RiderTua.com – Tak terduga, Pol Espargaro mampu finis ke-6 di sprint race GP Austria yang merupakan balapan kandang untuk GasGas dan KTM. Ini merupakan balapan keduanya usai cedera parah dan beristirahat selama 4,5 bulan.
Rider berusia 32 tahun itu mengatakan, “Butuh waktu lama sebelum akhirnya saya mencapai hasil bagus lagi tahun ini. Tapi saya cukup senang. Sebelum start saya berkata kepada timku, ‘hari ini akan menjadi balapanku!’ Karena kemarin saya melakukan yang terbaik untuk mempersiapkan sprint ini dan di sesi latihan ketiga.”
“Saya tahu bahwa sebagian besar poin dicetak pada hari Minggu. Namun di saat yang sama, balapan besok akan berlangsung selama 28 lap. Dan saya merasa, saat ini saya masih terlalu lemah untuk full race. Tapi saya yakin, karena saya bisa kompetitif selama 14 lap pada hari Sabtu,” imbuh Pol.
Hasil yang cukup memuaskan karena 3 motor Pierer Mobility masuk 6 besar di sprint race GP Austria bahkan Brad Binder (Red Bull KTM) mampu naik podium setelah finis ke-2. Balapan dalam 14 lap tersebut dimulai dengan awal yang menjanjikan. Pol Espargaro terkejut setelah mampu finis di posisi ke-6.
“Sayang sekali saya tidak melakoni kualifikasi 1 dengan baik. Tidak buruk, tetapi dengan waktu idealku sebenarnya saya bisa mencapai Q2. Dalam situasi yang penuh tekanan ini, saya tidak dapat langsung ke inti masalah karena tubuh saya yang cedera tidak bisa bereaksi secepat sebelum crash di Portimao. Butuh beberapa saat agar otot kembali berfungsi optimal. Di beberapa tempat saya masih kurang fit, terutama di area leher,” kata Pol yang finis ketiga di Q1.
Pasalnya pada hari Jumat dalam sesi FP2 di Portugal pada 24 Maret, pembalap Spanyol itu mengalami tiga patah tulang belakang dan dua patah tulang belakang toraks, serta patah rahang, tangan patah, dan paru-paru memar.
“Pemulihan saya akan memakan waktu, tapi setidaknya saya bisa bersaing di balapan lagi dan meningkat di seri berikutnya,” jelas suami Carlota Bertran itu.
Usai sprint, sang kakak Aleix Espargaro menuntut bahwa para eksekutif KTM harus mengingat pencapaian Pol pada musim 2017 hingga 2020 dan sekarang tidak mendesaknya bersaing melawan Augusto Fernandez untuk memperebutkan tempat kedua di tim GASGAS pada 2024 bersama Pedro Acosta.
Pol mengungkapkan, “Saya mengerti mengapa Aleix mengatakan itu, karena dia adalah kakakku. Dia menyayangiku. Tetapi saya juga mengerti ketika media berbicara tentang tempat saya, karena saya memiliki kontrak dengan Pierer Mobility untuk tahun 2024. Dan jelas, setelah kita beberapa kali absen balapan dan tidak tampil baik, ada banyak pembalap muda berbakat yang ingin ‘mencuri’ tempat kita dan ingin menunggangi motor kita. Itu bagian dari kesepakatan dan normal.”
“Tidak masalah. Saya harus menghadapi kenyataan ini sepanjang hidupku. Saya sudah berkecimpung di dunia balap selama 15 tahun. Saya memahami semua posisi dan pendapat orang, terutama dalam lingkungan yang kompetitif. Dan saya yakin, memang harus begitu! Karena penonton ingin melihat pembalap terbaik dunia,” jelas pembalap dari tim GASGAS Tech3 itu.
“Ya, saya memiliki kontrak untuk 2024. Tapi itu tidak dipedulikan oleh fans. Mereka hanya ingin melihat balapan terbaik. Penting bagi kita untuk mengetahui apa yang kita miliki, kita harus puas dan santai. Saya selalu berusaha sebaik yang saya bisa, saya juga dikelilingi oleh orang-orang baik Borja, Homer dan tentu saja oleh istri superku Carlota. Selebihnya tidak penting bagiku,” tegas Pol.
Apa pendapat Pol tentang persaingan antara dia dan Augusto Fernandez untuk memperebutkan tempat kedua di GASGAS 2024? “Ya, kita tahu Stefan Pierer, dia seperti hiu. Dia menginginkan pembalap-pembalap terbaik di motornya, saya sangat mengerti itu. Saya pasti akan berusaha untuk menjadi pembalap terbaik,” jawab Pol.
Pol melanjutkan, “Terlepas dari keterbatasan kesehatanku, saya akan berusaha. Saya memiliki kontrak 2 tahun. Meski demikian, saya akan melakukan yang terbaik seperti hari ini. GP Misano akan segera hadir. Ini adalah trek yang sangat saya kuasai. Di sana saya bisa sangat-sangat cepat. Saya akan melakukan segalanya untuk finis di Italia dalam posisi yang baik.”
Apakah mungkin bisa meraih podium? “Saya akan mencoba,” pungkas Juara Dunia Moto2 2013 itu, yang start dari posisi ke-13 di grid Red Bull Ring tetapi harus turun ke posisi ke-16 (penalti turun 3 posisi) pada race hari Minggu karena insiden dengan Marc Marquez pada hari Jumat.
RiderTua.com - Setelah Aleix Espargaro pensiun, Johann Zarco akan menjadi pembalap tertua di MotoGP pada 2025. Rider asal Prancis itu memulai…
RiderTua.com - GWM Ora menjadi satu-satunya merek yang belum dijual oleh Great Wall Motor di Indonesia sampai sekarang. Memang karena…
RiderTua.com - Pada ajang EICMA 2024 pada bulan November kemarin ada motor naked yang menarik, yaitu CFMoto 125NK resmi dikenalkan.…
This website uses cookies.
Leave a Comment