RiderTua.com – Apa kabar Bro-Sis? Ada info seru nih dari meja redaksi RiderTua, tak seperti tahun lalu dimana Pecco Bagnaia berhasil memenangkan 11 balapan, musim ini berjalan ‘aneh’ bagi rider tim pabrikan Ducati Lenovo itu. Di awal musim, dia tampil cukup bagus dengan konsisten meraih podium dan 1 kemenangan di GP Amerika. Namun dia tak menemukan feel yang tepat terhadap motornya, dan hal inilah yang bikin Pecco kesal.
Pecco dan timnya pun mencoba melakukan perubahan-perubahan kecil dan mengutak-atik set-up GP25 miliknya. Namun bukannya meningkat tapi performanya justru naik turun secara drastis. Setelah gagal mencetak poin di GP Misano, juara dunia MotoGP 2 kali itu mendominasi balapan akhir pekan di GP Jepang dengan menyapu bersih 2 kemenangan dan juga meraih pole position. Tapi dua pekan kemudian, balapan akhir pekan di Mandalika berubah menjadi bencana. Kemudian dia sempat menang dalam sprint di Sepang, tapi rider berusia 28 tahun itu tidak mampu menyelesaikan balapan utama hingga akhir musim di Valencia.
Pecco Bagnaia: Masalah Saya Bukan di Pengereman, Melainkan Fase Saat Masuk Tikungan

Apa yang menjadi masalah utamanya? Francesco Bagnaia menjelaskan, “Pengereman di lintasan lurus sebenarnya masih sangat mirip dengan tahun lalu. Tetapi perbedaan terbesarnya adalah ketika memasuki tikungan. Dulu, saya punya kemampuan untuk menghentikan motor sambil tetap dalam posisi miring. Dan hal itulah yang saya rasakan hilang sepanjang musim, terutama ketika saya berada di belakang pembalap lain atau saat mengikuti pembalap lain.”
Pecco menegaskan bahwa ketika melakukan pengereman lurus di belakang pembalap lain dan saat berada di slipstream, kemampuan untuk menghentikan motor saat fase masuk tikungan menjadi jauh lebih penting. “Saat mengikuti pembalap lain, slipstream di belakang pembalap lain tidak membantu kita menghentikan motor. Dan kalau kita tidak mampu menghentikan motor dengan sudut kemiringan yang tepat, kita akan celaka. Jadi, inilah masalah saya,” ungkap murid legenda Valentino Rossi itu.

Pecco melanjutkan, “Tahun lalu saya mampu mengerem dengan sudut kemiringan yang lebih besar. Saya mampu mengontrol banyak selip dan memaksa motor melakukan hard braking di bagian akhir untuk mengurangi kecepatan. Semua hal yang biasa saya lakukan tahun lalu, tidak mampu saya lakukan musim ini.”
Tahun lalu, Pecco Bagnaia berhasil memenangkan 2 Sprint dan 2 Grand Prix. Dia menyelesaikan musim pertamanya menjadi rekan setim Marc Marquez di peringkat 5 dalam klasemen, karena 8 kali gagal mencetak poin dalam 10 balapan terakhir.







