Uring-Uringan, Raul Salahkan Timnya

1

RiderTua.com – Karier balap Raul Fernandez benar-benar meningkat pesat dalam 12 atau 13 bulan terakhir. Pendatang baru Moto2 2021 itu mengamankan kemenangan ke-8 yang luar biasa musim ini di Valencia. Dia bahkan melampaui rekor Marc Marquez dalam debutnya di Moto2 tahun 2011, tetapi dia kehilangan gelar dengan selisih hanya 4 poin dari Remy. Masih uring-uringan, setelah gagal juara dunia Raul mengkritik timya, yang tidak membantu, tapi justru menjadi batu sandungan, “Tak seorang pun di tim yang mampu memimpin dengan benar. Saya memiliki mekanik yang sangat baik, tetapi tim saya tidak berpengalaman. Dan tidak ada yang tahu bagaimana memimpin kami. Itu sebabnya saya tidak memenangkan gelar Dunia.”

Uring-Uringan, Raul Salahkan Timnya

Dan kemudian pembalap Spanyol itu melampaui semua harapan. Dia ternyata menjadi penemuan terbesar musim ini bersama Pedro Acosta, dan telah bertahan dengan sangat baik sebagai rookie di tes musim dingin. Dia menyelesaikan dua balapan pertama di Doha-Qatar di posisi 5 dan 3, dan memenangkan seri ketiga musim ini di Portimao. Dengan 2 kemenangan lagi dan 2 kali finis di posisi ke-2 dalam 6 balapan berikutnya, bakat luar biasa itu tidak hanya menimbulkan kekaguman di antara lawan, tetapi juga KTM dan Red Bull.

Di sisi lain, Aki Ajo melakukan yang terbaik untuk menekan euforia apa pun dan menjaga untuk tetap rendah hati. Karena musim masih berlangsung lama, dan lawan seperti Sam Lowes tidak boleh dianggap remeh.

Bahkan di balapan final Kejuaraan Dunia di Valencia 8 hari yang lalu, pencetak juara dunia Aki Ajo berulang kali menekankan bahwa iklim tim sangat bagus. Gardner dan Fernandez hanya akan berhasil memperebutkan gelar di lintasan.

Faktanya, situasinya tampak tidak ada harapan bagi Raul Fernandez di GP Misano pertama, karena dia membuat dua kegagalan di Sachsenring dan Silverstone karena mengalami crash. Tapi kemudian Raul menang 3 kali berturut-turut yakni di Aragon, di Misano-1 dan Texas. Sementara Gardner tersingkir di Austin karena crash, tiba-tiba Raul hanya tertinggal 9 poin dari 34 poin di belakang pembalap asal Australia itu.

Tapi Raul Fernandez mengacaukan peluangnya dengan crash di GP Misano kedua pada 24 Oktober. Sejak Gardner memenangkan seri ke-17 (balapan kedua dari belakang) GP Algarve-Portimao, rookie sensasional itu tertinggal 23 poin di belakang Remy.

Sulit untuk menyangkal bahwa Raul Fernandez adalah pembalap yang lebih cepat. Tetapi ketika menjumlahkan poin, Remy Gardner (dia berada di musim ke-6 di Moto2) memiliki ending yang lebih baik. Akhirnya dia berhasil merengkuh gelar Juara Dunia.

Raul Fernandez tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Kepercayaan dirinya telah berkembang pesat. Tidak heran jika dia terus-menerus dibandingkan dengan Marc Marquez, mulai dari Moto3 ke MotoGP dalam waktu 12 bulan dan dilirik oleh banyak tim.

Mengkritik Timnya

Dalam wawancara dengan portal online Motorsport.es, sebelum tes MotoGP di Jerez, secara terang-terangan Raul Fernandez melontarkan kritikan pada timnya. Dia menganggap dirinya punya ‘moral champion’ dan berpikir bahwa tim KTM-Ajo membuatnya gagal meraih gelar melawan Gardner (5 kemenangan pada tahun 2021).

Runner-up Moto2 2021 itu menegaskan, “Tak seorang pun di tim yang mampu memimpin dengan benar. Jelas bahwa saya tidak menjadi master. Tetapi saya berpikir bahwa saya telah mencapai sesuatu yang berharga. Saya memiliki mekanik yang sangat baik, tetapi tim saya tidak berpengalaman. Dan tidak ada yang tahu bagaimana memimpin kami. Itu sebabnya kami tidak memenangkan mahkota Kejuaraan Dunia.”

Pembalap asal Spanyol itu mengulangi bahwa dia telah membuktikan bahwa dia adalah pembalap terkuat dengan kemenangan terbanyak, pole position, dan pembuat lap race tercepat.

Usai jajak pendapat dengan pemilik tim Aki Ajo, juara dunia junior Moto3 2018 (di KTM) itu mengaku Remy menjadi juara baru karena mengumpulkan poin lebih banyak. “Tapi saya bak ikan yang harus berenang melawan arus, meskipun saya sebenarnya memiliki kecepatan yang diperlukan. Kami semua baru, kami harus saling mengenal terlebih dahulu, jadi apa yang telah kami capai sangat mengesankan,” kata Raul.

Tetapi sangat jelas Raul menelan kekecewaannya atas kekalahan tipis kejuaraan Dunia. “Saya kehilangan ‘tangan’ yang membimbing kita seperti yang kita ketahui dari anak-anak kecil yang diperingatkan akan batu sandungan sebagai tindakan pencegahan. Kami akan membutuhkan karakter yang bersedia membantu kami menang, bukan karakter untuk meletakkan batu dan rintangan di jalan kami. Itu akan menjadi kuncinya. Itu membuat kami mengeluarkan keringat dan air mata. Kami sudah melewati masa sulit di pertengahan musim,” tandas Raul.

Selain itu Raul Fernandez tidak menerima klaim bahwa Remy lebih pintar. “Dia tidak lebih pintar. Tetapi lebih sedikit rintangan yang menghalangi jalannya,” pungkas Raul kesal.

1 COMMENT

Leave a Reply