GP Jerman 2021, Ketika Marc Marquez Menang dengan ‘Satu Tangan’

RiderTua.com – Tahun ini Marc Marquez akan absen di GP Jerman. Namun yang patut diingat adalah kemenangannya di tahun 2021 disana (kemenangan 11 kali berturut-turut di Sachsenring), saat Marc Marquez ibarat menang dengan ‘satu tangan’.. Grand Prix Jerman adalah salah satu balapan paling bersejarah dalam kalender MotoGP. Sejak 2010 selalu muncul nama Marc Marquez, di mana dia sekali menang di kelas 125cc, dua kali terdepan di Moto2, dan sejak 2013 ‘King Sachsenring’ itu selalu podium satu di kelas MotoGP. Tahun ini pembalap Cervera tidak akan ada di sana, memecah dominasi yang mengesankan, membuat rekor mutlak 16 kemenangan berturut-turut, yang diteken oleh Agostini di Imatra, tetap utuh tak tersentuh.

Kemenangan Marquez tahun 2021 memiliki cita rasa yang unik, yang paling indah di sirkuit Jerman. Serta yang paling mengasyikkan dan bermakna mengingat semua yang telah terjadi (dengan satu tangan). Meskipun semakin memperjelas bahwa tangan kiri Marquez lebih kuat, seandainya yang patah atau cedera parah kemarin tangan kiri bagaimana? entahlah…

Ketika Marc Marquez Menang dengan ‘Satu Tangan’

Sudah sekian lama sejak cedera lengannya di Jerez 2020. Kita juga mengingat comebacknya yang terlalu terburu-buru, bahkan Marc Marquez sendiri mengakui kesalahannya beberapa kali, dan segala konsekuensi yang praktis membuyarkan seluruh musim. Kembalinya ke MotoGP berlangsung di trek Portimao, putaran ke-3 MotoGP 2021, dan finish di tempat ke-7, diikuti oleh P-9 di Jerez. Semakin menjauh dari podium terjadi di Prancis, lalu di Italia, akhirnya di Catalunya harus berhenti dan hingga sampai di salah satu sirkuit taman bermainnya.

Belakangan Marc juga di dera masalah penglihatan yang membuat situasi yang sudah sulit menjadi semakin rumit.

Kadang kondisi semua ini terkadang tidak jelas (disembunyikan), atau bahkan dalam niat Marc Marquez untuk tidak mencari alasan jika terjadi kesalahan. Dan pengumuman operasi keempat selama GP Mugello benar-benar membuat semua orang memahami gawatnya situasi kesehatannya sebagai pembalap MotoGP (butuh tangan super kuat).

Selain itu semakin memperjelas bahwa hingga saat itu setelah comebacknya dari cedera parah… mengatakan bahwa dia balapan selama sekitar satu tahun dengan ‘satu tangan’ bukanlah pernyataan yang mengada-ada, tetapi kenyataannya (meskipun dalam artian sebagai seorang atlet, karena untuk kegiatan sehari-hari jelas dianggap ‘normal’). Dia juga berhasil mendapatkan tiga kemenangan dan podium adalah sesuatu yang luar biasa!

Ketidakmampuan sekarang dalam membalap seperti yang dia inginkan, dan perjuangannya terus-menerus dengan rasa sakit, kesulitan yang harus dihadapi membuat kita merasa betapa sulit perjuangan seorang Marquez untuk comeback, seorang juara dunia 8 kali…

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page