RiderTua.com – Gigi Dall’Igna mencoba menganalisis sistem konsesi saat ini, sebuah faktor yang menurutnya ikut mengurangi dominasi teknis Ducati di MotoGP. “Masalahnya adalah perbedaan antara tontonan dan olahraga. Jika ini murni olahraga, bahkan konsesi tidak akan ada. Ibaratnya, kita tidak melihat Armand Duplantis bertanding dengan galah yang lebih pendek dibanding yang lain,” jelas insinyur asal Italia itu menganalogikan maksud ucapannya.
Dall’Igna mengakui bahwa MotoGP membutuhkan keseimbangan tertentu karena biaya untuk bisa berkompetisi disini sangat besar. Namun menurutnya MotoGP tidak boleh kehilangan esensi kompetitifnya. “Memikirkan tontonan itu bagus, tetapi saya ingin MotoGP tetap menjadi olahraga utama dan agar pembalap terbaik-lah yang menang,” tegasnya.
Gigi Dall’Igna: Pedro Acosta Sudah Memukau Sejak di Moto3 dan Marc Marquez Melakukan Hal-hal yang Tidak Bisa Dicapai Pembalap Lain

Saat ini pabrikan, tim, dan Liberty Media sedang melakukan negosiasi. Gigi Dall’Igna yakin bahwa Liberty Media mampu meningkatkan jangkauan global MotoGP dengan memanfaatkan pengalaman mereka di Formula 1. Namun dia juga memberikan peringatan agar identitas MotoGP tidak hilang.
“Sebenarnya MotoGP sudah menjadi tontonan yang lebih menarik dan tidak membutuhkan gimmick tambahan. Tidak masalah mengambil ide dari kejuaraan lain, termasuk Formula 1. Tetapi tanpa kehilangan jati diri kita. MotoGP harus tetap manusiawi,” tegas insinyur berusia 59 tahun itu.
Dalam beberapa tahun belakangan ini, banyak insinyur Ducati yang ‘dibajak’ pabrikan rival. Dan sekarang mereka memegang jabatan penting di pabrikan lain.Β Dall’Igna mengakui bahwa kehilangan talenta selalu menimbulkan risiko, karena para insinyur membawa serta sejumlah besar pengetahuan teknis Ducati. “Kami tetap satu-satunya pabrikan yang tidak perlu merekrut insinyur dari luar. Saya tidak pernah meniru siapa pun,” tegasnya menegaskan prinsipnya yang sangat kuat.

Dall’Igna mengungkapkan bahwa sebagian besar kesuksesan Ducati berkat budaya kerja kolektif di dalam departemen teknis. Meskipun keputusan akhir ada di tangannya, dia menekankan pentingnya debat terbuka dan berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan.
Menjelang regulasi baru 2027, Dall’Igna menjelaskan bahwa interpretasi teknis aturan akan tetap menjadi faktor penentu. “Aturan baru menuntut kita menjadi ‘pengacara’ yang dipinjamkan ke bagian teknik,” ujarnya.
Mulai tahun depan Ducati akan kehilangan ‘ride height device’, salah satu ‘senjata’ ampuh mereka dalam beberapa tahun terakhir. Perangkat ini memungkinkan perubahan pusat gravitasi motor dalam berbagai fase berkendara. Itulah alasan pentingnya memiliki banyak pembalap di lintasan, untuk mengumpulkan data statistik yang kuat dan mengurangi pengaruh faktor manusia dalam analisis data.

BTW, Dall’Igna juga menyinggung beberapa pembalap penting dalam sejarah Ducati. Soal Andrea Dovizioso, Gigi mengatakan, “Pada akhirnya hubungan kami memburuk, tetapi bagi saya dan juga baginya, lebih baik mengingat masa-masa indah.”
Menurut Dall’Igna, Jorge Lorenzo adalah pembalap yang mampu melakukan hal-hal luar biasa sejak remaja. “Dia melakukan hal-hal luar biasa, terutama di kelas yang lebih kecil,” ujarnya.
Untuk Pecco Bagnaia, Dall’Igna mengaku bahwa rider Italia yang mempersembahkan 2 gelar dunia MotoGP untuk Ducati itu sebagai salah satu momen paling membahagiakan dalam kariernya. “Terkadang seorang pimpinan harus membuat keputusan profesional yang secara manusiawi sebenarnya tidak ingin dia ambil,” tegasnya.
Pernyataan Gigi ini bisa ditafsirkan bahwa mendepak Pecco adalah keputusan yang terpaksa diambil Ducati sekaligus menunjukkan semakin besarnya atensi Ducati kepada Pedro Acosta.Β Khusus Acosta, Dall’Igna memuji setinggi langit. “Seorang juara sudah bisa diidentifikasi sejak kecil dan Pedro sudah memukau banyak orang sejak di Moto3,” ujarnya.

Dan ketika berbicara soal Marc Marquez, Dall’Igna langsung antusias. Dia mengaku bahwa dia sudah mengenali bakat luar biasa juara dunia 9 kali itu sejak awal. “Dia melakukan hal-hal yang tidak mungkin dicapai orang lain. Dia pembalap yang fantastis, mampu memotivasi semua orang, dan darinya kita dapat belajar banyak,” pungkas Luigi Dall’Igna.
Menurut saya sih duet keduanya di Ducati tahun depan bakal menarik .. Pembuktian apakah Marc masih kuat dari gempuran pembalap muda…
Ikuti diskusi seru di FP MotoGPCrash – Gigi Dall’Igna: Pedro Acosta Sudah Memukau Sejak di Moto3 dan Marc Marquez Melakukan Hal-hal yang Tidak Bisa Dicapai Pembalap Lain






