RiderTua.com – Legenda MotoGP Kevin Schwantz menyoroti musim buruk yang dialami juara dunia MotoGP 2 kali Pecco Bagnaia. “Saya rasa kita tahu betapa hebatnya Pecco. Kita melihatnya di Jepang. Jika Pecco menemukan ritme dan kecepatannya yang sesungguhnya dalam balapan, maka ia tak terbendung dan pasti akan memenangkan balapan itu.. Dia punya kemampuan itu. Dia harus kembali fokus pada apa yang dia inginkan dan butuhkan. Ini akan sulit,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Dia tidak boleh memikirkan apa yang digunakan Marc Marquez untuk melaju lebih cepat, karena apa yang dipakai Marc mungkin tidak cocok untuk Pecco. Dia harus melalui proses mengujinya sendiri. Sepertinya jalan yang panjang untuk mencapai sesuatu. Tetapi pada level itu, menurutku itulah satu-satunya cara untuk mencapainya. Dia sangat dekat dengan level itu, jadi mudah untuk langsung memulai pada percobaan pertama.”
Kevin Schwantz : Pecco Bagnaia Harus Kembali Fokus Pada Apa yang Dia Inginkan dan Butuhkan, Ini akan Sulit

Terkait motor MotoGP era sekarang, Schwantz mengatakan, “Pembalap modern dengan semua perangkat elektronik, akselerasi, dan cengkeraman, mereka harus mengendarai motor yang nyaris terbaik, jika bukan yang terbaik. Karena sulit bagi seorang pembalap untuk membuat perbedaan tersebut. Itu tidak mudah. Karena lalu lintas di trek juga meningkat, tidak mudah untuk dikendarai. Dan secara fisik motornya lebih besar dan lebih berat.”
Mantan pembalap asal Amerika Serikat yang kini berusia 61 tahun itu menambahkan, “Berada di depan atau di belakang itu bisa berubah hanya dalam 1 detik. Kita tidak boleh terlalu jauh tertinggal. Jika membiarkan tim kita secara konsisten hanya berada di 3 atau 5 besar, kita mudah untuk teralihkan dan tidak dapat berkonsentrasi pada apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan dari motor.”

Schwantz juga tertarik membahas Valentino Rossi yang saat ini sedang menggelar acara tahunan ‘100 km dei Campioni’ di Motor Ranch miliknya di Tavullia. “Valentino adalah teman baik saya. Terkadang kami makan malam bersama di Rimini atau di mana pun dekat rumahnya. Dia penggemar saya dan saya masih penggemarnya. Saya belum pernah ke peternakannya untuk balapan. Saya ke sana waktu umur 50 tahun, jadi itu 10 tahun yang lalu. Waktu itu cuma buat iseng-iseng saja,” pungkas Schwantz sambil tertawa.






