RiderTua.com – Para pembaca setia RiderTua, setelah bekerja di Ducati dan KTM, tahun lalu Fabiano Sterlacchini bergabung dengan Aprilia dan menjabat sebagai Direktur Teknis yang baru menggantikan Romano Albesiano yang pindah ke Honda. Bersama dengan para staf departemen balap, insinyur asal Italia itu melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa.
Meskipun tanpa Jorge Martin yang awalnya digadang-gadang menjadi penggerak utama dalam pengembangan RS-GP, Aprilia berhasil meraih hasil terbaik dalam 10 tahun terjun di kelas utama. Mereka bekerja keras bersama Marco Bezzecchi dan tes rider Lorenzo Savadori, mewujudkan musim yang paling fantastis sejauh ini.
Fabiano Sterlacchini (Aprilia): Performa Motor Ini Tak Terbantahkan, Tapi Fokus Agar Pembalap Bisa Gas Pol dengan Lebih Cepat dan Lebih Aman

Selama musim balap terpanjang yang pernah ada dengan 22 seri, Aprilia berhasil mengalahkan KTM dalam perebutan peringkat 2 di klasemen konstruktor MotoGP 2025. Pembalap tim pabrikan Marco Bezzecchi meraih total 15 podium dalam 44 balapan, memenangkan 3 grand prix dan 3 sprint yang membuatnya finis di peringkat 3 di klasemen pembalap. Selain itu, pembalap tim Trackhouse Aprilia Raul Fernandez meraih total 4 podium dengan 1 kemenangan grand prix.
Tim pengembangan Aprilia dibawah pimpinan Fabiano Sterlacchini terbilang sangat sukses. Namun dia mengaku tidak berpuas diri dengan pencapaian tersebut. Saat presentasi tim MotoGP musim 2026 di Milan Italia pada 15 Januari, dia mengatakan, “Dari sisi peraturan yang baru, secara mekanis mesin tetap tidak berubah. Meski begitu, kami terus berusaha dan berupaya setiap hari untuk memperbaiki mesin bagi para pembalap dan meningkatkan performanya dalam balapan. Aerodinamika juga menawarkan peluang untuk mengoptimalkan paket.”

Kemudian Sterlacchini menjelaskan dengan lebih detail, “Kami sudah melakukan perubahan pada sistem kontrol traksi dalam sistem manajemen daya elektronik. Targetnya adalah untuk membuat motor lebih mudah dikendalikan oleh para pembalap. Hal ini terutama berlaku di awal balapan dan selama fase akselerasi.”
“Bukan rahasia lagi, semakin efektif para pembalap memanfaatkan ban belakang, semakin baik dampaknya pada catatan waktu dan performa balapan secara keseluruhan. Manuver menyalip menjadi lebih mudah, asalkan pembalap bisa menyelesaikan fase akselerasi optimal sebelumnya. Selain itu, sistem kontrol wheelie juga dibuat lebih halus. Kita berbicara soal perbedaan sepersekian detik dalam hal akurasi sensor tetapi hal-hal kecil seperti itu juga penting.”
“Performa motor ini tidak terbantahkan, tetapi arah pengembangannya memungkinkan para pembalap gas pol hingga batas kemampuan agar lebih cepat dan lebih aman. Ini sejalan dengan pengembangan aerodinamika. Disini semua pabrikan menghadapi tantangan yang sama. Kita terus-menerus mengorbankan hambatan udara dan downforce. Performa di lintasan lurus didapatkan dengan mengorbankan performa di tikungan atau sebaliknya. Kami berupaya untuk menemukan kompromi yang lebih baik dan telah membuat kemajuan yang signifikan.”

Perubahan pada fairing juga sangat jelas. Tampilan depan RS-GP versi 2026 jauh berbeda dengan bentuk sayap depan (front winglet) yang didesain ulang dan bagian belakang prototipe juga menunjukkan perbedaan dengan sayap yang kini tertutup sepenuhnya.
Di Milan, manajer tim Paolo Bonora mengkonfirmasi, “Kami siap menjalani tes dan akan tiba di Malaysia dengan 8 motor baru, sehingga menyediakan mitra penting kami tim Trackhouse dengan platform baru.”
BTW, tes rider Aprilia Lorenzo Savadori akan memulai tes pada 29-31 Januari dalam tes shakedown di Sepang.






