RiderTua.com – Hai Sobat RiderTua, balik lagi kita bahas dunia balap. Pada 2019 Jorge Lorenzo memutuskan pensiun dari MotoGP setelah meraih 3 gelar dunia. Setelah itu, dia menjadi komentator MotoGP dan juga membuat podcast ‘Duralavita’. Dan akhir tahun lalu, Lorenzo menjadi pelatih untuk Maverick Vinales (tim Tech3 KTM MotoGP) dan pembalap Talent Cup yang masih berusia 14 tahun Victor Cubeles.
Lorenzo mengaku bahagia, tapi terkadang dia merindukan beberapa hal dari dunia balap. “Biasanya kita cenderung mengabaikan hal-hal buruk ketika mengenang sama lalu, padahal ada juga hal-hal yang sulit dan tidak menyenangkan. Cedera, tekanan, dan risiko. Saya juga cukup beruntung menjadi salah satu pembalap yang banyak menang dan karier saya sangat indah. Sensasi luar biasa yang memacu adrenalin ini sulit digantikan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, saya bahagia 80 atau 90 persen setiap hari dalam hidup saya. Kita tidak bisa memiliki semuanya,” ujar mantan pembalap asal Mallorca Spanyol itu.
Jorge Lorenzo: Seandainya Dulu Mick Doohan atau Max Biaggi Menjadi Penasihatku, Saya akan Mencapai Hasil yang Lebih Baik

Terkait pekerjaannya sebagai pelatih Maverick Vinales, Jorge Lorenzo mengatakan, “Sepanjang hari kita memikirkan bagaimana cara membantu mereka, tetapi itu sangat bermanfaat dan menyenangkan. Mereka harus bekerja keras dan memanfaatkan setiap jam dalam sehari dengan sebaik mungkin. Mereka fokus untuk menjadi lebih baik. Jika mereka berhasil meningkatkan kemampuan 1 persen setiap pekan, mereka akan menjadi tak terkalahkan di masa depan.”

Jorge Lorenzo: Gaya Balap Marc Marquez Menyerupai Gaya Balap Saya, Sangat Halus dan Presisi!
Sebaliknya, Marc Marquez terjun ke MotoGP dengan gaya balap yang agresif dan…
Berdasarkan pengalamannya, Lorenzo yakin jika dia punya pelatih dia akan tampil lebih maksimal. “Saya yakin seandainya dulu Mick Doohan atau Max Biaggi memberi nasihat dan masukan kepada saya, saya akan mencapai hasil yang lebih baik lagi. Mereka menjalani karier yang berbeda, masalah yang berbeda, keadaan yang berbeda, situasi yang 90 persen mungkin akan saya hadapi di masa depan, dan 10 persennya dapat mereka bantu persiapkan. Kita akan lebih mengantisipasi segalanya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa hanya satu-satunya hal yang lebih baik daripada belajar dari kesalahan sendiri adalah belajar dari kesalahan orang lain,” jelas pria yang kini berusia 39 tahun itu.

Soal terget jangka pendek, Lorenzo tak mau muluk-muluk. “Tidak akan mudah untuk melihat perubahan radikal hanya dalam beberapa bulan, tetapi kami bekerja sangat keras selama musim dingin ini. Saya rasa cedera Maverick sudah pulih sepenuhnya. Pada level ini, peningkatan 1 persen saja dapat membuat perbedaan antara finis di posisi ke-7 atau bersaing untuk memperebutkan podium atau bahkan finis di 5 besar. Semakin lama waktu berlalu, semakin terlihat peningkatan dan evolusinya,” ungkapnya.

Jorge Lorenzo: Bagi Pembalap Perubahan Kecil Pada Aturan atau Motor akan Sangat Berpengaruh
"Anehnya, saya menikmatinya lebih dari yang saya duga. Saya tahu saya suka…
Soal prinsip hidupnya Lorenzo menjelaskan, “Ada pepatah yang mengatakan bahwa disiplin mengalahkan bakat ketika kita tidak punya bakat. Bahkan orang yang paling bodoh sekalipun, jika disiplin, akan selalu belajar dan berkembang. Di sisi lain, jika kita punya bakat luar biasa tetapi hanya duduk di sofa dan sedikit berlatih, maka peningkatannya juga sedikit. Jika ada seseorang yang sangat berbakat dan sangat pekerja keras seperti Michael Jordan, Michael Schumacher, dan Cristiano Ronaldo yang berbakat dan sangat pekerja keras, mereka akan berkembang dan menjadi salah satu yang terbaik dalam sejarah.”

Apa prediksi Lorenzo untuk para pembalap Spanyol di MotoGP? “Alex Marquez kembali mengejutkan semua orang di Sepang dengan menjadi yang tercepat, setengah langkah di depan Marc Marquez dan Pecco Bagnaia. Ini menegaskan bahwa Alex akan kembali kompetitif. Fermin Aldeguer kurang beruntung (patah tulang paha), begitu pula Jorge Martin dengan cedera tulang selangkanya. Dan Pedro Acosta serta Maverick mengendarai KTM yang masih harus dilihat, apakah mampu bersaing melawan Ducati dan Aprilia. Dua pembalap Spanyol yang tampaknya saat ini paling berpeluang memenangkan Gelar Dunia adalah Marc Marquez dan adiknya,” pungkas putra Chicho Lorenzo itu.

Pecco Bagnaia ke Aprilia? Yang Dikatakan Jorge Lorenzo Benar, yang Diingat Hanya Balapan Terakhir
Saat menjalani tes Sepang pekan lalu, Pecco terlihat cukup nyaman dengan Desmosedici…






