RiderTua.com – Meski Marc Marquez hanya finis ke-7 dan Pecco Bagnaia DNF karena masalah teknis pada motornya di GP Belanda, Gigi Dall’Igna dengan tegas menyatakan bahwa perebutan gelar dunia MotoGP 2026 masih terbuka lebar. Fabio di Giannantonio dari tim VR46 kembali menyelamatkan ‘muka’ Ducati dengan meraih podium setelah finis ke-3 dalam sprint race di Assen dan kemudian finis ke-4 di belakang trio Aprilia yang menyapu bersih podium pada race utama.
Di sisi lain, tim Trackhouse Aprilia berhasil meraih podium 1 dan 2 dalam 2 balapan di Assen. Bahkan tim satelit milik Justin Marks tersebut berhasil mengalahkan 2 pembalap dari tim pabrikannya sendiri. Di balapan akhir pekan yang nyaris sempurna bagi Aprilia tersebut, Marco Bezzecchi yang crash di lap ke-2 harus kehilangan posisinya sebagai pemimpin klasemen yang direbut rekan setimnya sendiri Jorge Martin.
Gigi Dall’Igna (Ducati): Perebutan Gelar Dunia Masih Terbuka Lebar Meski Ducati Kalah dari Aprilia di Assen

Usai TT Belanda atau seri ke-10 dari 22 seri musim 2026, peringkat 1 hingga 8 atau mulai dari Jorge Martin ke Pecco Bagnaia kini hanya terpaut 63 poin. Dengan masih banyaknya balapan yang tersisa musim ini, ini artinya ke-8 pembalap tersebut masih bisa berpeluang memperebutkan gelar dunia musim ini.
Gigi Dall’Igna menjelaskan, “Bagi Tim Pabrikan, GP ini kurang menonjol. Meski begitu kami tetap dijalaninya dengan penuh tekad walaupun gagal meraih podium. Kami tidak pernah benar-benar menjadi ‘tokoh utama’ seperti yang biasa kami lakukan, dan yang memang dituntut dari kami.”
“Tetapi olahraga ini selalu memberikan kesempatan pada semua orang. Setelah Assen, kini klasemen benar-benar terbuka, juga dengan munculnya beberapa rival baru. Balapan berjalan sangat seru dan menghasilkan hasil yang luar biasa, dua kali lipat dari sprint race. Dengan tulus saya mengucapkan selamat untuk tim yang dipimpin Davide Brivio,” imbuh insinyur berusia 60 tahun itu.

Saat ini pembalap terbaik Ducati di klasemen tetap dipegang Fabio Di Giannantonio dengan menempati peringkat hanya terpaut 16 poin dari Martin. Secara matematis, Diggia akan menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang berpeluang besar menjadi pemimpin klasemen setelah balapan di Sachsenring (10-12 Juli) atau sebelum libur musim panas.
Dall’Igna mengatakan, “Ducati terwakili dengan baik oleh Di Giannantonio dan Alex Marquez yang luar biasa, bukan hanya karena posisi finis mereka tetapi juga karena semangat dan karakter yang mereka tunjukkan dalam penampilan mereka. Hal yang sama juga berlaku untuk Marc. Dia memang hanya finis di posisi ke-7, tapi dia menjalani balapan dengan penuh kebanggaan, di mana pada satu titik dia sempat berada di posisi ke-3.”
“Namun inilah yang membentuk seorang Juara Dunia. Seseorang yang terus bertarung untuk memperebutkan setiap posisi, melawan segala rintangan, dan selalu menyuguhkan tontonan yang menarik. Pada akhirnya semuanya berjalan baik, karena selisih poinnya di klasemen tetap tidak berubah. Menurut saya memang pantas, mengingat semangat sportifitas dan daya juangnya.”

“Belum lagi Pecco, yang terpaksa mundur saat berada di posisi ke-4. Dia juga bertarung dengan sangat baik selama masih memungkinkan. Jelas, dia pantas untuk melanjutkan tren hasil positifnya yang merupakan hasil dari semangat juangnya yang kembali bangkit.
“Diggia selalu menunjukkan dirinya cepat, dan sekarang ini sudah menjadi sesuatu yang dianggap pasti. Finis ke-3 di Sprint Race dan ke-4 pada race hari Minggu, membuatnya menjadi pembalap Ducati terbaik di garis finis dan juga di klasemen keseluruhan. Setelah awal yang kurang baik, dia dengan sabar mengejar kembali para rivalnya. Pada akhirnya dia menunjukkan arti sesungguhnya dari keyakinan dan pantang menyerah. Dia bertarung habis-habisan untuk merebut kembali posisinya yang hilang akibat penalti yang dia terima. Sungguh spektakuler.”
“Alex Marquez benar-benar seorang petarung sejati. Penampilannya sangat luar biasa. Setelah semua yang dia lalui, finis tepat di belakang Diggia adalah ibarat sesuatu yang berasal dari era lain. Posisi ke-5 yang brilian, bahkan sebenarnya dia sempat berada di posisi ke-4 hingga lap terakhir.”

“Jadi, akhir pekan ini berjalan biasa-biasa saja bagi kami. Kami memang tidak terbiasa dengan situasi seperti ini, tapi saya berharap hasil ini tidak meninggalkan dampak yang terlalu besar. Kita harus menjalani hari-hari seperti ini dengan tenang, penuh kesadaran, pantang menyerah, mengambil pelajaran yang tepat, dan menatap tantangan berikutnya dengan sikap positif,” jelas Dall’Igna.
Di klasemen konstruktor, Ducati kini tertinggal 22 poin dari Aprilia. Saat ini Tim Ducati Lenovo berada di peringkat 2 di belakang tim Aprilia dan tim Trackhouse dalam klasemen tim MotoGP. Selain itu 5 pembalap Ducati masuk 10 besar di klasemen pembalap kecuali Franco Morbidelli yang mengalami kesulitan musim ini.






