Valentino Rossi: Kalah di GP Austria Bukan Masalah Top Speed!

Di MotoGP, Valentino Rossi dan pembalap Yamaha lainnya mengeluh tentang kurangnya top speed YZR-M1 selama bertahun-tahun. Masalah dengan kecepatan tertinggi ini bukanlah masalah mesin inline-4, kata Valentino Rossi.

Valentino Rossi-Kalah di GP Austria Bukan Masalah Top Speed
Pengumuman Rossi di Misano: Petronas atau Pensiun

RiderTua.com – Valentino Rossi mengatakan, mesin inline-4 kalah di GP Austria bukan masalah top speed. Sirkuit MotoGP Ceko dan Austria adalah trek yang tidak menguntungkan di atas kertas bagi Valentino Rossi dan Yamaha. Dan juga bagi mesin inline-4 secara keseluruhan. Di MotoGP, lintasan dengan banyak trek lurus yang panjang menjadi makanan empuk mesin V4, tetapi Suzuki tampaknya telah ‘menolak rumus‘ ini. Baik Alex Rins dan Joan Mir mereka mampu ngejabanin power Honda dan Ducati. Bukan masalah top speed… Top speed Andrea Dovizioso mencapai 320,4 km / jam, Mir di 313 km / jam, Rossi pada 310,3 km / jam. Namun Mir bahkan mampu membuat jarak hingga +8.317 detik dari Dovizioso!.. Apa kelebihan Suzuki?

Valentino Rossi: Kalah di GP Austria Bukan Masalah Top Speed

Valentino Rossi- Kalah di GP Austria Bukan Masalah Top Speed
Valentino Rossi: Kalah di GP Austria Bukan Masalah Top Speed

Bukan Masalah Top Speed

Suzuki menyalip Yamaha dalam pengembangan mesin.. Meski power bukanlah segalanya dalam balapan di kelas MotoGP. Valentino Rossi menyimpulkan, “Apa yang Anda tidak di peroleh di trek lurus (kurang top speed), akan Anda bayar (kerugiannya) di tikungan, baik dalam hal ban dan rem. Suzuki telah mengambil langkah lebih jauh dalam hal mesin, tetapi tidak begitu banyak dalam hal top speed. Sebelum red flag, Joan Mir dengan meyakinkan memimpin balapan seri Styria dan terus menambah keungguan 0,9 detik per lap, dan mampu membuat jarak +2.415 detik atas Nakagami (+8.317 detik dari Dovizioso)”.

Traksi dan Akselerasi Suzuki Lebih Bagus

Valentino Rossi dan pembalap Yamaha lainnya mengeluh tentang kurangnya top speed YZR-M1 selama bertahun-tahun. Masalah dengan kecepatan tertinggi ini bukanlah masalah mesin inline-4, kata Rossi. “Dalam hal akselerasi, Suzuki memiliki grip yang lebih baik dari kami dan mesinnya juga lebih cepat (meski top speed tidak setinggi Ducati). Saya berada di belakang Rins, di antara tikungan dia bisa berakselerasi lebih cepat dari saya. Artinya Suzuki telah bekerja dengan cara yang benar”.

“Kami berharap dapat meningkatkannya juga. Selama akselerasi, bagian belakang M1 selip menyebabkan apa yang dalam istilah teknis disebut spinning. Mereka (Suzuki) pasti punya lebih banyak traksi, hari ini aku berada di belakang Rins dan jelas mesinnya lebih cepat dari kita.”

Masalah Ban

Di balapan pertama Austria-1, Rossi mengalami masalah rem, sama dengan Vinales dan Quartararo, tetapi dia bekerja sama ( berdiskusi) dengan pabrikan rem Brembo dan sebagian besar menyelesaikan masalahnya. Di Misano Yamaha akan tampil beda untuk sistem pengereman dan di sini para pembalap Yamaha akan bisa bertarung lagi untuk kemenangan. Dan melanjutkan kembali memperebutkan gelar MotoGP 2020.

“Akhir-akhir ini situasinya membaik, Michelin lebih berhati-hati, misalnya mereka tidak memberi kami ban yang terlalu panas. Di MotoGP, bagaimanapun, levelnya sangat tinggi dan perbedaan kecil sudah cukup, seperti satu ban lebih baik dari yang lain, akan mengubah hasil balapan”..

Apakah Yamaha akan Dominan di Misano?

Sulit membuat prediksi berdasarkan hasil sebelumnya. Di Jerez Valentino Rossi balapan dengan suhu aspal sekitar 50 derajat celcius. Di Austria, dengan suhu 33 derajat tidak membantu mengimbangi pembalap yang terbaik. “Saya pikir saya akan lebih kompetitif (di Austria), tapi ban medium tidak bekerja, saya tidak punya grip dan saya punya masalah. Kisaran penggunaannya sangat terbatas… Anda hanya bisa cepat jika bekerja dengan baik dengan ban. Terkadang semuanya mudah, lalu minggu depan Anda lambat. Ini adalah masalah terbesar, tapi tidak ada yang tahu kenapa”.. Hal serupa dialami Dovizioso..

1 Comment

Leave a Reply