RiderTua.com – Halo Bro-Sis pembaca RiderTua di mana pun kalian berada, dulu Brad Binder selalu menjadi pembalap KTM terbaik di grid sekaligus menjadi acuan bagi rekan-rekannya. Namun tahun lalu, rider berusia 30 tahun itu berada dibawah bayang-bayang rekan setim barunya Pedro Acosta. Hasil terbaik Binder adalah finis di posisi ke-4 di GP Indonesia dan dia menyelesaikan musim 2025 di peringkat 11 dengan mengumpulkan 155 poin dalam klasemen keseluruhan.
Untuk itulah akhirnya KTM melakukan rotasi dalam struktur timnya. Mereka mendatangkan Phil Marron (kepala kru Toprak Razgatlioglu saat masih balapan di Superbike) untuk menjadi kepala kru Binder yang baru. Sementara kepala kru lamanya Andres Madres kini menjadi kepala kru Enea Bastianini. “Andres menjadi kepala kru saya sejak 2017. Sebelumnya dia adalah data engineer saya di Moto3. Kami memiliki sistem yang berjalan baik selama lebih dari 10 tahun,” ungkap Binder.
Brad Binder: Fokus Kepala Kru Baru Saya Phil Marron Tidak Terlalu Terpaku Pada Data Tapi Apa yang Saya Rasakan dan Sampaikan

Saat tes pasca-musim di Valencia pada November lalu, Binder untuk pertama kalinya bekerja dengan Marron. Ketika dia ditanya, apakah pendekatannya akan berbeda dengan kepala kru barunya tersebut?

Brad Binder : Phil Marron ( Mantan Kepala Kru Toprak ) Penuh dengan Ide-ide Keren
Pada 2020, Binder dipromosikan naik ke MotoGP bersama KTM dan tetap mempertahankan…
“Memulai dengan orang baru tentu menarik. Bekerja dengan Phil saat tes terakhir, sangat menyenangkan. Dia orang yang fantastis, dan akan sangat menarik untuk mempelajari cara kerjanya. Dia tampak sangat santai dan to the point. Fokusnya tidak terlalu terpaku pada data, tetapi lebih pada apa yang saya rasakan dan sampaikan. Ini akan luar biasa dan saya sangat menantikan tes awal di Malaysia. Saya harap kami bisa menjalani musim yang hebat bersama,” pungkas Binder.

Pada saat presentasi tim Red Bull KTM musim 2026 pada 27 Januari, Binder mengungkapkan bahwa musim ini dia hanya ingin menikmati balapan. “Tidak terlalu banyak berpikir, lebih banyak bersenang-senang dengan RC16,” ujar rider asal Afrika Selatan itu.
Dalam beberapa tahun terakhir, Marron malang melintang di paddock Superbike. Dia pernah menjadi kepala kru di MotoGP pada 2016. Sejak saat itu, kelas utama mengalami perubahan teknis yang sangat besar. Tetapi dia tahu betul bagaimana membimbing seorang pembalap meraih gelar dunia, seperti yang telah dibuktikannya dengan kesuksesan Toprak Razgatlioglu di WSBK.

Danilo Petrucci: Akan Sulit Bagi Toprak Razgatlioglu untuk Mengalahkan Fabio Quartararo
Namun dia juga butuh waktu dan tidak mengendarai motor yang paling mudah…






