RiderTua.com – Salam gas-pol rem-pol untuk pembaca setia RiderTua, segmen LCGC masih dihadapkan dengan penurunan penjualan yang terjadi dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu saja penurunannya cukup tajam hingga 30 persen, dan ini sudah cukup mengkhawatirkan kalau dibiarkan begitu saja.
Model LCGC Tidak Selaris Dulu Lagi
Penjualan mobil di Indonesia tahun lalu memang mengalami penurunan, tapi segmen mobil LCGC yang merasakan dampak lebih serius akibat penurunan kondisi ekonomi. Bagaimana tidak, segmen ini hanya mencatatkan 122.686 unit saja, turun 30 persen dari tahun lalu yang bisa mencapai 176.766 unit. Penurunan ini dianggap cukup parah dari segmen lainnya yang hanya menurun kurang dari itu.

Dengan penurunan lebih dari 20 persen, mungkin ada yang berpikir bagaimana segmen mobil LCGC bisa bertahan untuk tahun ini. Sebab dengan banyaknya mobil listrik murah yang dihadirkan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, jelas segmen LCGC tidak bisa bersaing dengan mobil jenis ini. Bahkan BYD Atto 1 yang terbilang masih seumur jagung saja sudah bisa terjual lebih dari 20 ribu unit dalam tiga bulan.
Sementara mobil terlaris di segmen LCGC, yaitu Daihatsu Sigra, terjual sebanyak 34.452 unit, itupun hasil ini didapat sepanjang tahun 2025. Begitupun dengan model lainnya seperti Toyota Calya dengan 31.378 unit terjual, Honda Brio Satya 30.196 unit, Toyota Agya 15.910 unit, dan Daihatsu Sigra 10.750 unit. Hanya tiga model yang mencatatkan penjualan lebih banyak dari Atto 1.

Mobil LCGC vs Mobil Listrik Murah
Meski LCGC bisa menjadi pilihan yang bagus, produsen mulai menghadirkan mobil listrik murah di Indonesia, dan harganya juga dibanderol cukup terjangkau. Sementara banderol LCGC terus mengalami kenaikan tiap tahunnya, bahkan Brio Satya varian termahal sudah tembus angka Rp 200 juta. Kalau tidak ada solusi untuk menyelamatkan penjualannya, segmen ini akan terus tergerus oleh kehadiran BEV murah.

Selain kehadiran mobil listrik murah, kondisi ekonomi juga membuat konsumen menunda membeli mobil baru. Jelas ini tidak hanya mempengaruhi penjualan mobil LCGC saja, tetapi juga nyaris seluruh segmen mobil di Indonesia.






