Home MotoGP Pit Beirer (KTM): Maverick Vinales Menyelamatkan Kami, Di Saat yang Lain Bilang...

    Pit Beirer (KTM): Maverick Vinales Menyelamatkan Kami, Di Saat yang Lain Bilang Motornya Buruk Dia Selalu Yakin Motor Kami Mampu Meraih Podium

    Maverick Vinales
    Maverick Vinales

    RiderTua.com – Halo pembaca setia RiderTua, Pit Beirer (Direktur Motorsport KTM) memuji peran besar Maverick Vinales dalam membangkitkan kepercayaan diri pabrikan asal Austria itu dalam menghadapi musim 2025 yang cukup berat, mengingat saat itu KTM sedang dilanda krisis keuangan yang cukup serius…

    “Maverick menyelamatkan kami. Para pembalap mulai berpikir bahwa motornya buruk dan kami tidak memiliki suku cadang baru. Di sisi lain, Maverick selalu bilang bahwa motornya sudah cukup bagus untuk meraih podium,” ujar Beirer…

    Pit Beirer (KTM): Maverick Vinales Menyelamatkan Kami, Di Saat yang Lain Bilang Motornya Buruk Dia Selalu Yakin Motor Kami Mampu Meraih Podium

    Maverick Vinales, Cedera Membuat Maverick Vinales Lebih Kuat dan Memahami Kelemahan KTM
    Maverick Vinales

    Di tengah keterbatasan anggaran, KTM terpaksa harus berkreasi untuk memaksimalkan performa dari suku cadang yang tersedia. Sementara rival-rival mereka di MotoGP baik Ducati, Aprilia, Honda, maupun Yamaha terus bekerja keras untuk melakukan peningkatan.

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu.
    Massimo Rivola - Marc Marquez - Pedro Acosta
    BACA JUGA:

    Massimo Rivola: Marc Marquez dan Pedro Acosta Pasangan Ideal di Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia? Saya Tidak Bisa Mengatakannya

    Dua pembalapnya Jorge Martin dan Marco Bezzecchi kontraknya sama-sama habis akhir tahun…

    Situasi ini membuat Pedro Acosta kehilangan fokus dan terseok-seok di awal musim. Bahkan rider muda asal Murcia Spanyol sempat tergoyahkan untuk pindah ke tim lain. Sangat berbeda dengan Vinales, yang tetap fokus pada diri sendiri dan berusaha keras untuk mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. “Dia mengatakan bahwa sebenarnya dia belum cukup memahami motornya karena dia berasal dari Aprilia. Tapi dia yakin, motor kami lebih baik dan kami bisa naik podium dengannya,” ungkap Pit Beirer.

    Maverick Vinales 2
    Maverick Vinales

    Keyakinan Vinales terbayar di GP Mugello. “Kemudian di Mugello tiba-tiba dia finis ke-4 dalam sprint hanya terpaut 0,5 detik dari Pecco Bagnaia dengan Ducati merahnya yang sudah menjadi juara dunia dua kali. Tentu saja, Marc Marquez adalah cerita yang sama sekali berbeda. Tetapi kami berada dalam jangkauan dan nyaris mencapai podium dengan paket motor lama. Saat itu kami tahu bahwa semua suku cadang baru sudah ada dalam rencana pengembangan. Itu adalah momen ketika kami juga berhasil membuat terobosan dengan Pedro,” jelas bos asal Jerman itu.

    Hasil yang diraih Vinales tersebut menjadi semacam ‘cambuk’ bagi Acosta. “Saya duduk bersamanya di dalam truk dan berkata kepadanya, ‘hei brother, kamu hebat sekali. Kamu adalah masa depan olahraga ini. Kita semua tahu itu. Kamu adalah seseorang yang bisa mencapai level Marc Marquez. Tetapi jika kamu sehebat yang kamu pikirkan, maka kamu harus menjadi KTM terbaik terlebih dulu’,” ungkap Beirer.

    Pit Beirer - KTM
    Pit Beirer – KTM

    Pit menambahkan, “‘Maverick Vinales selalu finis di depanmu, sementara kamu bilang kamu tidak bisa mengendarai motor ini. Jika Vinales bisa finis ke-4 atau ke-5, maka kau juga harus finis ke-4 atau ke-5 mungkin bahkan ke-3. Setelah itu barulah kita bicarakan soal motornya. Tetapi saat ini, kita harus terlebih dulu memastikan kamu adalah pembalap KTM terbaik. Kemudian barulah kita akan melihat seberapa besar gapnya dengan Ducati dan Marc Marquez sebenarnya’. Saat itu bukanlah momen yang nyaman. Dia sedikit kesal. Tetapi keesokan harinya dia finis di 5 besar. Itulah titik balik musim ini.”

    Maverick Vinales
    BACA JUGA:

    Pengalaman Jorge Lorenzo Bisa Memberi Maverick Vinales Tambahan 0,1 Detik!

    Sementara sejak turun di kejuaraan balap dunia tahun 2011 (Moto3/125cc) Vinales memiliki…

    Motivasi yang diberikan Pit Beirer kepada Acosta terbukti sukses. Di paruh kedua musim, rider berusia 21 tahun itu menunjukkan peningkatan yang signifikan dan konsisten bersaing untuk meraih podium. “Kita bisa melihat bahwa akhirnya jiwa pembalapnya muncul. Dia ingin membuktikan dirinya kepada semua orang. Sejak saat itu, Pedro berada dalam performa terbaiknya. Bagian terburuknya adalah Maverick kemudian cedera. Tetapi saya tetap mengapresiasi Maverick, yang meletakkan dasar bagi keberhasilan podium yang kami raih di akhir musim,” pungkas Pit Beirer.

    Pit Beirer - KTM
    Pit Beirer – KTM

    Tahun lalu, Acosta menjadi pembalap KTM terbaik dengan menempati peringkat 4 dalam klasemen pembalap bahkan mampu mengalahkan juara dunia 2 kali Pecco Bagnaia (peringkat 5). Sementara rekan setimnya Brad Binder ke-11, Enea Bastianini ke-14 dan Vinales ke-18 karena harus absen di banyak balapan karena cedera.

    © ridertua.com

    Konten promosi pihak ketiga – hasil dapat berbeda untuk setiap individu....

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini