Di MotoGP: 1 + 1 ≠ 2

0
Di MotoGP: 1 + 1 ≠ 2
Di MotoGP: 1 + 1 ≠ 2

RiderTua.com – Dalam sebuah race, tim dan pembalap hanya bisa memperbesar peluang menang.. Namun bagaimana bisa dikatakan bahwa di MotoGP 1 + 1 ≠ 2, artinya tidak selamanya ada keniscayaan dalam hasil balapan.. Salah satu contohnya adalah di MotoGP Teruel 2020. Tipe ban yang sama tak akan membuat hasil yang sama meskipun motornya identik dalam satu tim.. Ada beberapa pendapat Franco Morbidelli menang karena melakukan pemilihan ban yang benar.. Faktanya memang pilihan ban dia berbeda (medium-medium) jika dibandingkan dari tim pabrikan Vinales (soft-soft). Namun jangan salah Fabio Quartararo juga memakai kompon yanga sama (medium-medium). Tapi dia finish di urutan ke-8.. Perhatikan juga skuad Ducati dengan ban yang sama, namun posisinya tercerai berai saat finis.. Dimana jika faktor pemilihan ban menjadi penentu maka seharusnya mereka paling tidak finish berdekatan. Lalu bagaimana cara memperbesar peluang menang? .. 

Di MotoGP: 1 + 1 ≠ 2 

Hasil MotoGP Teruel 2020

MotoGP Teruel yang digelar di sirkuit MotorLand Aragon pada 25/10 20 dan menjadi seri ke 11 dari 14 seri musim 2020 lalu. Jika masalah ban saja bisa mempengaruhi balapan, bagaimana dengan paket motor termasuk setingan?.. Salah satunya dituturkan oleh teknisi Honda berikut tentang bagaimana cara memperbesar peluang menang… 

Pekerjaan yang terkait dengan balapan tidak dimulai pada hari Minggu saat balapan. Ada beberapa hal yang harus dicermati dengan hati-hati sejak pembalap dan tim menginjakkan kaki di sirkuit pada hari Rabu. Semua detail harus ditinjau dengan cermat jika ingin menang… 

MotoGP rider


1. Tes dan perencanaan : Mulai FP1 semua harus diperhatikan, kondisi aspal, cuaca.. Semua pertanyaan ini harus dijawab oleh tim teknis, yang akan merancang strategi untuk setiap sesi dan balapan yang akan terkait dengan. Telemetri, rangka, dan komponen motor lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan kompetisi.


2. Memilih ban : Memilih ban yang tepat selalu menjadi salah satu bagian terpenting dari perencanaan strategi. Ban adalah titik kontak antara motor dan aspal, oleh karena itu, ada banyak elemen yang perlu dipertimbangkan saat memilihnya. Suhu dan kondisi di lintasan, serta cuaca, layout spesifik sirkuit. Ban akan berperilaku berbeda tergantung pada apakah ada banyak belokan atau lintasan lurus yang panjang.

3. Mendengarkan tanggapan pembalap: Meskipun seluruh tim mengerjakan setingan motor, hanya satu yang akan mengendarainya yaitu pembalap. Seorang pembalap dapat mengetahui banyak hal dengan benar-benar mengendarai motornya dan mengalami banyak sensasi yang tidak dapat ditangkap oleh telemetri. Keyakinan seorang pembalap  merupakan kunci untuk memenangkan balapan. Untuk mengamankan informasi ini dan mencapai kepercayaan ini, tim mendengarkan apa yang dikatakan pembalap tentang pengalaman mereka. Tujuannya adalah untuk menawarkan sensasi yang mereka inginkan dan memungkinkan mereka membalap dengan cara yang lebih nyaman dan lebih aman.

4. Bekerja sebagai tim: Sebelum balapan adalah waktu untuk mengumpulkan semua informasi ini. Setiap anggota tim memberikan pendapatnya tentang cara meningkatkan performa motor berdasarkan pekerjaan yang dilakukan selama akhir pekan. Semua informasi yang dikumpulkan penting dan pendapat masing-masing teknisi membantu tim membuat keputusan akhir. Kepala teknisi dan pembalap memiliki keputusan terakhir, tetapi keputusan dibuat oleh semua orang, sebagai sebuah tim.

5. Mengumpulkan informasi untuk balapan tahun berikutnya: Ibarat sebuah siklus yang berputar terus menerus.. Informasi yang dikumpulkan oleh tim di seluruh seri balapan, termasuk selama balapan, disimpan dalam file yang dikirimkan ke pusat. Di sana, teknisi membuat keputusan untuk memperbaiki motor dengan pandangan yang lebih luas dari balapan berikutnya ke masa depan. Informasi ini sangat penting karena memberikan kontribusi pada perkembangan motor yang konstan dari tahun ke tahun..

Namun meskipun cara diatas adalah yang terbaik, peluang memenangkan balapan MotoGP akan jauh lebih besar.. ingat hanya “Peluang”. Karena kita tidak boleh meremehkan elemen yang berada di luar kendali kita, seperti keberuntungan, skill pembalap, motivasi pembalap, atau perubahan kondisi aspal saat balapan secara tiba-tiba. Dalam kasus seperti kejadian tak terduga pembalap dan ketangkasan mereka menjadi faktor yang lebih penting dalam menentukan peluang mereka untuk menang.

Sumber

Leave a Reply