RiderTua.com – Penjualan mobil Fronx sepanjang tahun 2025 sudah cukup memuaskan meski baru dirilis di Indonesia. Namun dibalik kesuksesan peluncuran Fronx, LMPV Ertiga sangat kesulitan untuk mencatatkan hasil penjualan, bahkan model hibridanya tidak terjual sama sekali dalam enam bulan.
Ertiga Hybrid Masih Kesulitan Catatkan Hasil Penjualan
Kehadiran Ertiga Hybrid dari Suzuki di Indonesia menjadi jawabannya untuk menghadirkan mobil ramah lingkungan di segmen low MPV. Memang saat itu Ertiga menjadi satu-satunya LMPV ramah lingkungan, dan modelnya dijual dengan harga cukup terjangkau. Tidak heran kalau model ini cukup banyak terjual di tahun-tahun pertamanya.

Namun selama tahun lalu, Ertiga Hybrid seakan kesulitan untuk mencatatkan hasil penjualan lebih dari 1.000 unit, apalagi hasilnya selalu tidak menentu. Di bulan Januari, Suzuki menjual 126 unit, kemudian sebulan setelahnya turun menjadi 85 unit, tapi di bulan Maret naik hingga 190 unit dan bulan April 687 unit. Tapi setelahnya tidak ada catatan penjualan untuk LMPV hybrid ini, baik wholesales maupun retail, dan ini terjadi hingga bulan November.
Tentu ini cukup mengkhawatirkan, sebab tidak biasanya LMPV seperti Ertiga tiba-tiba saja tidak terjual sama sekali, dan ini terlihat seperti modelnya yang sudah tidak dijual lagi. Mungkin ada yang berpikir kalau Ertiga Hybrid bakal senasib dengan Baleno Hatchback yang sudah dihentikan penjualannya tahun lalu. Tapi sebenarnya merek otomotif asal Jepang tersebut mengaku kalau saat itu mereka fokus sepenuhnya pada mobil SUV yang mengalami lonjakan permintaan di pasarnya.

Kehadiran Fronx
Memang tidak hanya Fronx, XL7 dan Grand Vitara mendapatkan penyegaran beberapa bulan lalu, sementara Ertiga tidak disegarkan sama sekali. Meskipun begitu, mereka tetap menjualnya sebagai pilihan bagi konsumen untuk mencari mobil MPV dengan harga terjangkau. Walau kini segmennya berjalan semakin ketat dengan banyaknya kompetitor.

Sementara itu, Toyota Veloz HEV dihadirkan dengan harga termurahnya Rp 299 juta (harga promo hingga akhir 2025). Jelas ini bisa membuat Ertiga Hybrid tersisih karena masih mengandalkan teknologi mild hybrid (MHEV), bukan full hybrid seperti rival barunya.






