RiderTua.com – Paul Trevathan yang merupakan kepala kru Pedro Acosta mengungkapkan bahwa Maverick Vinales dan kepala krunya Manuel Cazeaux membantu mengarahkan KTM keluar dari awal yang sulit di musim 2025. Sebagai informasi, Vinales bergabung dengan tim Tech3 KTM musim ini dengan membawa serta kepala kru kepercayaannya Cazeaux.
Keduanya mulai bekerja sama ketika rider berjuluk Top Gun itu bergabung di MotoGP bersama Suzuki pada 2015. Kemudian pada 2017, Vinales tergoda untuk pindah ke Yamaha. Karena berseteru dengan pabrikan berlogo garpu tala itu, kemudian dia pindah ke Aprilia pada pertengahan 2021. Dan pada 2025 dia bergabung dengan KTM di tim Tech3. BTW, Cazeaux pernah berkomentar bahwa jika Vinales tetap di Suzuki, dia pasti akan bertarung untuk memperebutkan gelar dunia.
Paul Trevathan: Maverick Vinales dan Kepala Krunya Membantu ‘Membuka Mata’ KTM

Maverick Vinales tampak kesulitan untuk beradaptasi dengan RC16 di awal musim, dimana dia hanya finis ke-16 pada balapan pembuka musim di GP Thailand. Vinales dan Cazeaux menjadi orang pertama di KTM yang menemukan arah pengembangan yang jelas untuk RC16. “Kami menemukannya saat sesi pemanasan di Argentina. Pada dasarnya, saya ingin menambah bobot belakang. Tujuannya agar saya bisa mengontrol selip pada ban belakang dengan sedikit lebih baik saat memasuki tikungan,” jelas rider berusia 30 tahun itu.
Vinales menambahkan, “Kalau dilihat dari video, kami selalu tergelincir saat pengereman. Tetapi meskipun tergelincir, saya ingin agar lebih terkendali. Dengan begitu saya bisa mencapai apex dengan lebih baik dan mulai menarik gas dengan lebih halus dan tepat. Semuanya dimulai dari pengereman. Tetapi masih ada ruang untuk peningkatan lebih lanjut.”

Selain set-up motor, Vinales juga ‘membuka mata’ KTM bahwa gaya balap yang lebih halus dapat bekerja efektif dengan RC16. Pendekatan ini menjadi kontras dengan gaya balap agresif yang selama ini digunakan oleh duo tim pabrikan Pedro Acosta dan Brad Binder.
Meski tidak semuanya dapat langsung diterapkan, tetapi terobosan baru tersebut disambut baik oleh Acosta dan kepala krunya Paul Trevathan. “Sangat fantastis memiliki rekan satu tim yang baik. Ini membantu pengembangan pembalap. Ini membantu pengembangan motor. Dan ini ‘membuka mata’ KTM,” ujar Trevathan.
Mantan kepala kru Pol Espargaro itu menambahkan, “Orang-orang di KTM tidak selalu mau percaya bahwa seseorang dapat melakukan sesuatu yang lebih baik daripada mereka. Tetapi ketika melihat data dan bekerja dengan cara yang benar, kita dapat belajar dari ini. Gaya balap alami Maverick sangat berlawanan dengan Pedro. Jadi itu hanyalah cara lain untuk mendapatkan catatan waktu yang sama. Dan itu pasti membuka ide-ide baru.”

Trevathan menambahkan bahwa Acosta menerima ide baru tersebut dengan sangat terbuka tanpa ego sama sekali. “Pedro benar-benar menerima ide itu dengan baik. Tidak ada kata ‘ah, sial, atau tersinggung’. Dia justru berkata, ‘oke, menarik, mari kita coba, mari kita lihat, atau mari kita pahami’. Itu adalah salah satu kelebihannya. Jadi jelas sekali bahwa Maverick membantu seluruh tim dengan membuka sedikit ‘jendela pemahaman’, yang membuat kami sadar bahwa ada lebih banyak kemungkinan cara untuk mengembangkan motor ini,” imbuhnya.
Trevathan melanjutkan, “Juga kepala kru-nya, Manu. Karena Maverick mengalami kesulitan di awal dan Manu melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mengarahkan pengembangan motor ke arah yang cocok untuknya. Setelan itu tidak berhasil untuk kita semua, karena itu adalah gaya khas Maverick. Tapi untuk dirinya hasilnya sangat bagus dan dia adalah orang yang sangat terbuka. Jadi semua pengalaman yang dia bawa ke dalam tim, benar-benar sangat membantu.”

Pada seri ke-4 di GP Qatar, Vinales berhasil membawa KTM untuk pertama kalinya memimpin balapan. Tapi kemudian dia kehilangan podium karena penalti tekanan ban pasca balapan. Apesnya, mimpinya untuk meraih hasil yang jauh lebih baik ambyar karena cedera bahu. Rider yang kini menunjuk legenda MotoGP Jorge Lorenzo sebagai pelatih itu, menyelesaikan debutnya dengan KTM hanya di peringkat 18 dalam klasemen 2025.






