Enea Bastianini: Saya Sudah Bersaing dengan Bagnaia Sejak Kecil

RiderTua.com – Duel rekan setim di Ducati sangat ditunggu tahun depan.. Akan menjadi ‘pertunjukan’ yang menarik bagi penonton dan keberanian bagi pabrikan Ducati untuk tidak membatasi pertarungan mereka. “Kami sudah saling bersaing satu sama lain sejak kami masih kecil,” kata Bestia.. Mulai seri perdana Qatar hingga kemenangan ketiganya pada musim ini di Le Mans, Enea Bastianini seolah punya peluang besar untuk merebut gelar juara MotoGP 2022, di mana semuanya berjalan lancar, dan motor Ducati GP21 tampak nyaris lebih baik dari versi GP22. Kemudian Pecco Bagnaia bangkit menyelesaikan beberapa masalah teknis dan mental, menaikkan levelnya sebagai petarung gelar sejati dan sebaliknya di Eropa ‘Bestia’ mendapat rangkaian hasil yang negatif..

Seperti DNF di Mugello dan Catalunya, posisi 10 di Sachsenring, 11 di Assen, hingga jatuh di Spielberg yang menghancurkan mimpi untuk menjadi juara dunia. Tujuan Bestia untuk akhir kejuaraan tahun ini yaitu untuk finish di posisi terbaik dalam klasemen, sebelum bergabung dengan tim pabrikan dimana tidak ada masalah lagi (sudah resmi).

Akhir Agustus yang gemilang bagi pembalap Gresini Racing tersebut setelah promosi ke tim pabrikan hingga kabar buruk mengenai perpisahan dengan Alberto Giribuola. Kepala krunya ini akan pindah ke KTM dimana dia akan memainkan peran utama dalam pengembangan motor RC16.. Bastianini dan Carlo Pernat yang meminta Marco Rigamonti (kepala mekanik Zarco) sebagai penggantinya. Enam race terakhir juga akan berguna untuk meningkatkan aspek gaya balapnya dan memasuki musim 2023 dalam kondisi terbaik.

Duel Dalam Tim

Konfrontasi internal Bestia dengan Bagnaia mungkin akan terjadi.. “Saya memperkirakan pertarungan yang sengit tahun depan, karena tekanan pada saya sedang meningkat.. Akan menyenangkan menjadi rekan tim Pecco. Kami sudah saling bersaing satu sama lain sejak kami masih kecil dan telah saling berhadapan dalam banyak seri. Tapi tahun depan kami akan menjadi satu tim untuk pertama kalinya. Kami akan melihat bagaimana ini akan bekerja,” katanya..

Apapun yang terjadi diantara Pecco dan Bestia akan menjadi ‘pertunjukan’ yang menarik bagi penonton dan keberanian bagi pabrikan Ducati untuk tidak membatasi pertarungan mereka. Kini Pecco masih menjadi ujung tombak di Ducati, sementara Bastianini akan mencoba meruntuhkan peran ini. “Saya belajar banyak darinya. Karena dia melaju sangat cepat dan juga mengatur balap akhir pekan dengan sangat baik.. Saya harus melihatnya. Di sisi lain, dia juga bisa belajar sesuatu dari saya,” katanya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page

%d bloggers like this: