RiderTua.com – Halo Bro-Sis pembaca RiderTua di mana pun kalian berada, pada presentasi tim Ducati Lenovo Davide Barana (Direktur Teknis Ducati) mengatakan, “Punya basis yang baik saja tidak cukup, karena para rival kami sedang mengejar. Target kami adalah untuk meningkatkan motor agar dapat memperlebar gap lagi. Untuk mencapai hal ini, kami bekerja di beberapa area. Motor MotoGP saat ini sangat kompleks dan sulit untuk menemukan keunggulan signifikan di satu area saja. Ini adalah kombinasi dari banyak kemajuan kecil, ketika semuanya menyatu maka kita dapat memperoleh keuntungan.”
▶Daftar Isi
Davide Barana: Ducati akan Memperkenalkan Evolusi dari Ride Height Device Terakhir Kali
Tahun lalu, Ducati kembali mendominasi dengan meraih ‘triple crown’ yakni gelar dunia pembalap, konstruktor dan tim di MotoGP. Saat ini, Desmosedici masih menjadi motor paling kompetitif di grid dan punya peluang sangat besar untuk kembali meraih gelar dunia pada 2026 bersama 2 pembalapnya yang dua-duanya merupakan juara dunia, Marc Marquez dan Pecco Bagnaia.

Target musim 2026 Marc Marquez adalah mempertahankan gelar dunianya, sementara Pecco Bagnaia berharap bisa menemukan kembali performa terbaiknya seperti yang dulu. “Target utama adalah untuk meningkatkan performa di lintasan lurus, saya berbicara tentang akselerasi dan top speed. Itu adalah cara termudah sekaligus teraman untuk menyalip. Dalam hal ini, kami mengerjakan aerodinamika dan performa mesin,” jelas Davide Barana.

Marc Marquez: Beberapa Pembalap Sudah Membuat Keputusan Kontrak Sebelum Balapan Pertama dan Saya Salah Satunya
Tahun lalu Marquez dipromosikan ke tim pabrikan Ducati Lenovo menjadi rekan setim…
Pengembangan mesin dibekukan
Meskipun pengembangan mesin dibekukan (engine frezze) untuk musim 2026, para insinyur Ducati berhasil menemukan beberapa tenaga tambahan melalui ide-ide inovatif mereka. “Kami mengerjakan beberapa area di luar mesin itu sendiri. Ini termasuk misalnya saluran masuk udara dan airbox, dimana komponen-komponen ini memiliki dampak signifikan pada performa motor. Ini bukan hanya tentang tenaga mesin murni, tetapi juga efisiensi dan respons gas. Kami bekerja keras untuk meningkatkan komponen-komponen ini. Karena kami tidak dapat melakukan pengujian di lintasan, kami mencapai peningkatan melalui simulasi,” ungkap Barana.

Area lain yang terus dikerjakan dan terlihat jelas secara kasat mata adalah aerodinamika. Barana bangga, Ducati adalah pelopor di bidang ini. “Kami terus mendorong pengembangan dan para pesaing kami juga mengikuti jejak kami. Aerodinamika sangat penting untuk performa motor. Aerodinamika berperan dalam semua situasi di lintasan lurus, di zona pengereman, dan di tikungan. Karena kami mengejar berbagai target, ini adalah pekerjaan yang kompleks,” ujar Barana.

Ducati Memperkenalkan Inovasi Aerodinamika Pertama dari GP25 di Sepang
Dari luar, kita dapat melihat perubahan yang cukup signifikan pada fairing GP25.…
Insinyur asal Italia itu melanjutkan, “Kami ingin meningkatkan downforce agar lebih cepat di tikungan, kami ingin motor tetap bersentuhan dengan aspal selama akselerasi, dan kami menginginkan top speed yang lebih tinggi di lintasan lurus. Target-target ini saling bertentangan, tetapi berkat simulasi dinamis, kami dapat menemukan kompromi terbaik.”

Meningkatkan stabilitas motor
“Musim lalu, kami menerima banyak umpan balik negatif terkait getaran. Mengurangi getaran pada motor menjadi semakin penting karena peningkatan performa memberikan tekanan lebih pada ban. Masalahnya, getaran semakin sering terjadi. Oleh karena itu, kami mencoba untuk meningkatkan perilaku motor. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan stabilitas motor di lintasan tercepat dalam kalender, seperti Phillip Island atau Assen. Kami mengalami masalah stabilitas di lintasan-lintasan ini, seperti halnya pabrikan lain,” imbuhnya.
Desmosedici GP26 akan dibekali perangkat pengatur ketinggian suspensi (Ride Height Device) yang telah direvisi. Sebelum semua perangkat ini dilarang pada 2027, pabrikan asal Borgo Panigale itu akan memberikan ‘sentuhan’ akhirnya. “Kami akan memperkenalkan evolusi dari Ride Height Device. Ini mungkin akan menjadi yang terakhir, karena akan dilarang pada 2027. Tetapi siapa tahu, mungkin sistem seperti itu akan kembali di masa depan. Tentu saja, itu bukan hal yang mustahil,” pungkas Davide Barana.

Resmi! Peluncuran Ducati Lenovo Team 2026: Peringatan 100 Tahun Borgo Panigale
Acara peluncuran ini dimulai pukul 17.00 WIB dan menjadi penanda dimulainya persiapan…






