Home MotoGP Pecco Bagnaia : Crash yang Paling Sulit Dipahami dan Dipelajari

    Pecco Bagnaia : Crash yang Paling Sulit Dipahami dan Dipelajari

    Francesco Bagnaia
    Francesco Bagnaia

    RiderTua.com – Di dua pertiga lintasan di Las Termas yang basah, Pecco Bagnaia di ambang finis di posisi ke-2 untuk mengumpulkan 20 poin. Tapi kemudian rider Ducati Lenovo itu terpeleset di tikungan 13 dan gagal mempertahankan keunggulan di klasemen. Usai crash, pembalap berusia 27 tahun itu melanjutkan balapan tetapi finis di posisi ke-16 dengan tangan kosong tanpa poin.

    Apa yang telah terjadi? “Saya jatuh, saya jatuh. Saya sangat kesal. Ada jenis jatuh yang tidak saya mengerti. Terkadang kita jatuh dan kita tidak tahu mengapa terjatuh. Ini adalah crash yang paling sulit untuk dipahami dan dipelajari. Saya melahap 16 lap dan terus melakukan manuver yang sama selama 16 lap, tapi kemudian di lap ke-17 saya jatuh,” ungkap Pecco.

    Pecco Bagnaia : Crash yang Paling Sulit Dipahami dan Dipelajari

    “Itu juga bukan crash biasa. Karena biasanya ban depan selip karena kita mengerem terlalu keras atau melepaskan rem terlalu cepat. Hari ini saya terjatuh tepat saat saya berakselerasi. Lebih sulit untuk dipahami, tapi begitulah adanya,” imbuh rider asal Turin-Italia itu.

    Murid VR46 Academy itu menambahkan, “Saya melakukan kesalahan. Menurutku saya pembalap yang lebih baik tahun ini, lebih presisi dan membuat lebih sedikit kesalahan dan melakukan hal-hal yang lebih baik. Tapi kemudian saya crash di balapan kedua musim ini. Itu membuatku sangat kesal.”

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.

    Bagaimanapun, Pecco Bagnaia memberikan kesan sebagai ‘penakluk’ hujan yang lebih baik dari sebelumnya hingga terjadi crash. “Ya, saya merasa luar biasa. Saya tidak memaksakannya, saya tidak melakukan hal-hal gila dan saya berada di posisi kedua. Saya tahu bahwa Marco terlalu cepat di depan, dia sudah 5 detik di depan Alex Marquez. Sementara saya hanya memeriksa ban belakang. Dan itulah mengapa saya sangat marah. Jika kita mengendalikan, biasanya kita tidak boleh crash seperti itu. Saya harus memahami itu,” ujar rekan setim Enea Bastianini itu.

    Mungkin bannya aus? Juara Dunia MotoGP 2022 itu berpikir sejenak lalu menjawab, “Saya tidak merasakan adanya penurunan besar. Pada awalnya saya sangat konservatif. Saya merasa Alex lebih ngepush di depan saya. Saya memulai dengan lebih hati-hati dan tahu bahwa saya bisa mengejar setelah pertengahan balapan. Dan kemudian saya crash.”

    “Cengkeraman roda belakang masih oke, saya berakselerasi dengan baik dan feeling dengan ban depan juga bagus. Semuanya tampak terkendali. Itu sebabnya saya tidak melakukannya. Saya tidak mengerti. Tapi kami tahu bahwa kami berada di limit karena catatan waktu sangat kompetitif. Mungkin itu alasannya. Satu hal yang jelas, jika saya jatuh, itu karena saya membuat kesalahan,” tegas Pecco.

    Pecco - Marini - Bezzecchi - Morbidelli
    Pecco – Marini – Bezzecchi – Morbidelli

    Karena kesalahan tersebut, sang juara bertahan menyerahkan keunggulan di klasemen kepada rekannya di VR46, Marco Bezzecchi. Pecco ikut mengomentari kemenangan perdana Bez di kelas utama.

    “Saya ikut senang untuk Marco. Saya pikir dia benar-benar pantas menang. Dia tidak terkalahkan akhir pekan ini. Dia sangat kompetitif pada hari Sabtu dan seterusnya pada hari Minggu dalam kondisi wet race. Kemenangan pertamanya di Moto3 juga di Argentina, sekarang kemenangan MotoGP pertamanya juga. Dia bisa sangat bangga pada dirinya sendiri dan saya yakin dia akan sangat kompetitif sepanjang musim,” pungkas Murid Rossi itu.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini