Quartararo: Konsisten Adalah Kunci Sukses

2

RiderTua.com – Fabio Quartararo: Konsisten adalah kunci sukses… Keseimbangan performa Fabio Quartararo musim 2021 sangat mengesankan. Sejauh ini pembalap berusia 22 tahun itu menorehkan 5 kemenangan dalam 16 balapan, 10 kali podium, 5 kali pole position, 14 start di baris depan dan 5 lap balapan tercepat. Dan pembalap pabrikan Yamaha itu kini unggul 65 poin dari pengejarnya Pecco Bagnaia (Ducati) alias tidak terkejar lagi di dua seri penutup musim ini dengan 50 poin diperebutkan. Di Misano Pecco sebenarnya hanya bisa menunda gelar El Diablo saja, karena dengan performa lap kering Quartararo dia tidak akan kesulitan jika hanya finis di 5 besar di Portimao atau Valencia, kecuali hujan atau wet race yang menjadi PR bagi Fabio ke depan..

Fabio Quartararo: Konsisten Adalah Kunci Sukses

Karena biasanya pada moment seperti ini, juara dunia baru juga dibawa naik ke podium bersama seluruh tim. “Itu bahkan lebih bagus, karena saya memiliki seluruh kru dan keluarga di samping saya,” ungkap Fabio.

Sebelum balapan, Fabio terlebih dulu memeluk ibunya Martine dan ayahnya Etienne di belakang pit, dan dia meneteskan air mata ketika dia berbicara tentang pengorbanan yang harus dilakukan ibunya, Martine, ketika Papanya Etienne menghabiskan banyak waktu untuk memajukan karir Fabio muda.

“Ya, itulah mengapa sangat penting bagi saya didampingi keluarga,” imbuh rider pabrikan Yamaha, yang sekarang menjadi pembalap ketiga setelah Valentino Rossi (2004, 2005, 2008, 2009) dan Jorge Lorenzo (2010, 2012 dan 2015) M1 4-tak di kelas MotoGP (ada sejak 2002) meraih gelar juara dunia.

“Saya selalu balapan didampingi orang tua saya. Ayah saya banyak berkorban untuk menemani saya ke balapan, ibu saya sering sendirian di rumah. Dan ketika saya masih kecil, saudara laki-laki saya membantu saya berlatih. Itulah mengapa sangat menyenangkan, mereka dapat mengalami hari ini di sini. Saya juga akan membawa mereka bersama saya di Portimao. Karena sebenarnya saya tidak menduga keputusan gelar di sini. Saya sendiri tidak percaya bahwa itu bisa berhasil di sini,” ungkap El Diablo.

Quartararo juga menjadi orang Prancis pertama yang menjadi juara dunia di kelas utama.

“Latihan kemarin benar-benar bencana, saya harus start dari posisi 15 dan hanya ingin mengumpulkan poin lagi, posisi saya tidak relevan. Saya tidak berpikir untuk memenangkan gelar sebelum start. Fakta bahwa itu berhasil ada hubungannya dengan pengalaman yang saya peroleh di tahun 2020. Dan saya tahu saya masih harus banyak belajar di MotoGP. ”

Sementara semua pembalap Yamaha lainnya melemah pada tahun 2021, Fabio ‘bergaul’ dengan sempurna dengan Yamaha 2021 sejak awal musim. “Dalam 2 tahun pertama, kami bertarung sengit melawan motor-motor pabrikan,” ujar rider berusia 22 tahun itu mengenang masa lalu.

“Tahun ini saya langsung merasa bisa menang dengan motor ini. Kami tidak memiliki tenaga sebanyak beberapa pesaing kami, tetapi kami mampu menyalip saat mengerem dan membalap dengan kecepatan menikung yang tinggi. Secara umum, motor kami jauh lebih kompetitif dibandingkan 2019 dan 2020. Mengendarainya adalah hal yang menyenangkan. Yamaha bekerja keras. Dan kami harus terus meningkatkan untuk tahun depan.”

Juara dunia baru itu yakin bahwa konsistensinya tahun ini adalah rahasia besar di balik kesuksesannya dan merupakan kunci kesuksesan. “Saya harus percaya diri, sejauh ini, saya mencetak poin di semua 16 balapan tahun ini. Bahkan di Jerez, di mana saya sangat menderita karena arm pump, saya masih bisa mencetak 2 poin. Konsistensi musim ini sama seperti tahun 2019, tapi saya lebih cepat. Itu sebabnya kami memenangkan Kejuaraan Dunia,” lanjut Fabio.

 

2 COMMENTS

Leave a Reply