RiderTua.com – Halo pembaca RiderTua di mana pun berada, Marco Melandri ikut mengomentari kabar direkrutnya Pedro Acosta oleh Ducati untuk menjadi rekan setim baru Marc Marquez pada 2027 dan 2028.
“Secara teori, membayangkan Marquez dan Acosta bersama-sama dalam satu tim adalah hal yang logis. Tetapi saya rasa di tim pabrikan, di tim yang sama, sulit untuk menyatukan mereka karena alasan finansial. Memang benar bahwa Acosta bersedia menerima gaji rendah dan mengejar hadiah uang, tetapi Marquez sekarang berusia 32 tahun dan merupakan pembalap yang telah membuktikan dirinya secara luar biasa,” ujar Melandri.
Marco Melandri: Menyatukan Marc Marquez dan Pedro Acosta di Tim Pabrikan Sangat Logis, Tapi Sulit Secara Finansial
Menurut Marco Melandri, tim mana yang akan menjadi tim terkuat di musim 2026? “Feeling saya, Ducati akan tetap menjadi motor yang terkuat, juga karena kenyataannya mereka memiliki pembalap terbaik. Saya juga berharap, dapat melihat Pecco Bagnaia sering bertarung melawan Marquez. Musim dingin selalu mengubah keseimbangan kekuatan, meskipun motornya sendiri tidak banyak berubah. Jadi menurut saya, Ducati-Marquez adalah pasangan yang terkuat,” jawab mantan pembalap asal Italia itu, yang berharap Pecco kembali kompetitif musim ini.

Bagaimana dengan Aprilia? Apakah mereka masih mampu untuk tetap bersaing melawan Ducati dan pabrikan lain? “Saya masih menyangsikan konsistensi Aprilia. Memang benar, tahun lalu mereka mengganti pemimpin proyek dan Fabiano Sterlacchini melakukan pekerjaan yang sangat baik. Dia harus mengorbankan beberapa keunggulan yang sebelumnya menjadi pembeda Aprilia. Tetapi disaat yang sama, dia berhasil menutup gap yang signifikan di area di mana mereka kesulitan. Oleh karena itu, saya berharap tahun ini Aprilia dapat melangkah lebih maju lagi,” jawab Melandri.
Menurut Melandri, hubungan antara pembalap dan motor adalah aspek yang sangat penting. Bukan hanya soal data teknis, tapi tentang bagaimana feel yang diberikan motor secara keseluruhan. “Kenyataannya kita harus merasa nyaman, percaya diri, dan memiliki feel yang tepat dari motor untuk dapat mengekspresikan kemampuan. Tidak ada set-up motor yang secara otomatis membuat kita cepat atau lambat. Keindahan dari motor adalah bobot dan pergerakan pembalap adalah sesuatu yang tidak bisa kita baca dalam data. Itu adalah sesuatu yang tergantung pada bagaimana kita bergerak di atas motor. Dan kepercayaan diri yang diberikan motor kepada kita, menentukan apakah kita cepat atau tidak,” jelasnya.

Akhirnya Pecco Bagnaia didepak juga dari Ducati, karena pabrikan asal Borgo Panigale tersebut sudah menandatangani kesekapakatan dengan Pedro Acosta. Menurut Melandri, kepercayaan diri Bagnaia hancur saat menghadapi dominasi Marc Marquez.
“Saya melihat dia meninggalkan Ducati, bukan berarti hubungannya buruk tetapi rasanya seperti ada sesuatu yang telah terkikis. Dalam setiap pernyataan, kita melihat bahwa Ducati jatuh hati pada Marquez sementara Bagnaia kesulitan. Setiap kali dia membuka surat kabar atau situs web, dia menderita. Dan melihat betapa mudahnya Marquez melaju kencang dalam segala kondisi, itu menghancurkannya, perlahan-lahan menggerogotinya,” tegas Melandri.
Sejak awal Pecco selalu membandingkan dirinya dengan Marquez, dan akhirnya hal tersebut justru memengaruhi mentalnya. “Bagnaia selalu melihat Marquez, sementara Marc tidak menganggapnya. Dia selalu menempuh jalannya sendiri dan berkata, ‘saya berada di sini, saya harus meningkatkan ini, saya perlu meningkatkan itu’. Sejak Ducati mengumumkan perekrutan Marquez, Bagnaia selalu membicarakannya dan membandingkan dirinya dengannya dan ini adalah kesalahan karena dia tidak memperhatikan perasaannya sendiri,” jelas Melandri.

Bagaimana dengan rookie Toprak RazgatlΔ±oglu yang datang dari Superbike? “Baginya, 2026 adalah tahun penyesuaian, karena perbedaan terbesar antara Superbike dan MotoGP adalah ban. Tahun ini dia harus terlebih dulu memahami format, trek, cara bekerja di garasi, dan sebagainya. Kemudian pada 2027 ketika pemasok ban diganti Pirelli dan jika Yamaha tampil bagus, dia adalah kandidat juara dunia. Karena saya belum pernah melihat siapa pun dengan bakat seperti dia di atas motor,” jawab Melandri.
Siapa pembalap favorit Melandri sebagai peraih gelar dunia MotoGP 2026? Tanpa ragu Melandri dengan tegas menjawab, “Marc Marquez.”
Siapa 5 pembalap yang akan menjadi yang terbaik di musim 2026? “Marc Marquez, Alex Marquez, Marco Bezzecchi. Saya juga akan menyebut Acosta dan Toprak,” pungkas Melandri.






