RiderTua.com – Buat Bro-Sis yang nongkrong di RiderTua, ini wajib disimak, Carlo Pernat yakin bahwa Ducati akan segera mengumumkan secara resmi perpanjangan kontrak Marc Marquez dalam waktu dekat atau sebelum musim 2026 berjalan. Hal tersebut pernah Ducati lakukan pada Pecco Bagnaia, setelah rider asal Turin Italia itu sukses mempertahankan gelar dunia pada 2023.
Kali ini, nasib baik tidak berpihak pada Pecco. Ducati ‘membuang’nya setelah 2 kali meraih gelar dunia untuk pabrikan asal Borgo Panigale itu. Berkat Pecco jugalah Ducati mengakhiri paceklik gelar selama 15 tahun atau terakhir diraih Casey Stoner pada 2007. Ducati Lenovo diketahui sudah meneken kontrak berdurasi 2 tahun dengan Pedro Acosta hingga akhir 2028. “Jujur, saya melihat Bagnaia dalam posisi yang sulit. Saya rasa dia bisa menjadi pembalap Aprilia atau Honda,” ujar Pernat.
Carlo Pernat: Saya rasa Pecco Bagnaia Bisa Menjadi Pembalap Aprilia atau Honda

BTW,Β Fermin Aldeguer dan Jorge Martin dipastikan akan absen pada tes pramusim pertama di Sepang (3-5 Februari). Pembalap Gresini Ducati itu cedera saat berlatih di sirkuit Aspar pada awal Januari lalu dan tulang pahannya patah. Sementara itu, Martin terus berjuang dengan cedera yang menghantuinya sejak musim 2025. Bahkan pembalap berusia 27 tahun itu harus menjalani operasi lagi pada pergelangan tangannya sebagai tindak lanjut dari operasi sebelumnya.

Pecco Bagnaia Dituntut Sukses Pada 2026, Kalau Tidak Kemungkinan akan Didepak Ducati?
Kini 24 bulan atau 2 tahun berselang, semuanya berubah. Sekarang rekan setimnya…
Carlo Pernat mengatakan, “Cedera Aldeguer disebabkan oleh crash, sedangkan cedera Martin bukan. Martin telah menjalani dua kali operasi untuk memperbaikinya. Itu mungkin sudah direncanakan. Tapi menurut pendapat saya, kondisi psikologis Martin justru lebih buruk. Dia baru saja melewati tahun yang mengerikan dan memulai tahun lain yang cukup buruk.”

“Aspek psikologis akan menjadi sangat penting bagi Martin. Ini adalah masa-masa sulit baginya, yang belum bisa full balapan meskipun berstatus juara dunia. Di tim di mana pembalap kedua Marco Bezzecchi justru tampil dengan sangat baik. Bezzecchi berubah menjadi pembalap utama. Dan pembalap yang menang adalah pembalap kedua. Dia juga berhasil menunjukkan dirinya benar-benar kuat secara mental. Dia membuat lompatan yang sangat luar biasa. Dan harus saya katakan bahwa, mengingat situasi seperti ini, ibaratnya Martin harus mendaki Gunung Everest dengan sepatu tenis,” pungkas mantan manajer Enea Bastianini itu.

Marco Bezzecchi: Kami Setara, Jorge Martin dan Saya Sama-sama Nomor 1 di Aprilia
Dalam presentasi tim Aprilia MotoGP musim 2026 di Milan Italia, Bezzecchi sama…






