Harusnya yang Dipindah ke Petronas Vinales Bukan Rossi?

2
Valentino Rossi: Vinales Pembalap Berbakat dan Cepat

RiderTua.com – Ada intermezzo yang mungkin membuat Vinales tersinggung.. Melihat hasil dari satu balapan saja (GP Jerman), harusnya yang dipindah ke Petronas Vinales bukan Rossi?.. Hasil buruk Rossi juga infonya karena kru kepercayaannya dulu tercerai berai tak boleh ikut ke Petronas, sementara kru Vinales tetap dan harusnya dia makin meningkat.. Sekali lagi ini hanya intermezzo, karena sebenarnya yang bermasalah adalah motornya bukan pembalapnya.. Lebih buruk dari Valentino Rossi (P-14), Franco Morbidelli (P-18) dan Maverick Vinales (P-19) menunjukkan bahwa “Ada yang salah dengan motor Yamaha” ketika pembalapnya start terlalu jauh ke belakang atau di lap pertama tercecer. Fabio Quartararo yang start-nya bagus (memulai balapan dari barisan depan) terus membuat perbedaan.  Untuk saat ini Yamaha M1 adalah motor ‘bertahan’ bukan motor ‘pemburu’, ketika berada di belakang lawan dalam waktu lama, kecepatan menikungnya buyar.. Dengan skenario inipun Valentino Rossi bisa mengakhiri karirnya dengan lebih baik di tim resmi Yamaha tahun depan, tidak harus di Petronas (sibuk berpindah garasi) walau akhirnya sama-sama pensiun..

Harusnya yang Dipindah ke Petronas Vinales Bukan Rossi?

Valentino berkomentar tentang para pembalap Yamaha, “Penampilannya (Fabio) tahun ini sangat mengesankan. Dia memimpin kejuaraan dunia dan mampu mengatasi masalah kami. Hari ini Franco dan Maverick juga memiliki banyak masalah dan penderitaan. Jika kita start terlalu jauh dengan motor Yamaha, itu sulit,” kata Rossi..

Yamaha M1 adalah motor yang cocok digunakan untuk bertahan bukan untuk mengejar lawan..  “Ketika pembalap Yamaha berada di belakang motor lain, mereka harus mengendarainya secara berbeda. Ini berarti kami tidak bisa memanfaatkan kekuatan motor dan kami lambat di trek lurus. Untuk menyalip pembalap Yamaha harus sangat dekat dengan pembalap di depan titik pengereman,” jelas Valentino Rossi .

“Tapi kami selalu kalah di trek lurus. Pada saat yang sama, Anda harus berharap bahwa orang di belakang Anda tidak menyusul Anda. Itu sulit”.

Valentino Rossi menganalisis balapan MotoGP di Sachsenring yang berakhir di posisi ke-14. Pada putaran MotoGP Sachsenring Valentino Rossi finish di urutan ke-14. Kali ini masalah sebenarnya dengan M1-nya adalah kurangnya top speed, yang dialami hampir semua pembalap Yamaha. Mulai sekarang hingga akhir musim pembalap Yamaha harus puas dengan paket yang tersedia, karena tidak akan ada perubahan besar.

“Mungkin sesuatu akan datang setelah tes Misano, tapi ini akan menjadi paket sampai akhir musim”.

Baris kelima pada saat start juga menentukan hasil akhir balapan. Dalam sesi pemanasan Rossi menemukan perasaan yang baik, tetapi ketika benedera start berkibar semuanya menjadi lebih sulit. Rossi tampak beberapa kali mengalami wheelie, apakah dia tidak menerapkan holeshot?.. “Saya membutuhkan start yang baik, tapi itu buruk dan saya terjebak pada kerumunan pembalap. Menyalip sangat sulit, ditambah kemudian dengan keausan ban.

“Di lap terakhir saya harus melambat karena saya banyak mengalami selip (tergelincir). Jadi saya finis di urutan ke-14 dan menambahkan dua poin ke kejuaraan. Kami berharap semuanya akan berjalan lebih baik”.

Marc Juara Lagi

Pemenang GP Sachsenring adalah saingan Yamaha, Marc Marquez yang kembali meraih kemenangan setelah satu setengah tahun, tetapi Rossi memilih untuk tidak berkomentar. “Saya bukan orang yang tepat (untuk mengomentari kemenangan Marc), saya harus menonton balapan (lewat video tayangan ulang), tapi dia sangat kuat”.

 

2 COMMENTS

Leave a Reply