Melawan Valentino Bikin Karir Stoner Lebih Berharga, Rossi-Marquez Tak Bisa Damai

RiderTua.com – Memang karir Stoner terbilang ‘singkat’ di kelas utama untuk ukuran seorang rider papan atas.. Gemerlapnya hanya 6 musim dari 7 tahun, padahal masih bisa lebih, meskipun begitu karirnya lebih bernilai (faktanya dinobatkan sebagai Legenda MotoGP). Menurut Stoner, Valentino “pintar, cerdas dan cerdik”.. Rossi kaya akan pelajaran bagi Casey Stoner selama karirnya, tetapi juga musuh sengit (bahkan Stoner pernah mengejeknya di Jerez), sehingga menjadi rival Rossi justru memberi nilai lebih pada apa yang bisa dia capai. Bagi Stoner, balapan melawan Rossi membuat karirnya lebih berharga, karena yang dia lawan adalah juara dunia 9 kali..

“Seiring waktu, saya mengakhiri karir lebih cepat dan saya tidak pernah memiliki kebencian sedikit pun terhadap Valentino, saya selalu memiliki rasa hormat yang besar,” katanya.. Mungkin hubungan Rossi dan Marquez saja yang berakhir ‘tragis’ dan sulit saling memaafkan, hingga Vale pensiun.. But why?
(Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)


Sekitar 7 tahun lamanya Casey Stoner dan Valentino Rossi duel dalam satu trek, memperebutkan lima gelar di antara mereka selama periode itu. Pembalap Australia, pensiun lebih awal. Dia menegaskan dirinya sebagai salah satu musuh besar Valentino, hingga meninggalkan kenangan berkat beberapa pertarungan epik-nya. Dia sendiri meyakini saat ini bahwa mampu melawan Rossi memberikan nilai lebih atas apa yang berhasil dia capai.

“Kami mengalami beberapa pertarungan yang luar biasa. Kami memiliki persaingan yang fantastis, dengan waktu yang baik dan waktu yang buruk. Beberapa hal berjalan sesuai keinginan saya, yang lain benar-benar tidak.. Tetapi ada satu hal yang fantastis tentang balapan melawan Valentino adalah saya bisa belajar darinya, baik di trek atau di luar trek dengan media. Dia selalu sangat-sangat pintar dan sangat cerdik. Jadi saya belajar banyak dan saya juga berpikir bahwa apa yang saya capai dalam karir saya lebih berharga saat saya membalap dengannya di zamannya. ”

Dikalahkan oleh Stoner tahun 2007, lalu 2012, Rossi mengingat pembalap Australia itu sebagai pembalap dengan bakat murni yang sangat menginspirasi. “Dia telah menunjukkan bakat alami yang luar biasa sepanjang waktu.. Dari tahun pertamanya dengan Honda lima silinder, dia selalu sangat-sangat cepat. Saya sangat senang telah bertarung dengannya karena saya pikir dia adalah salah satu pembalap tercepat dan tercepat dalam sejarah,” kata Rossi..

“Kami selalu menjadi rival yang sangat kuat. Dan itu adalah persaingan yang fantastis, baik atau buruk. Seperti yang saya katakan, saya belajar banyak darinya dan saya yakin dia juga belajar banyak dari saya, tapi itu menyenangkan dan pada saat yang sama sulit,” kata Stoner..

“Seiring waktu, saya juga mengambil langkah mundur (pensiun). Saya mengakhiri karir saya tak lama setelah itu dan saya tidak pernah memiliki kebencian sedikit pun terhadap Valentino, saya selalu memiliki rasa hormat yang besar, ” pungkasnya..

Melihat kalimat ini kita jadi teringat hubungan Rossi-Marquez yang belum ‘terdamaikan’ bahkan hingga Rossi pensiun.. Mungkin suatu saat jika Marquez pensiun hubungan mereka akan damai dan bisa mendingin..
(Artikel ini bukan untuk narasi konten Youtube..!)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page