RiderTua.com – Salam satu aspal buat pembaca setia RiderTua sekalian, legenda MotoGP Valentino Rossi menjadi berita utama di sejumlah media terutama di Italia. Bukan terkait aktifitasnya di dunia balap, namun perseteruannya dengan sang ayah Graziano Rossi (71 tahun). Mereka akan saling berhadapan di pengadilan, setelah ada kasus hukum yang bersifat pribadi. Rossi mengajukan gugatan terhadap ‘pacar’ ayahnya, menuduhnya menggelapkan uang sekitar €200.000 (Rp 3,5 miliar).
Penyelidikan difokuskan pada dugaan penarikan yang tidak wajar dari rekening bank Graziano Rossi. Menurut laporan tersebut, pacar Graziano telah menarik uang yang nilainya mencapai €176.000 (Rp 3,08 miliar), di mana €100.000 (Rp 1,7 miliar) disebut sebagai pinjaman ditambah €34.000 (Rp 595 juta) dalam bentuk cash atau tunai. Perbuatan ini berpotensi dianggap sebagai tindak pidana penipuan terhadap seseorang dengan kapasitas hukum terbatas. Dan perkara tersebut kini ditangani jaksa wilayah Pesaro, Irene Lilliu.
Valentino Rossi Berseteru dengan Graziano: Rasanya Seperti Tidak Punya Ayah Lagi

Valentino Rossi menegaskan bahwa kasus ini bukan semata-mata karena uang. Bagi sang juara dunia MotoGP 7 kali itu, yang benar-benar menyakitkannya adalah situasi pribadi ayahnya dan keretakan total atas hubungan mereka. “Uang, dalam peristiwa ini sama sekali tidak penting. Tidak ada untungnya bagi saya dan juga Graziano,” tegas rider berusia 47 tahun itu.
Konflik ini bermula pada 2024 lalu. Sebagai anak, Rossi mengajukan permohonan dan kemudian ditunjuk sebagai penanggung jawab atas perawatan dan kebutuhan hidup ayahnya. Pada saat itu, hasil evaluasi medis menyatakan bahwa Graziano berada dalam kondisi rentan dan kesulitan dalam mengurus dirinya sendiri.

Namun secara mengejutkan, pada Maret 2025 Graziano sendiri justru menggugat Rossi secara perdata untuk membatalkan keputusan tersebut. Gugatan tersebut akhirnya dikabulkan hakim wilayah Pesaro, yang menyatakan bahwa Graziano masih sehat mental. Peristiwa itulah yang menandai titik balik hubungan ayah-anak itu. Dengan kesedihan yang mendalam, Rossi berkata, “Seolah-olah saya tidak lagi memiliki ayah.”
Sejak saat itu, Rossi tidak lagi berkomunikasi dengan ayahnya dan jurang diantara mereka semakin dalam. Bahkan secara blak-blakan, Rossi menuding bahwa hubungan asmara sang ayah menjadi biang kerok keretakan dalam keluarganya. “Hubungan asmaranya telah menyebabkan perpecahan total dengan keluarga. Saya tidak mengerti alasannya. Kita semua terisolasi, seolah-olah kita adalah pembawa ancaman yang membahayakan,” ungkap pemilik tim VR46 Racing itu.

Pernyataan Rossi menggambarkan seorang anak yang merasa khawatir dengan ayahnya, lelah secara emosional, dan merasa bahwa situasi sudah diluar kendalinya. “Semua yang terjadi didorong oleh rasa cinta ayah saya padanya, dan yang saya takutkan mungkin dia tidak baik-baik saja. Tindakan hukum yang saya lakukan adalah pilihan terakhir saya,” imbuhnya.
Orang-orang terdekat Rossi menegaskan bahwa gugatan tersebut bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan demi melindungi Graziano. “Ini adalah kisah yang digerakkan oleh cinta, tidak lebih dari itu. Situasi yang membuat saya dan kami semua sangat sedih,” pungkas putra mama Stefania Palma itu dengan nada yang lebih mencerminkan rasa sakit daripada kemarahan.
Kini, peradilan Italia akan menentukan apakah memang terbukti ada penyelewengan keuangan atau tidak.






