RiderTua.com – Bro-Sis RiderTua lovers, segmen LCGC tidak mencatatkan hasil penjualan yang cukup bagus sepanjang tahun lalu, dengan penurunan hingga 31 persen. Toyota melihat ada sejumlah faktor yang menyebabkan penjualan mobil murahnya menurun drastis.
Penjualan Mobil Murah Toyota Tidak Semaksimal Dulu
Toyota menjadi satu dari tiga merek yang masih berjualan mobil LCGC di Indonesia, walau mereka tidak sering langganan posisi teratas di segmennya. Tetap saja, mereka mengalami penurunan penjualan mobil murahnya ini tahun lalu, walau mereka tetap mengandalkan Calya dan Agya. Tapi dengan adanya penurunan ini, sejumlah orang khawatir dengan nasib mobil jenis ini untuk ke depannya.

Soal ini, Toyota menyebut penjualan mobil LCGC bisa saja diselamatkan asalkan biang kerok penurunan penjualannya bisa teratasi. Yaitu akibat adanya penurunan kondisi di industri pembiayaan, dimana kebanyakan pembeli LCGC memakai skema kredit. Karena adanya kenaikan NPL (non-performing loan), perusahaan leasing harus lebih selektif dalam memberikan persetujuan kredit, dan ini menyulitkan konsumen yang membeli mobil secara kredit.

Suzuki Sebut Pemulihan Penjualan Mobil Tahun 2026 Tidak Hanya Andalkan Insentif Saja
Insentif yang Belum Diputuskan Sebelumnya sempat ada saran soal insentif yang diberikan…
Tentunya kondisi ekonomi masih menjadi penyebab lainnya, dan ini tidak hanya dialami oleh model LCGC saja, tetapi hampir seluruh jenis mobil di Indonesia. Bahkan dengan merilis mobil baru dan memberikan diskon masih belum cukup untuk meningkatkan penjualannya. Toyota harus menerima kenyataan kalau penurunan kondisi pasar mobil tahun lalu sudah tidak bisa dihindari lagi.

Perlu Insentif?
Mungkin ada yang berpikir kalau model LCGC perlu mendapatkan insentif seperti dulu lagi, begitupun dengan mobil jenis lainnya. Tapi sebelumnya Suzuki mengingatkan kalau meningkatkan penjualan tidak hanya selalu bergantung pada insentif saja. Tetapi juga menghadirkan sejumlah mobil baru, itupun selama kondisi pasarnya cukup kondusif, serta tidak dikenakan pajak yang terlalu tinggi.

Mungkin ini cukup sulit untuk dilakukan, tapi semoga saja penjualan mobil tahun ini tidak jatuh terlalu dalam seperti yang terjadi di tahun 2020. Dengan begitu, produsen bisa leluasa berjualan mobil di Indonesia, apapun jenis mobilnya.

Penjualan Mobil Tahun 2026 Harus Dibantu Dengan Insentif?
Kalaupun ada banyak mobil baru yang dirilis, itu belum cukup untuk meyakinkan…






