RiderTua.com – Bro-Sis pembaca RiderTua sekalian… Sebagai mantan juara dunia WSBK (2014), Sylvain Guintoli sangat senang Toprak Razgatlioglu akan menjalani debutnya di MotoGP tahun ini setelah meninggalkan Superbike sebagai Juara Dunia pada 2025.
“Musim depan akan sangat berbeda bagi Toprak. Karena ban dan ride height device (perangkat penyesuaian ketinggian motor), motor MotoGP harus dikendarai secara berbeda (dari motor Superbike). Ini juga tentang beradaptasi dengan paket yang berbeda,” ujar pembalap yang kini menjadi reporter MotoGP itu.
Sylvain Guintoli: Dengan Ban Pirelli, Toprak Razgatlioglu akan Menjadi ‘Senjata’ yang Ampuh Pada 2027

Bagaimana kesan Sylvain Guintoli terhadap Toprak Razgatlioglu? “Dia adalah talenta hebat. Toprak adalah salah satu orang yang dapat menciptakan keajaiban dan melakukan hal-hal di atas motor yang tidak dapat dilakukan orang lain. Dia berbakat, dia memiliki bakat yang benar-benar istimewa,” tegas pembalap yang baru saja kehilangan putranya itu (Luca Guintoli meninggal pada Agustus 2024 karena kanker).
Apa yang bisa dilakukan Toprak dengan Yamaha M1 V4 yang baru? “Sulit untuk diprediksi. Tentu saja ada banyak hal yang harus dia pahami dan pelajari, dan kita juga belum tahu seberapa kompetitif paket Yamaha nantinya. Jadi itu masih menjadi tanda tanya,” jawab Guintoli.

Pada 2027, ada perubahan besar pada motor MotoGP ketika regulasi yang baru mulai diberlakukan. “Saya rasa pada 2027 jelas DNA ban Pirelli sangat cocok dengan gaya balapnya. Dan kita tahu, seberapa cepat Toprak bisa melaju dengan katakanlah motor yang lebih konvensional, tanpa ride height device seperti di Superbike. Jadi menurutku pada 2027, dia akan menjadi ‘senjata’ yang ampuh. Musim depan masih menjadi tanda tanya dalam hal ‘seberapa cepat dia bisa beradaptasi?’ Tetapi jelas, Toprak memiliki bakat yang luar biasa. Dia adalah salah satu pembalap istimewa,” ujar Guintoli optimis.
Apakah menurutnya Toprak akan mampu menyabet gelar sebagai rookie terbaik melawan rookie dari tim LCR Honda sekaligus juara dunia Moto2 2025 Diogo Moreira? Dan apakah Toprak mampu banyak belajar tentang MotoGP?

“Kita lihat saja. Saya sangat berharap dia langsung kompetitif sejak awal, tetapi itu akan menjadi pertanyaan besar. Masa transisi tidaklah mudah, dan kita harus menggunakan motor dengan cara yang sangat berbeda. Akankah dia bisa unggul dalam fase berkendara yang sama seperti saat dia tampil hebat bersama BMW di Superbike? Akankah dia mampu mengulanginya dan mendapatkan keuntungan di MotoGP melawan pembalap MotoGP lainnya? Saya tidak tahu. Itulah yang akan kita cari tahu. Toprak sendiri tahu bahwa awalnya mungkin akan sulit, tetapi sungguh prospek yang menarik untuk melihatnya tampil di MotoGP,” pungkas rider asal Prancis berusia 43 tahun itu.






