Johann Zarco Dibenci Netizen Karena Team Order, Why?

RiderTua.com – Ducati menginginkan gelar pembalap MotoGP dengan risiko apapun. Namun manuver Zarco yang ‘gagal’ menyalip Bagnaia menimbulkan kontroversi di kalangan fans. Sulit dipercaya melihat Johann Zarco dibenci di media sosial karena berpotensi mengikuti perintah dari bosnya (team order) dan tidak menyalip Pecco yang merupakan penantang gelar, pihak yang membenci jelas dari fans ‘oposisi’ Ducati.. Padahal gambaran paling mudah saja menurut seorang jurnalis adalah: Jika bos Anda menyuruh Anda melakukan sesuatu, Anda melakukannya atau Anda akan menghadapi konsekuensi dengan menolak perintah bos?, cukup sederhana bukan?.

Atau apakah seharusnya Dorna membuat aturan/larangan Team Order?. Seperti halnya manuver ‘towing’, sebelum dilarang team order sepertinya akan tetap bebas diterapkan semua tim. Di mana kondisi ini pasti muncul ketika kemampuan motor dan pembalap dalam tim hampir setara, (tidak hanya di Ducati saja nantinya).

Jika Pecco Bagnaia meraih gelar MotoGP pertamanya, hal itu akan menjadi yang kedua untuk merek Italia setelah Casey Stoner pada tahun 2007. Seri selanjutnya adalah di Australia, pembalap muda asal Piedmont itu memulihkan selisih 91 poin di paruh kedua musim, berkat Desmosedici GP22 yang semakin meningkat levelnya hingga nyaris sempurna di setiap trek dan dalam kondisi apa pun. Tetapi juga berkat kerja tim yang hebat dan dedikasi terhadap merek, serta tekanan tertentu dari manajemen puncak.

Di GP Thailand, Johann Zarco terlihat dengan sengaja menghindari menyalip Pecco Bagnaia yang menurutnya menghindari risiko crash. Sebuah langkah yang menimbulkan kontroversi di media sosial, dan netizen seolah meremehkan prestasi pembalap pabrikan dan mengejek perilaku bos balap Ducati. Seperti kehadiran Davide Tardozzi di garasi Gresini di Motegi, atau kunjungan Gigi Dall’Igna di garasi Pramac untuk mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada Zarco. Kita tidak boleh lupa bahwa kesulitan Yamaha dan Fabio Quartararo dalam beberapa balapan terakhir juga membuat perjalanan Pecco lebih mudah. Sebaliknya di paruh pertama kejuaraan MotoGP, Bagnaia juga banyak melakukan kesalahan. Tapi dia tidak pernah menyerah dan mengumpulkan enam kemenangan, tidak ada yang menang sebanyak itu pada tahun 2022.

Dengan kuatnya skuad Ducati kini indikasi Team Order semakin menguat. Di mana tidak bolah mengganggu Pecco dalam konteks tertentu seperti:  Ducati tidak melarang pembalap untuk menang, tetapi dilarang menghalangi atau mengambil poin dari Pecco Bagnaia. Dalam wawancara dengan media Canal+ Johann Zarco mengungkapkan beberapa latar belakangnya kenapa tidak ambil risikio menyalip Pecco. “Dari Misano kami memiliki beberapa instruksi balapan, yang sulit diterapkan saat kami tidak bertarung. Tapi hari ini seperti itu, saya tidak berjuang untuk kemenangan dan saya memberikan keuntungan kepada Pecco… Dall’Igna berterima kasih kepada saya karena telah menyerahkan podium, dia melihatnya sebagai sikap gentleman”.

Tidak ada pembalap yang senang harus menyerahkan bahkan satu posisi, tetapi dalam keadaan tertentu lebih baik untuk memenuhi permintaan perusahaan atau bos, karena pada dasarnya mereka bekerja untuk Bos …

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: