Eropanisasi: Yamaha Bakal Rekrut Insinyur Dari Suzuki

RiderTua.com – Eropanisasi di tim Yamaha dalam departemen teknik terus berlanjut. Penandatanganan kontrak Fabio Quartararo untuk dua tahun ke depan di MotoGP berhasil diperpanjang setelah memberinya beberapa jaminan teknis, seperti kedatangan Luca Marmorini, seorang ahli mesin dan memiliki banyak pengalaman antara Formula 1 (dengan Ferrari dan Toyota) dan kelas premier di MotoGP (Aprilia). Tugas utamanya yaitu untuk memberikan lebih banyak power untuk motor YZR-M1. Dalam tes Jerez dan Misano, spesifikasi persiapan pertama untuk versi 2023 mulai muncul.

Pasar pembalap ditutup dengan pengumuman resmi dari Augusto Fernandez ke tim GASGAS Tech3 dan Taka Nakagami ke tim LCR Honda, dan pabrikan kelas MotoGP mendefinisikan detail terbaru dalam sektor teknis. Keputusan Suzuki untuk tidak melanjutkan MotoGP mulai 2023 memungkinkan beberapa tim melakukan perekrutan dari garasi pabrikan bermarkas Hamamatsu tersebut. Dimulai dari Aprilia yang langsung ‘menerkam’ kepala kru Alex Rins, Manuel Cazeaux, yang akan segera dipertemukan kembali dengan Maverick Vinales yang pernah bekerja dengannya pada 2015 dan 2016 silam, sebelum pembalap asal Catalan tersebut meninggalkan Suzuki untuk mengadu nasib di Yamaha. Pada akhir pekan di Motegi, tersiar kabar bahwa Frankie Carchedi, chief engineer Joan Mir saat ini, akan bergabung dengan tim Gresini Racing untuk bekerja bersama Fabio Di Giannantonio.

Tapi Yamaha juga tertarik dengan tim Suzuki, yang mengincar Tom O’Kane, seorang insinyur Irlandia yang bekerja di garasi Suzuki sejak tahun 2005, dia bekerja dengan Chris Vermeulen antara tahun 2006 dan 2009, dan Aleix Espargaro pada tahun 2015-2016. Sejak itu, dia berganti-ganti arahan teknis tim asal Jepang tersebut yang terlibat dalam pengembangan motor GSX-RR. Tapi mulai tahun depan dia akan bergabung dengan tim Yamaha, yang pernah dia masuki beberapa dekade lalu dalam tim Kenny Roberts. Tujuan Meregalli, Jarvis dan petinggi asal Iwata tersebut yaitu untuk menyiapkan motor Yamaha M1 yang sangat kompetitif untuk Quartararo dan Franco Morbidelli. Sepanjang tahun ini, model prototype tersebut mengeluarkan beberapa masalah penting untuk bersaing dengan rival. Seperti top speed di trek lurus yang menyulitkan pembaap Yamaha untuk menyalip. Berdasarkan umpan balik pertama yang dikumpulkan dalam tes IRTA di Misano, pabrikan Jepang tersebut tnampaknya telah mengambil jalan yang benar.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: