RiderTua.com – Bersama Aprilia, Jorge Martin melihat peluang ‘kelahiran kembali’ yang lebih ganas.. didukung oleh performa motor Aprilia RS-GP yang semakin matang untuk menantang dominasi lawan..!!!
Pengalaman hidupnya menguatkan satu kesimpulan bahwa: hanya Jorge Martin yang sanggup melewati musim sekeras musim 2025β¦ dengan cara yang hanya Jorge Martin sendiri yang mampu lakukan….
Jorge Martin Bangkit Lagi: Martinator Janji untuk Kembali Lebih Ganas di 2026
Sejak pertama kali terjun di dunia balap hingga saat ini, Juara Dunia MotoGP 2024 ini telah menegaskan bahwa misi itu bukan hal mustahil… Tujuan ini terdengar seperti sebuah harapan besar: untuk sang pembalap sendiri, untuk Aprilia, dan untuk MotoGP secara keseluruhan…
Bagaimanapun… julukan Jorge Martin adalah ‘Martinator’ bukan tanpa alasan…. Sebuah nama yang terinspirasi dari ‘Terminator’.. sosok yang bisa bangkit lagi dan lagi, seolah kebal terhadap segala rintangan yang menghadang..
Dalam lima tahun terakhir yang paling parah adalah crash brutal di Portimao 2021… Rentetan cobaan dan kebangkitan…Jatuh bangun itu sudah ia jalani sejak kecil, tepatnya ketika di usia 6 tahun ia langsung patah tangan di balapan keduanya.. ‘Pukulan keras’ seperti itu biasanya bikin anak pada umumnya berhenti (kapok), tapi sebagai ‘Martinator’ ia tetap lanjut karena dorongan besar dari kecintaan pada balap motor yang diturunkan oleh ayahnya, Ange Martin..
Jorge Martin sering menggunakan istilah ‘perjuangan’ ketika merujuk pada kehidupan dan kariernya di dunia balap sepeda motor. Datang dari keluarga sederhana, ia harus berjuang agar bisa ikut balapan secara profesional. Bahkan ikut berkompetisi di ajang CEV saja ia harus memanfaatkan setiap peluang yang muncul sekecil apapun peluang itu.. Ia juga berjuang untuk memenangkan gelar juara dunia 2024: untuk membuat sejarah, dengan memakai nomor 1.. Nomor yang ia pilih karena, katanya, βSaya sudah berjuang seumur hidup untuk iniβ.

Dengan nomor 1 pun ia jarang memakai dalam balapan, karena sering absen..Β Cedera pertama terjadi setelah 13 lap uji coba di Sepang hingga tiga seri berikutnya di Motard, Lusail, dan Motegi, ia benar-benar mengalami segalanya…
Di dalam dan di luar lintasan, dengan kepala yang penuh pikiran berkecamuk, sempatv terbersit keinginan untuk meninggalkan Aprilia. Di tengah kebimbangan saat itu, Martin merasa motor Aprilia bukan motor yang cocok untuknya, motor yang ia butuhkan untuk menghindari cedera, dan rancangannya dianggap motor yang tidak mampu atau belum siap menang…

Meskipun dengan segala perdebatan akhirnya seiring berjalannya waktu hubungan antara kedua belah pihak telah dibangun kembali… Itu terjadi berkat usaha besar dari tim dan perusahaan Aprilia, serta keyakinan baru dari pebalap kelahiran Madrid itu sendiri.
“Filosofi saya kini sederhana: jika saya membuat keputusan, saya akan mempertahankannya sampai akhir. Saya rasa saya bisa mengandalkan tim fantastis yang akan berjuang bersama saya. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi, tetapi sekarang saya adalah pebalap Aprilia: ini pilihan saya, dan saya akan memegangnya sampai tuntas..”
Kini Jorge Martin dalam kondisi sehat dan kembali ke performa terbaiknya sebagai pebalap. Potensi Aprilia pun ditegaskan lagi melalui penampilan penutup musim yang apik dari Marco Bezzecchi dan, menyusul, Raul Fernandez….
Dua faktor itu, ditambah kecintaannya yang tak pernah padam pada olahraga ini, membuat banyak yang percaya bahwa kebangkitan Martinator di musim 2026 sangat mungkin terjadi…!

“Kurasa tahun ini aku menyadari bahwa aku mencintai olahraga ini lebih dari yang kukira… Aku masih ingin berjuang merebut gelar dan akan tetap balapan selama tubuh dan pikiranku mengizinkan..”
“Saya merasa sedang mengalami transformasi dalam diri saya. Saya ingin memberikan 100% untuk menjadi pembalap yang lebih baik dalam segala hal, mulai dari latihan hingga pendekatan saya terhadap balapan. Saya tidak bisa menjamin saya tidak akan cedera lagi….itu di luar kendali saya… Yang bisa saya kendalikan adalah menjadi pembalap yang lebih baik,” pungkas Martin meyakinkan….






