RiderTua.com – Bro-Sis RiderTua & MotoGP lovers, kali ini kita bahas MotoGP 850cc. Dimana kita akan dengar bagaimana pendapat ‘Capirex’.. BTW, Dengan memanfaatkan pengalaman sebagai pembalap, Loris Capirossi bersama Valentino Rossi dan Kenny Roberts Jr. menjadi 3 tokoh kunci yang mempelopori pembentukan Komisi Keselamatan di MotoGP.
Capirossi mengungkapkan bahwa insiden crash yang dialami Daijiro Kato di sirkuit Suzuka pada 2003 yang menyebabkan rider Jepang itu meninggal dunia, menandai titik balik dalam sejarah MotoGP era modern. “Setelah kecelakaan Kato di Suzuka, kami tahu keadaan tidak bisa terus seperti itu,” tegasnya.
Loris Capirossi, MotoGP 850cc: Tenaga Motor yang Lebih Rendah Bukan Berarti Balapan Menjadi Kurang Seru

Sejak saat itu, Komisi Keselamatan selalu bertemu setiap hari Jumat sebelum Grand Prix untuk menganalisis sirkuit secara detail. Mereka meninjau semuanya, mulai dari area run-off, kerb/trotoar, racing line, hingga gravel/kerikil. Menurut Loris Capirossi, detail-detail kecil ini bisa menentukan apakah pembalap hanya tergelincir dan justru terlempar keras saat mengalami crash. “Ini seperti parlemen keselamatan bagi para pembalap,” tegas mantan pembalap asal Italia itu.
Safety Commission pernah membuat satu keputusan sulit yakni mencoret Suzuka dari kalender MotoGP. “Itu adalah trek kandang Honda, sirkuit legendaris, tetapi terlalu berbahaya. Secara politis itu adalah keputusan yang sangat sulit, tetapi diperlukan. 2 dekade lalu level keselamatan saat ini adalah sesuatu yang tidak terpikirkan, namun proses peningkatan keselamatan tidak pernah berhenti. Setiap kecelakaan dianalisis. Kami selalu belajar,” ungkap Capirossi.

BTW, Capirossi pernah menjadi pembalap Ducati pada 2003. Menurutnya Desmosedici adalah ‘monster’. Bertenaga, ekstrem, tapi dirundung masalah sejak awal. Meski begitu, Desmosedici GP adalah sebuah revolusi dibandingkan dengan motor 500cc yang lama. “Kaki saya terbakar di Mugello dan saya menguji 5 sasis berbeda dalam satu kali pengetesan, karena motornya tidak mau berjalan lurus,” ungkapnya sambil tertawa.
Capirossi mengaku bahwa dirinya sangat menyukai aerodinamika modern. “Saya benar-benar menyukai winglet, 100 persen. Itu adalah evolusi sejati,” katanya sambil mengaku bahwa dia berencana akan memasang winglet pada skuternya.

Mulai 2027, MotoGP akan menggunakan motor 850cc, aerodinamika banyak dikurangi, dan dilarang menggunakan ride height device. Berdasarkan simulasi awal, catatan waktu akan lebih lambat antara 1,5 dan 2,5 detik, tergantung pada sirkuitnya.
Menurut Capirossi, pengurangan ini tidak akan menimbulkan masalah justruΒ bisa menjadi peluang. “Tenaga yang lebih rendah bukan berarti balapan menjadi kurang seru. Motor akan lebih lincah, dan pembalap harus bekerja lebih keras. Teknologi selalu menemukan jalannya. Kita bisa memperlambatnya untuk sementara waktu, tetapi kita tidak bisa menghentikannya,” pungkas Kepala Safety Commission MotoGP itu.
Menurut penulis (RiderTua), meskipun regulasi MotoGP 2027 mamakai mesin yang leboh kecil (850cc) yang diprediksi bakal memangkas kecepatan hingga 2,5 detik, esensi balapan tak akan pernah pudar karena motor yang lebih lincah justru menuntut kerja keras ekstra dari para rider… Jadi apakah tetap menarik? bisaa..lihat saja Moto3… !!






