Takaaki Nakagami: Dikatakan Pembalap Berbahaya di Grid, Malah Bilang Terima Kasih!

RiderTua.com – Pada putaran Eropa di GP Italia, Alex Rins dan Takaaki Nakagami terlibat bentrokan di trek yang berakhir dengan jatuhnya pembalap Suzuki setelah kontak dengan pembalap Jepang itu. Sesampainya di paddock, Rins cukup kesal dengan apa yang terjadi dan akhirnya menuduh Nakagami sebagai ‘pembalap paling berbahaya di grid’ (most dangerous). Takaaki Nakagami menanggapi tuduhan Alex Rins dengan santai, “Terima kasih (tertawa), tapi aku sedang balapan dan aku tidak ingin melepaskannya (posisiku). Semua orang ingin menjadi lebih baik dari orang lain, dan saya menghormati pembalap lain,” katanya..

Kepada media resmi motogp.com, Nakagami membagikan pandangannya tentang peristiwa di mana dia mengklaim bahwa peristiwa itu hanya insiden balap dan bahwa dia tidak berada di MotoGP untuk memberi jalan kepada siapa pun yang ingin menyalipnya.

Taka berujar, “Saya tidak punya apa-apa untuk dikatakan, karena kami sedang melaju. Pada lap sebelumnya, dia memasuki tikungan yang sama dan saya menutup pintu untuk mengamankan posisi saya. Lap berikutnya dia mencoba lagi, tapi setidaknya saya ada di depannya dan kemudian, di area keluar tikungan 11, dia keluar dan saya … Menurut saya, dia yang mengalahkan saya. Setidaknya saya berada di depan Rins dan saya tidak bisa berbuat lebih banyak; Aku sedang balapan dan aku tidak ingin melepaskannya (posisiku). Tentu saja saya prihatin atas insiden jatuhnya itu dan untuk fakta bahwa dia mencetak nol poin, saya benar-benar minta maaf, tetapi itu adalah insiden balapan, ”jelasnya.

Dihadapkan dengan tuduhan Alex Rins sebagai pembalap berbahaya di trek, Nakagami menanggapi dengan humor dan memahami rasa frustrasi yang dialami pembalap Suzuki..  Sambil tertawa Taka berkata, “Terima kasih (tertawa). Sekali lagi, kami sedang balapan. Semua orang ingin menjadi lebih baik dari orang lain. Jelas itu bukan manuver yang tidak bertanggung jawab, ada rasa hormat di antara semua orang. Sayangnya, ada masalah di antara kami dan dia jatuh. Jelas, jika saya berada di posisinya, saya bisa mengatakan hal yang sama, karena dia berjuang untuk kejuaraan dan belum mencetak poin untuk kedua kalinya berturut-turut. Saya mengerti, tapi saya tidak akan mengubah gaya balap saya,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page