Toprak Razgatlioglu: ‘Hati Adem’ Meski Motor Rusak, Tetap Sopan, Tidak Marah!

RiderTua.com – Toprak Razgatlioglu: meski motor mengalami kerusakan, tetap terlihat sopan dengan orang disekitarnya (tidak terlihat marah meskipun hanya dilihat dari bahasa tubuhnya). Motor rusak (mechanical problems) yang bukan karena kesalahan pembalap jelas membuat kecewa, marah, bahkan kadang ‘mengamuk’ memukul motor… Sementara pembalap lain akan ‘membuang’ motornya setelah kekecewaan seperti yang dialami Toprak kemarin, atau melemparkan helm mereka di sudut ruang garasi atau berteriak-teriak, Razgatlioglu selalu sabar dan mampu mengendalikan emosi dan menyandarkan motornya dengan tenang..gentle. Dan tetap sopan kepada orang-orang di sekitarnya, bahkan dalam situasi penuh ujian karakter (uji kesabaran). Setidaknya hal ini yang dilaporkan oleh wartawan media MotoGP Jerman yang berada di paddock Misano..

Toprak Razgatlioglu Tak menyalahkan Mekanik

Toprak berujar, “Tidak ada yang membutuhkan perilaku seperti itu karena setiap orang selalu berusaha sebaik mungkin.. Setelah masalah seperti itu, (biasanya) semua orang akan marah, saya tidak perlu menunjukkan kemarahan saya. Saya lebih suka menjelaskan apa yang terjadi. Saya tidak marah karena motornya mati (menyalahkan mekanik), tetapi (marah) karena saya tidak bisa mengendarai seperti tahun lalu. mengapa saya menjelaskan kepada kru saya, tikungan demi tikungan, apa yang terjadi. Ketika sesuatu seperti ini terjadi pada Anda, tidak mudah untuk membiarkannya pergi dan melupakannya. Saya datang ke setiap balapan akhir pekan dengan banyak motivasi, tapi saya’ Saya sedikit patah semangat setelah insiden seperti ini. Membicarakannya juga tidak membantu. Tidak masalah, saya memiliki dua peluang lagi pada hari Minggu,” kata pria asal Sakarya- Turki ini.

Toprak Tak Yakin Menang

Motor Yamaha R1 tidak kompetitif, “Dengan motornya sekarang, menang memang tidak mungkin. Saya hanya bisa mengejar yang lain dan tidak bertarung dengan mereka. Motornya cepat, waktu putarannya (lap time) bagus. Tapi saya terus-menerus berada pada limit (mentok) dan tidak bisa mengendarai dengan gaya balap saya. Saya tidak bisa melaju dengan santai atau menikmatinya (seperti tahun lalu).”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page