RiderTua.com – Marc Marquez adalah Max Verstappen-nya MotoGP… Sejak 1 Januari 2026, Guenther Steiner secara resmi menjadi CEO tim Tech3 yang berkolaborasi dengan pabrikan KTM di MotoGP. Sebagai mantan direktur tim Haas di Kejuaraan Dunia Formula 1, dia sedikit membandingkan MotoGP dengan F1. “Ini adalah salah satu olahraga yang selalu saya sukai karena sangat seru. Balapannya luar biasa dan bakat para pembalap benar-benar bersinar,” ujarnya.
Steiner melajutkan, “Di MotoGP, ketergantungan pada pembalap jauh lebih besar daripada di Formula 1. Di MotoGP, mereka duel satu lawan satu di atas motor. Sungguh menakjubkan, melihat ketika mereka begitu dekat. Sedangkan untuk teknologinya, motor-motornya seperti ‘monster’. Saya selalu menyukai MotoGP, tetapi saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk terlibat. Sekarang kesempatan itu datang, dan saya berkata, ‘Mari kita coba’.”
Pemilik Tim Tech3: Marc Marquez adalah Max Verstappen-nya MotoGP, Valentino Rossi Unik dan Karakter Sejati yang Bisa Melakukan Apa Saja di Atas Motor

Guenther Steiner mengambil alih tim Tech3 dari Herve Poncharal, tetapi Poncharal tidak sepenuhnya meninggalkan paddock MotoGP. Selama tahun pertama Steiner di MotoGP, dia akan mendampinginya dan bertindak sebagai konsultan untuk membantu membimbing Steiner dan manajer tim yang baru Richard Coleman. “Herve, orang hebat dengan banyak pengalaman. Dia sudah lama berkecimpung di bidang ini dan kehadirannya bersama kami di tahun 2026 merupakan keuntungan besar bagi kami,” ujar Steiner.
Pada musim 2025, dua pembalap tim Tech3 Maverick Vinales dan Enea Bastianini tampil cukup mengesankan. Meskipun belum mampu meraih podium, namun Vinales tampil cukup impresif musim ini sebelum dibekap cedera. Hasilnya terbaiknya adalah finis ke-4 di Jerez, sementara Bestia berhasil meraih podium di GP Catalunya setelah finis ke-3.
Apakah mereka dapat melanjutkan performa bagus ini dan mencoba meraih kemenangan tahun depan? “Kesuksesan tidak terjadi dalam semalam. Akan membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun untuk membangun semuanya dan memantapkan posisi kita. Saya sangat menghormati MotoGP. Ada banyak orang hebat dengan pengalaman bertahun-tahun. Kita tidak bisa membeli pengalaman, itu membutuhkan waktu,” tegas Steiner.

Sebagai tim satelit, apakah Steiner yakin akan mampu bersaing memperebutkan gelar dunia? “Di MotoGP, tim satelit dapat memenangkan Juara Dunia. Juara dunia 2024 (Jorge Martin) tidak memiliki motor Ducati spek pabrikan, dia hanya dibekali Ducati dari tim pribadi. Itu menunjukkan betapa terbuka dan kompetitifnya dunia ini. Jika kita melakukan pekerjaan dengan baik, kita bisa menang,” jawabnya optimis.
Apa yang dapat Steiner berikan kepada MotoGP mulai 2026? “Yah, saya dapat memberikan hampir 40 tahun pengalaman di dunia motorsport. Tetapi saya harus memahami terlebih dulu, apa yang mungkin dibutuhkan MotoGP dari saya. Saya akan menghabiskan 6 bulan pertama untuk belajar, sebelum mengatakan apa yang perlu diubah. Karena orang-orang di MotoGP telah melakukan semua ini untuk waktu yang lama, dan saya sangat menghormati hal itu,” ujarnya.

BTW, Guenther Steiner menyebutkan pembalap MotoGP terbaik versinya dan bahkan membandingkan salah satunya dengan pembalap F1 legendaris. “Bagi saya, Marc Marquez dan Valentino Rossi adalah yang terbaik. Marc adalah Max Verstappen-nya MotoGP, dia memiliki keunggulan itu, mungkin sedikit lebih baik. Dan Valentino, dia unik dan karakter sejati yang bisa melakukan apa saja di atas motor,” pungkasnya.






