adalah tatkala saya menjadi juara dunia. Tapi tahun sebelumnya, 1980, juga tidak kalah penting.”
Marco Lucchinelli: Marc Marquez Punya Karakter Seperti ‘Madonna’, Ingin Merasakan Menjadi Orang Nomor 1 di Dunia dan Punya Lebih Banyak Gelar Dunia Dibandingkan Rossi

Marco Lucchinelli menambahkan, “Selain itu saya juga sangat puas ketika memenangkan balapan Superbike pertama atau memenangkan Gelar Dunia sebagai manajer bersama Remo Arrosti pada 1990. Ada banyak sekali momen penting. Tapi puncaknya jelas ketika menjadi Juara Dunia.”

Julian Simon: Marc Marquez Berhasil Menghancurkan Pecco Bagnaia
Bukan soal kecepatan tapi juga sikap dan mentalitasnya. "Bahkan saat dia terjatuh…
Kemudian legenda Suzuki RGB500 itu membandingkan generasinya dengan pembalap saat ini. “Pembalap dari generasi saya cukup beruntung dapat langsung mengikuti perkembangan banyak hal dengan cermat. Awalnya kami balapan dengan mesin 2-tak dan kemudian beralih ke 4-tak. Ketika saya mulai balapan, bahkan ban slick belum ada,” ungkapnya.
Menurutnya dunia balap banyak berubah dan berkembang pesat. “Kami cukup beruntung dapat mencoba banyak hal. Pembalap zaman sekarang punya segalanya dalam satu paket, karena dibantu elektronik dan teknologi canggih. Selain itu mereka benar-benar profesional, hidup dari balapan dan hanya fokus pada hal itu. Berbeda dengan kami, yang sampai saya berusia 20 tahun saya juga ‘nyambi’ bekerja sebagai operator ekskavator,” ungkap Lucchinelli.

Ketika Lucchinelli ditanya, apakah ada pembalap zaman sekarang yang mengingatkannya pada dirinya sendiri? Dia menjawab, “Tidak ada. Yang sering dikalahkan justru pembalap yang tergolong ‘unik’, seperti Casey Stoner misalnya. Dia berbakat, bakat yang unik. Tetapi di awal karir, saya sempat merasa sedikit mirip seperti Marc Marquez atau Valentino Rossi. Karena di balapan pertama saya di Le Mans, saya start dari barisan depan dan finis di 3 besar. Untuk debut itu luar biasa. Kemudian saya agak kehilangan arah di tengah jalan.”
Terkait Marquez yang kini berstatus sebagai juara bertahan, Lucchinelli mengatakan, “Tidak diragukan lagi, Marc Marquez luar biasa. Bukan berarti yang lain tidak cepat, tetapi dia sangat cepat sejak pertama kali terjun di kejuaraan dunia, sejak awal. Kecuali 2 tahun ketika lengannya cedera. Dan dia punya karakter ‘seperti Madonna’ dan ingin merasakan menjadi nomor 1 di dunia serta memiliki lebih banyak gelar daripada Valentino. Jika dia berhasil, dia akan mencapai sesuatu yang hanya bisa disebut ‘keajaiban’, karena dia harus melawan semua pembalap terbaik. Itu pantas diakui,” pungkas Lucchinelli.

Efek Domino Ducati & Marc Marquez: Alex Terdesak ke KTM, Acosta Siap Masuk?
Pada musim panas 2025, manajemen Ducati Corse sebenarnya sudah memutuskan bahwa Alex…






