Home MotoGP Gigi Dall’Igna: Marc Marquez Tak Terganggu Tekanan, Pecco Bagnaia Harus Jadi Juara...

    Gigi Dall’Igna: Marc Marquez Tak Terganggu Tekanan, Pecco Bagnaia Harus Jadi Juara Seperti Dulu

    Gigi Dall'Igna - Marc Marquez - Pecco Bagnaia - Ducati
    Gigi Dall'Igna - Marc Marquez - Pecco Bagnaia - Ducati

    RiderTua.com – Menurut Gigi Dall’Igna, meski Marc Marquez tampak mendominasi balapan namun kemenangan yang diraihnya di Aragon sangatlah tidak mudah. “Balapan seperti ini justru yang paling sulit. Karena ketika seorang pembalap tahu bahwa dia harus mencapai target tertentu sekaligus mengumpulkan 37 poin, tekanan jelas semakin besar dan segalanya menjadi lebih rumit. Tapi bagi Marc, hal ini bukan masalah dan dia membuktikannya di sini,” ujar insinyur asal Italia itu.

    Dall’Igna juga menilai bahwa persaingan perebutan gelar dunia musim ini antara 3 pembalap teratas di klasemen merupakan salah satu yang paling ketat dalam beberapa dekade terakhir. Antara pemimpin klasemen Jorge Martin dengan Marquez yang berada di peringkat 2 hanya selisih 19, sementara Marco Bezzecchi yang menempati peringkat 3 terpaut 24 dari Martin.

    Gigi Dall’Igna: Marc Marquez Tak Terganggu Tekanan, Pecco Bagnaia Harus Jadi Juara Seperti Dulu

    Marc Marquez - Pecco Bagnaia - Gigi Dall'Igna
    Marc Marquez – Pecco Bagnaia – Gigi Dall’Igna

    Ketika Gigi Dall’Igna ditanya, apa kunci terpenting untuk meraih gelar dunia di saat persaingan antara Ducati vs Aprilia bisa dikatakan seimbang? Menurutnya, faktor terpenting bukan sekedar kecepatan melainkan kemampuan berpikir jernih. “Menurut pandangan saya, Juara Dunia akan dimenangkan oleh siapa pun yang mampu menjaga ketenangan pikiran mulai dari sekarang hingga akhir musim. Karena saya yakin hal yang krusial adalah mengumpulkan poin dan menghindari kesalahan,” jelas general manajer Ducati Corse itu.

    Dall’Igna juga mengingatkan bahwa sejarah mencatat bahwa banyak menang bukanlah syarat mutlak untuk meraih gelar dunia. Hal ini seperti yang terjadi pada Pecco Bagnaia di musim 2024 dimana dia memenangkan 11 grand prix tapi gagal meraih gelar dunia. “Sejarah beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa memenangkan katakanlah 11 balapan bukanlah hal yang paling menentukan. Kita bisa menang lebih sedikit dari itu, kita harus lebih konsisten dan stabil, dan yang terpenting meminimalkan kesalahan,” tegasnya.

    Mulai musim 2025 hingga kini, Pecco mengalami kesulitan dalam balapan akhir pekan. “Memang benar, setiap balapan terasa semakin sulit. Kami berharap dapat menemukan cara untuk mengembalikannya menjadi sosok juara sejati, karena Pecco tak diragukan lagi adalah seorang juara yang luar biasa. Hal yang paling penting adalah tetap menjaga kekompakan tim. Saya sudah lama mengatakan hal ini. Menurut saya, itulah satu-satunya ‘resep’ yang masuk akal saat ini. Karena semua orang punya kepentingan yang sama yakni berupaya semaksimal mungkin membantu Pecco meraih hasil terbaik,” ungkap Luigi Dall’Igna.

    Pecco Bagnaia - Gigi Dall'Igna
    Pecco Bagnaia – Gigi Dall’Igna

    Di Aragon, Marquez sukses menyapu bersih dua kemenangan setelah mengambil risiko besar dengan mengerem sangat lambat di tikungan pertama baik dalam sprint dan race utama. “Menurut saya, pada akhirnya kita harus mencoba memanfaatkan setiap peluang yang ada. Tak diragukan lagi, Marquez merupakan salah satu yang terbaik dalam hal pengereman pertama,” ujar Dall’Igna.

    Dalam sprint 11 lap di Aragon, semua pembalap Ducati menggunakan ban belakang medium. “Kemarin, strategi itu memang jauh lebih masuk akal. Dengan pilihan ban kami, strategi semacam itu mutlak diperlukan. Hari ini (race hari Minggu), jujur strategi itu tidak terlalu mendesak. Karena performa semua pembalap di lap-lap awal, lebih seimbang,” ungkap Dall’Igna.

    Terlepas dari semuanya, yang terpenting adalah start dari posisi terdepan karena hal itu selalu memberikan keuntungan besar bagi pembalap. “Kalau berada di depan pembalap lebih mudah melakukan pengereman, lebih mudah mencatatkan waktu lap yang cepat, lebih mudah mengelola ban, lebih mudah melakukan banyak hal. Jadi, menurut saya start dari posisi terdepan selalu merupakan hal yang sangat bagus jika kita bisa mewujudkannya,” pungkas Gigi Dall’Igna.

    Klasemen Usai Race MotoGP Aragon 2026
    Klasemen Usai Race MotoGP Aragon 2026

    Setelah memenangkan dua balapan di Aragon, Marquez naik ke peringkat 2 tertinggal 19 poin dari pemimpin klasemen Jorge Martin. Sementara Fabio Di Giannantonio berada di peringkat 4 terpaut 29 poin dari Marquez. Dan Pecco Bagnaia menempati peringkat 8 dalam klasemen.

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini