Pecco Bagnaia: Targetnya Meningkatkan Keunggulan Atas Jorge Martin

Pecco Bagnaia - Jorge Martin

RiderTua.com – Memasuki GP Qatar, pemimpin klasemen Pecco Bagnaia unggul 14 poin atas Jorge Martin. “Hal terpenting adalah finis di depan Martin. Itu adalah pertama kalinya sejak Austria saya mengalahkannya dengan skor yang setara. Saya senang dengan hal itu dan penting untuk melakukan itu sebelum Qatar,” tegas pembalap pabrikan Ducati yang mampu mengalahkan rival semereknya asal Spanyol di Malaysia pekan lalu itu (dalam perebutan posisi ke-3 dalam balapan hari Minggu).

Dengan dua balapan tersisa di akhir pekan, sang juara bertahan tahu apa yang harus dilakukan. “14 poin tentu saja lebih baik dari tidak sama sekali, dan lebih baik ketimbang tertinggal. Namun selisihnya juga tidak terlalu banyak. Di musim normal dengan satu balapan (per akhir pekan), ini akan menjadi keunggulan yang bagus untuk dikelola. Namun dengan 37 poin yang diberikan setiap akhir pekan, itu hanyalah keunggulan yang sangat kecil,” imbuh rider asal Turin Italia itu.

Pecco Bagnaia: Targetnya Meningkatkan Keunggulan Atas Jorge Martin

Perhitungannya jelas, Francesco Bagnaia harus mengumpulkan total 23 poin lebih banyak di Qatar dibandingkan penantangnya Jorge Martin agar bisa dipastikan menjadi juara dunia lebih awal sebelum final di GP Valencia (26 November).

“Ini adalah trek di mana kami selalu kompetitif secara fundamental. Tetapi ini juga akan menjadi hal baru bagi semua pembalap, dengan aspal baru,” kata Bagnaia mengacu pada Sirkuit Losail Doha.

Klasemen MotoGP Malaysia
Klasemen MotoGP Malaysia

Murid Valentino Rossi itu menambahkan, “Di Malaysia akhirnya kami berhasil tampil cepat mulai hari Jumat dan kami kembali ke posisi terdepan, sesuatu yang belum pernah kami raih sejak Barcelona. Penting untuk mencoba hal yang sama lagi di Qatar. Keunggulan 14 poin tidaklah banyak, jadi targetnya adalah meningkatkan keunggulan atas Jorge.”

Muncul pertanyaan, apakah rekan setimnya Enea Bastianini bisa memberi pengaruh besar dalam perebutan gelar? Peringkat 3 di Kejuaraan Dunia 2022 itu secara mengesankan kembali ke puncak dengan kemenangan pertamanya sebagai pembalap pabrikan pekan lalu di Sepang, setelah menahan diri untuk tidak bermanuver melawan Bagnaia dalam sprint race sehari sebelumnya.

Bastianini menjawab, “Saya bekerja untuk sebuah tim, saya bekerja untuk Ducati. Pada hari Sabtu, tidak penting bagiku untuk menyalip Pecco. Saya memilih untuk tetap berada di belakangnya karena dia bertarung untuk Gelar Dunia, saya bertarung untuk apa pun. Tapi ketika saya melihat pada hari Minggu bahwa saya cukup kompetitif untuk memenangkan balapan, itulah yang saya pikirkan.”

“Saya di sini untuk menjadi cepat, tetapi kadang-kadang juga untuk bekerja demi kemenangan tim. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tapi saya berada di tim Ducati Lenovo dan saya juga bekerja untuk mereka,” imbuh rider asal Rimini Italia itu.

Bastianini memasuki GP Qatar sebagai pemenang tahun lalu. “Di Sepang, beban di pundakku seakan terangkat, sekarang saya merasa lebih bebas. Saya bersenang-senang di atas motor lagi dan hasilnya saya juga cepat. Dulu saya pernah melaju kencang di Qatar. Saya memenangkan balapan MotoGP pertamaku di sini tahun lalu. Saya tidak tahu apakah saya bisa melakukannya lagi, tapi saya pasti ingin mencobanya,” pungkas pembalap berusia 25 tahun itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *