RiderTua.com – Manajer tim Tech3, Herve Poncharal, melontarkan pandangan menarik terkait performa Pecco Bagnaia di paruh musim. Menurutnya, penurunan performa Juara Dunia itu bukan disebabkan faktor teknis semata, melainkan karena tambahan tekanan psikologis yang terjadi sejak kedatangan Marquez ke kubu Ducati, yang mengubah dinamika di garasi pabrikan merah itu..wah!!
Musim 2025 jadi salah satu yang terberat bagi Bagnaia, bisa dikatakan sebagai salah satu musim terburuk dalam kariernya, peringkat kelima di klasemen sebagai buktinyaa.. Padahal dia membalap untuk tim resmi Ducati Lenovo dengan tim dan motor juara dunia yang terbaik di grid…
Penurunan Performa Pecco Bagnaia Disebabkan Oleh Kedatangan Marquez
Meskipun dia berhasil meraih dua kemenangan di GP Jepang dengan memperoleh poin sempurna, selebihnya performa Pecco naik-turun.. Bahkan lima balapan terakhir ia gagal finis, dan cuma mengumpulkan 14 poin sprint. Untuk juara dunia dua kali, ini jelas di luar kebiasaan… Poncharal, ikut, mengomentari situasi Bagnaia, membandingkannya dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya…

Menurutnya, apa yang terjadi pada Bagnaia sungguh membingungkan. Ducati adalah motor terbaik, timnya sudah klop, dan Pecco jelas masih jago bawa motor. Namun tetap saja, hasilnya tidak masuk akal..!. Poncharal bahkan menyebut, “Ini misteri besar. Tidak ada alasan logis yang bisa menjelaskan ini…”
Selain GP Jepang di Motegi, Pecco juga menjadi favorit di Sepang, mengamankan pole position dan menang di balapan sprint. Meskipun demikian, ‘ban kempes’ pada hari Minggu membuat peluangnya menjejak podium ambyarr… Terakhir, Pecco gagal finis dalam lima balapan terakhir, hanya mencetak 14 poin di sprint, hanya sedikit di bawah posisi terakhir di grid. Hal ini jelas tidak biasa bagi pebalap sekalibernya (juara dunia 2 kali dengan Ducati).

Sementara Dani Pedrosa melihat ada kaitannya antara performa buruk Pecco dan performa bagus rekan setimnya, Marc. Tes rider KTM itu bukan satu-satunya orang yang berpikir demikiani, karena naik turunnya performa Bagnaia yang drastis cukup mengejutkan semua orang…
Lalu datang opini yang ramai dibicarakan di paddock: kehadiran Marquez sebagai rekan setim. Dani Pedrosa yang sudah bilang duluan, serta Poncharal yang meng-amini sepenuhnya. Bukan soal motor atau teknis, tapi soal psikologis. Ketika seorang pembalap mulai goyah sedikit saja, lalu melihat rekan setimnya,yang kebetulan Marc terus menang, terus bikin pole, terus jadi yang tercepat, rasa percaya diri bisa anjlok drastis…!!
Poncharal yang telah berada di paddock selama lebih dari 30 tahun, sebagai manajer tim MotoGP. Tentunya punya pengalaman tersebut, Herve telah melihat semuanya dan juga yakin bahwa penurunan performa Bagnaia disebabkan oleh kedatangan seorang pebalap, yang kini telah menjadi juara dunia sembilan kali, seperti Marquez..

“Tak diragukan lagi, hal itu berdampak karena ketika pembalap mengalami kesulitan, meskipun awalnya kecil, dan ketika beberapa pertanyaan muncul di benaknya.. maka dia melihat pebalap di sebelahnya yang menang, yang meraih pole position, yang tercepat di setiap sesi…” katanya..
Poncharal bahkan membandingkannya dengan masa kejayaan Valentino Rossi di Yamaha… Waktu itu ada empat motor Yamaha di grid, tapi cuma Rossi yang menang. “Ketika data Valentino Rossi ditunjukkan ke rider lain, mereka cuma bilang… saya tidak bisa melakukan itu.” Hal serupa ia lihat ketika Marc di Honda…level yang ditunjukkan Marquez sering kali di luar batas nalar pembalap lain…

Oleh karena itu, Poncharal yakin hal yang menimpa Pecco bukan sekadar masalah teknis atau keberuntungan, melainkan tekanan mental yang muncul ketika tempatnya sebagai ‘si nomor satu’ di Ducati digeser rekan setim sendiri.
“Tidak lagi menjadi pembalap utama, tidak lagi jadi tumpuan pabrikan itu mengubah segalanya,” kata Poncharal. Sebuah kalimat yang cukup menggambarkan betapa beratnya situasi mental Pecco sepanjang musim ini.. Kita tunggu saja tahun depan, apakah kepercayaan diri Pecco pulih..?. Ini hanya pendapat orang lain berdasrkan pengalaman mereka.. namun benar tidaknya 100% yang paham adalah Pecco sendiri..






