RiderTua.com – Bro…Mulai musim 2028, ada rencana menarik nih.. Moto3 akan mengalami revolusi besarr dengan bertransisi menjadi seri satu merek (one-make series) 100%..!! Perubahan signifikan ini bertujuan menyamakan peluang dan menurunkan biaya kompetisi… Yamaha didapuk menjadi pemasok tunggal, di mana semua tim wajib menggunakan sasis dan mesin yang sama untuk semua pembalap. Mesin yang dipilih adalah unit berbasis Yamaha R7, menandai era baru yang menjanjikan persaingan super ketat dan fokus penuh pada bakat pembalap…
Untuk masa depan Moto2 dan Moto3 semakin jelas arahnya menjadi seri pendukung (feeder) bagi MotoGP. Ini pada dasarnya bukan hal baru, karena filosofi Dorna, yang semakin diperkuat oleh kehadiran Liberty Media, sudah sejak lama terlihat… baik Moto2 dan Moto3 tidak akan menghilang, tetapi mereka akan semakin menjadi kategori “satu merek”, yang secara khusus ditujukan untuk mencetak pembalap yang suatu hari nanti akan berlomba di MotoGP…

Disebut sebagai ‘Filosofi Akademi’
Dalam konsep ini, peran pabrikan akan terbatas pada fungsi sebagai ‘Akademi’.. Sebuah konsep yang agak mirip dengan Formula 2 dan Formula 3 terhadap Formula 1, di mana tim motorsport tingkat atas mempercayakan pembalap muda mereka kepada tim yang sudah ada…
Baik Moto2 dan Moto3 hanya bersifat sebagai kelas pembinaan… tidak lebih dari itu, sepertinya kelas pemula dan menengah itu akan sepenuhnya didorong ke arah regulasi “satu merek”…
Moto3 Menuju Satu Merek Secara Total
Bukan hal baru… sebenarnya Moto2 telah menjadi seri satu merek selama bertahun-tahun, dengan fokus sekarang secara eksklusif pada sasis dan suspensi…. Sementara mulai tahun 2028, Moto3 akan menjadi seri satu merek 100%!! dengan sasis dan mesin berbasis Yamaha R7.. yang sama untuk semua tim…

Tim dan kepala mekanik yang jago akan mampu membuat perbedaan, tapi kelas ini perlahan menjauh dari kategori yang dulu punya bobot teknis kuat, selain nilai sportivitas yang masih jelas terlihat..
Filosofi ini untuk para tim di dua kelas tersebut terasa seperti dipaksa ‘pilih terima atau tinggalkan saja’, dan sejauh ini telah diterima dengan cukup pasrah dalam beberapa tahun terakhir.. Hal ini juga menyebabkan rasa tidak berdaya atas beberapa insiden, di mana tidak hanya kurangnya perhatian yang dirasakan dibandingkan di MotoGP, tetapi kadang seperti ada unsur kelalaian…
Anak Tiri…. Kurang Diperhatikan…
Misalnya kita ambil contoh yang terjadi pada sesi latihan bebas Moto2 pertama di Valencia, dengan para pembalap berlomba di lintasan meskipun tikungan basah dan berbahaya, dimana Adrian Huertas dan Ayumu Sasaki tahu tentang hal ini.. sangat berbeda dengan pendekatan (perlakuan) super hati-hati terhadap kelas premier pada hari Selasa berikutnya di Test MotoGP, ketika sesi dihentikan karena alasan serupa….

Lalu kejadian berikutnya di Sepang: Crash yang terjadi antara Jose Antonio Rueda dan Noah Dettwiler? Insiden itu sudah terkenal, tetapi kurang dikenal fakta bahwa beberapa talenta Moto3, yang sedang menjalani dua kali sighting lap, kemudian melewati bagian yang bermasalah, menyaksikan dengan mata kepala sendiri para petugas medis sedang berusaha menyelamatkan dua pembalap yang terlibat itu…
Tidak ada satu pun dari mereka yang ingin melanjutkan balapan… apalagi setelah menunggu dua jam tanpa kepastian dan berbagai kabar simpang siurr…. Namun keinginan itu tidak digubris oleh mereka yang punya wewenang…






