RiderTua.com – Saat ini sudah ada sejumlah varian mobil ramah lingkungan yang bisa dipilih konsumen. Dari hibrida murni, PHEV (plug-in hybrid), listrik murni, sampai hidrogen, hampir semuanya tersedia di pasar. Namun dari sekian model yang ada ternyata mobil listrik murni disebut memiliki efisiensi lebih rendah dari mobil fuel cell. Kok bisa begitu?
Baca juga: Mobil Hidrogen Hyundai Pecahkan Rekor Baru!
Mobil Listrik Memiliki Efisiensi Lebih Rendah Dari Fuel Cell
Kalau melihat dari jumlah unit yang ada di pasar, mobil hidrogen fuel cell (FCEV) jauh lebih sedikit dari mobil listrik atau hybrid. Hingga kini baru ada tiga model FCEV yang dijual di pasar, yaitu Toyota Mirai, Honda Clarity, dan Hyundai Nexo. Masing-masing produsen juga sudah punya model listrik murni atau EV, tapi tetap menghadirkan pilihan lainnya.
Mobil berbahan bakar hidrogen disebut dapat menghasilkan lebih sedikit emisi dari mobil konvensional atau bahkan hybrid murni. Sehingga banyak produsen berlomba-lomba untuk menghadirkan mobil hidrogen untuk dijual di pasar. Walaupun begitu, ternyata ada satu ‘kelemahan’ terbesar yang dimiliki mobil FCEV.

Lebih Ramah Lingkungan
Penelitian yang dilakukan oleh Nature Climate Change mengungkapkan kalau mobil hidrogen membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan disebutkan kalau untuk mengembangkan satu model saja bisa lebih mahal dari biaya pengembangan mobil EV atau hybrid. Tak sampai disitu saja, perpaduan hidrogen dengan listrik malah menghasilkan emisi lebih banyak dari bahan bakar fosil.
Meskipun begitu, bukan berarti bahan bakar hidrogen tak ramah lingkungan seperti yang diduga. Hanya saja penggunaannya untuk kendaraan lebih besar seperti bus, truk, bahkan pesawat dinilai kurang efektif, jadi terbatas pada mobil penumpang saja. Itu sudah lebih dari cukup untuk memberikan emisi lebih kecil ketimbang bus hidrogen.
Jadi tak usah khawatir kalau ingin membeli mobil hidrogen, tapi untuk urusan emisi lebih baik pilih EV saja. Namun karena belum banyak dijual di pasar, sepertinya butuh waktu lama agar FCEV bisa menguasai hampir separuh pasar mobil ramah lingkungan.